2019 Shanghai Auto Show

Oleh: Ricky Suwarno

20 April 2019

Dalam sepekan ini, semua perhatian para manufaktur dan penggemar mobil global lagi berfokus pada Shanghai. 2019 Shanghai Auto Show. Pameran mobil terbesar di dunia. Yang berlangsung dari 18-25 april. Ini adalah pesta terbesar di industri otomotif global. Di mana para manufaktur mobil tradisional memamerkan ototnya. Dan pendatang baru yang tidak mau kalahnya, menunjukkan kekuatan baru dan teknologi baru. Persaingan semakin seru, dan akan menjalar keseluruh dunia. Dimulai dari Shanghai Auto show, yang dirilis setiap tahun.

Fokus dan topik utama tahun ini, siapa yang akan mewakili mobil listrik China melawan Tesla?

Tidak ada keraguan bahwa China telah menjadi pasar mobil terbesar di dunia. Ukuran skala pasar triliunan dollar. Suatu pasar yang sangat menggoda bagi siapapun. Pameran mobil tahun ini, mobil listrik dan otonom menjadi fokus utama. Intelegensi dan elektrifikasi adalah tren yang diakui dalam industri otomotif global. Tesla, yang telah merampas pusat perhatian dunia, adalah pelopor teknologi tren baru ini.

China, berada digaris terdepan. Pada Tahun 2018, China telah mengkontribusi setengah dari 2 juta kendaraan listrik yang terjual di dunia. Belum lama ini, pabrik Tesla juga dibangun di Shanghai. Termasuk 50 pembuat mobil baru domestik yang bermunculan di Cina. Memberi tahu kita bahwa mobil listrik, yang terlihat seperti samudra biru, sebenarnya sudah penuh dan sesak dengan para pesaing.

Tesla, Nio (nama Chinesenya Weilai), dan Enovate (nama Chinesenya Tianji) adalah dua mobil listrik dan otonom dari China dan pesaing berat bagi Tesla. Tiga brand ini yang menjadi pusat perhatian dunia dalam Shanghai Auto Show kali ini. Bukan Benz, bukan BMW, bukan Ferrari atau sejenisnya.

Apakah ada bubble? Of course, inilah kenyataan lingkungan bisnis di China. Yang kurang bisa dipahami oleh Silicon Valley, atau negara Eropa yang lain. Hampir setiap trend di dunia, pasti menjadi perebutan dan bubble di Cina. Bahkan sangat besar dan tidak terhindarkan.

Pada saat yang bersamaan, Segera akan ada proses memeras gelembung atau bubble. Konsumen akan, secara bertahap terkonsentrasi di kamp teratas. Perusahaan dengan teknologi dan kekuatan nyata sebagai pemenang. Dan startup atau pemain lainnya akan menghilang sendirinya.

Tesla, pendatang luar dengan kekuatan luar biasa, akan membentuk pasaran China dan dunia. Apakah Tesla dengan kehebatan penelitian ilmiah, pengembangan baterai yang tahan lama, dan desain, akan menjadi winner yang bisa tertawa sampai akhirnya? Hard to say, so far.

Karena, mobil listrik pintar buatan China, sudah memiliki tingkat kekuatan yang bisa bersaing dengan Tesla. Dan bahkan dalam beberapa indikator inti, telah mulai melampaui Tesla.

Ada konsensus di Auto industri global, bahwa Tesla memang memiliki keunggulan signifikan dalam hal jarak jelajah. Namun, dengan akumulasi teknologi di periode awal dan output talenta manufaktur mobil tradisional, perusahaan lokal CHina telah memiliki kepercayaan diri untuk bersaing dengan Tesla.

Misalnya, Diwakili oleh Enovate ME7, daya jelajah dan konfigurasi cerdasnya sebanding dengan Tesla. Sebagai produk pertama dari arsitektur iMA, ME7 dilengkapi dengan motor sinkron magnet permanen dari generasi terbaru Bosch dengan efisiensi 98%. Artinya, jumlah level daya listrik yang sama memiliki daya jelajah yang lebih lama.

Dan bila di kendarai dengan kecepatan sekitar 60 km per jam, Enovate ME7 dapat mencapai jarak jelajah maksimum 700 km. Total jelajah komprehensif 500 km (sama dengan Tesla 500km harus di charge). Prestasi yang luar biasa untuk kendaraan listrik murni.

Selain kapasitas daya jelajah, “sistem cerdas” juga merupakan selling point yang ditekankan oleh kendaraan listrik China.

Mengapa sistem AI otomotif sangat penting untuk kendaraan listrik?

Mobil listrik bisa mengelola data yang lebih besar daripada mobil tradisional. Menjamin pengemudi lebih aman dan lebih nyaman. Dan generasi muda yang merangkul mobil listrik, mereka tumbuh bersamaan dengan internet. Dan secara alami mudah menerima dan menyambut produk-produk intelijen tinggi.

Pada tahun 2015, Tesla secara resmi meluncurkan Autopilot, sistem bantuan pengemudi, dan mulai menggunakan fungsi mode bayangan, untuk mengumpulkan big data di jalan nyata. Pada tahun 2016, Tesla merilis Autopliot2.0, yang dapat mewujudkan pengendaraan otomatis jalan umum. Dan fungsi ini juga dilengkapi pada Model 3 (Tesla kelas ekonomi dengan harga jual sekitar 80 ribu dolar). Sejak saat itu, lingkaran otomotif global mulai memusatkan perhatian ke teknologi ini.

Dalam dua tahun terakhir, kendaraan listrik CHina juga telah mengembangkan sistem kecerdasan di dalam kendaraan mereka. Ini adalah perang kecerdasan buatan yang tidak terlihat. Sebagai contoh, Nio ES8 telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan NOMI dan sistem mengemudi berbantuan otomatis NIO Pilot atau iMA (intelligent Modular Architecture).

Pada tahun 2017, Ketika chip mengemudi otonom Mobileye EyeQ4 dipasang dalam Nio ES8 pertama di dunia, daya komputasi meningkat 8 kali lipat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tesla telah merasakan tekanan berat untuk mengejar ketinggalan.

Pertarungan mobil listrik tidak hanya perang perangkat keras, melainkan lebih ke perang data. Sistem mobil pintar siapa yang lebih kuat, akan menjadi winner karena dapat melayani konsumen dengan lebih baik. Keunggulan utama Tesla secara bertahap telah menyusut, ketika berhadapan dengan Tentara Cina di bawah pimpinan Wei Lai dan Tian Ji (Nio dan Enovate).

Dalam persaingan dengan Tesla, Enovate ME7 menjanjikan layanan penuh “Jaminan Kualitas Seumur Hidup, dengan perawatan Gratis dalam Tiga Tahun”.

Untuk perusahaan mobil listrik, Lebih dari 50% pertumbuhan pasar setiap tahun. Suatu peluang yang tak terbatas dan sangat menarik; dan tentu saja, biaya dan hambatan masuk yang semakin tinggi, menjadikan persaingan semakin sengit.

Pertengahan musim semi di bulan April Shanghai Auto show, menjadikan kota ini dipadati oleh para penggemar mobil trend terbaru yang datang dari segala penjuru dunia.

Just like grandma says, “Internet seluler akan membentuk kembali seluruh rantai industri mobil. Manufaktur mobil dapat menggunakan metode biaya terendah untuk berkomunikasi langsung dengan pengguna. Persaingan dalam industri otomotif di masa depan, adalah users experience alias pengalaman sang pengguna, dan hubungan yang erat antara manufaktur dengan pengguna.

Ini adalah era terbaik, dan juga era terburuk.

Advertisements
Categories: 2019 Shanghai Auto Show, artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , ,

1 thought on “2019 Shanghai Auto Show

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: