Advertisements

Pilpres 2019 dan AI

Oleh: Ricky Suwarno

10 February 2019

Mungkin ada yang heran. Apa sih hubungannya AI dengan pilpres 2019. Atau mengapa pilpres 2019 itu begitu penting. Bagi 260 juta penduduk di waktu 5 tahun mendatang. Pilpres 2019 itu untuk mencegah yang terburuk untuk berkuasa. Mencegah koruptor atau pemimpin yang cuma mementingkan kepentingannya sendiri. Atau partainya sendiri.

Pepatah Tiongkok mengatakan, seorang lelaki takut salah memilih karir. Sedangkan, wanita takut salah memilih pasangan. Artinya, salah memilih bisa berakibat fatal. Bahkan mungkin seumur hidup.

Kita harus memilih pemimpin yang punya keluarga yang sehat dan harmoni. Karena tahu cara mendidik anak dan keluarganya. Negara adalah kombinasi dari ribuan jutaan unit keluarga. Kombinasi jutaan keluarga inilah yang membentuk suatu Negara. Keluarga yang sehat dan harmoni akan melahirkan pemimpin yang bijak. Pemimpin yang berpengalaman. Yang mampu Membawa lebih dari 25 juta jiwa keluar dari garis kemiskinan. Memilih pemimpin Yang kurang ego-nya. Dengan kebijakan dan hasil kerja nyata yang sudah terlihat. Dengan pembangunan di mana-mana.

Seiring perkembangan jaman, teknologi semakin berkembang. Dan maju. Big data dan AI telah mengubah cara marketing jaman now. Atau lebih Tepatnya kita sebut, Marketing Technology.

Dan itulah rahasia dibalik kemenangan Trump. Dalam pemilu di tahun 2016. Suatu peristiwa black swan atau angsa hitam. Kejadian yang tidak terduga bagi kebanyakan orang. Terutama bagi yang kurang mengerti teknologi terbaru.

Menggunakan teknologi terbaru untuk memberikan info yang tepat. Pada waktu, tempat, dan target yang tepat. Inilah Pendekatan inti marketing technology. Inilah cara yang di adopsi Trump melawan Hillary.

Siapakah orang di belakang layar ini? Cambridge Analytica. Sebuah perusahaan pemasaran data. Yang membantu Trump memenangkan lawan yang tidak mungkin dikalahkan, Hillary. Cambridge Analiytica membantu Trump menangkap kelemahan pemilih dengan cara sangat akurat.

Cambridge Analytica didirikan tahun 2013. Pada tahun 2014, perusahaan ini telah berpartisipasi dalam 14 pemilihan politik. Dan Jangka menengah di Amerika. Pada Juni 2016, tim kampanye Trump secara resmi mengundang Cambridge Analytica sebagai tim operasi digitalnya.

Cambridge Analytica membeli sejumlah besar data pribadi dari situs data. Seperti informasi pendaftaran tanah. Data pembelian mobil. Data belanja. Anggota situs website dll. Dan kemudian menggabungkan data ini dengan data media sosial di Facebook. Dikombinasikan dan kemudian memasuki basis data pemilih. Akhirnya, pemilih dicitrakan secara psikologis. Sesuai dengan model psikometrik OCEAN.

OCEAN: openness to experience. Conscientiousness. Extraversion. Agreeableness. Neuroticism.

Melalui analisa di atas, Cambridge Analytica secara akurat mendorong iklan kampanye. Yang telah disesuaikan dengan data pemilih. Mereka dapat mengidentifikasi pendukung Hillary yang masih goyah. Dan mengubah keputusan pemilih ini kepada Trump. Melalui analisa, mereka mengetahui kampanye mana yang beresonansi di hati pemilih. Dengan menggunakan data tersebut mengubah arah dan presentasi tim kampanye Trump.

Misalnya, jika analisa menemukan iklan anti imigran menerima positif respons di Ohio. Trump akan segera terbang ke Ohio. Dan mengadakan rapat pertemuan umum di sana. Dengan tema Imigran illegal. Yang menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat.

Dalam suatu wawancara dengan CEO Cambridge Analytica, Knicks mengatakan: mereka dapat melakukan publisitas yang ditargetkan. Dan dipersonalisasi untuk semua orang di setiap pedesaan. Ataupun komunitas.

Lembaga penilai pihak ketiga melakukan evaluasi selama periode kampanye. Cambridge Analytica, menerbitkan lebih dari 50ribu versi iklan kampanye. Yang berbeda setiap hari. Dan melalui karakteristik pemilih seperti nge-like, artikel yang di forward, komentar dll. Dengan Terus menyempurnakan konten iklan.

Di beberapa Negara bagian yang masih bimbang, misalnya dengan mengubah ribuan suara individu. Dapat mempengaruhi pemilihan suatu Negara bagian. Atau bahkan mengubah hasil seluruh kampanye pemilu Amerika Serikat. Dapat dibayangkan, seberapa hebatnya teknologi ini.

Cambridge Analytica telah jauh menyaingi banyak perusahaan iklan tradisional. Dan telah menumbangkan operasi cara iklan tradisional. Menjadikan pemasaran yang sepenuhnya didorong oleh data. Dan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Cambridge analytica adalah bukti daya saing teknologi canggih. Teknologi terbaru. Yang secara santai menaklukkan pesaing cara tradisional, Hillary Clinton.

Sesuai perkembangan jaman terutama di bidang pemasaran. Yang berpusat pada aktivitas manusia. Hanya dengan pemahaman mendalam tentang sifat manusia, baru dapat memanfaatkan potensi teknologi baru. Dengan hasil yang lebih baik. Dalam hal ini, Trump sangatlah sukses.

Trump adalah pengusaha tanpa pengalaman politik seperti bapak Presiden Jokowi. Tetapi Trump dengan mudah memenangkan pemilihan awal. Dari musuh paling kuat Partai Republik. Yang dianggap tidak mungkin menang dari kandidat kuat dan popular, Hillary Clinton.

Di satu sisi, karena Trump berhasil menerapkan teknologi baru untuk mendukung kampanyenya. Di sisi lain, karena Trump memainkan perannya dengan baik. Pengalaman sebagai bintang hiburan di TV.

Di balik keberhasilan ini, adalah pemahaman yang tepat akurat tentang sifat manusia. Yang di bantu Dengan teknologi data.

Just like grandma says, setiap orang ingin menang. Terutama dalam persaingan ketat ini. Pelajari dan Pakailah teknologi AI. Mengirim info yang tepat kepada pengguna di waktu dan tempat yang tepat pula.

Kedua, teknologi bukan mahakuasa. Segala pemasaran selalu berkaitan dengan manusia. Kemanusiaan selalu dipenuhi dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang sifat manusia sangatlah penting.

Terakhir, kunci kesuksesan pemasaran di masa depan, adalah kombinasi teknologi AI dan kemanusiaan. Barangsiapa yang bisa memanfaatkan sepenuhnya teknologi AI terlebih dahulu, digabungkan dengan pengamatan yang tajam tentang sifat manusia. Adalah winner yang bisa tertawa pada akhirnya.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Big dataTags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: