3D Printing

Oleh: Ricky Suwarno

17 Mei 2019

Mungkin banyak diantara kita telah sering mendengar teknologi 3D printing di media. Atau film sains fiksi. Maupun di TV. Sebenarnya, teknologi ini sudah lama ada dan sangat populer di dunia. Karena teknologi ini banyak manfaat bagi kehidupan. Dan diprediksi, dapat menumbangkan industri manufaktur di masa depan. Kedengarannya cukup keren ya..

Tetapi yang kita ketahui tentang pencetakan 3D lebih banyak di bidang umum, seperti mainan atau hiburan. Atau pencetakan kotak telepon, maupun mencetak potret. Printer yang biasa digunakan adalah printer 3D normal. Dari segi bahan, plastik adalah bahan yang paling mudah dicetak. Bisa sangat efektif dan menciptakan banyak hasil yang keren. Tetapi dalam kenyataannya, manfaat dan penggunaannya tidaklah besar.

Aplikasi industri teknologi pencetakan 3D atau 3D printing, pada umumnya dibagi atas:

Pertama, desain prototype untuk berbagai jenis produk. Saat ini, banyak perusahaan desain menggunakan pencetakan 3D untuk mengirimkan data prototype desain mereka langsung kepada pelanggan. Setelah pelanggan mencetaknya dalam bentuk 3D, mereka dapat langsung mendiskusikannya untuk produksi. Perusahaan desain tidak perlu lagi membuat sampel dan diperlihatkan kepada pelanggan. Hal ini sangat menghemat waktu dan tenaga kerja.

Kedua adalah cetakan. Pasar aplikasi cetakan jauh lebih besar. Bukan untuk desain tetapi untuk produksi. Banyak perusahaan perlu membuka cetakan sebelum produksi masal. Biaya tautan ini sangat tinggi, dan biasanya dibutuhkan ratusan juta untuk membuka suatu cetakan.

Yang ketiga, adalah membuat suku cadang. Misalnya, salah satu Universitas Sains dan Teknologi di China, menggunakannya untuk membentuk bagian logam dalam pencetakan 3D. Seperti pesawat generasi kelima Tiongkok, stealth fighter J-20. Beberapa komponen dasar didalamnya dibuat oleh pencetakan 3D ini.

Misalnya lagi, di bidang perawatan kendaraan. Jika mobil Anda membutuhkan bagian khusus, dan pas lagi kehabisan stok di gudang. Dan perlu dikirim dari luar negeri, yang membutuhkan waktu lama. Tetapi dengan bantuan pencetakan 3D, mereka langsung dapat membuatnya. Dan kemudian dipasang kemobil tanpa harus menunggu lagi.

Menurut laporan Wohler di tahun 2014, perusahaan Stratasys menguasai lebih dari separuh pasar global dengan memiliki 600 hak paten. Dengan penjualan lebih dari 100 ribu printer yang menggunakan ternologi terkini, seperti FDM dan Polyjet.

Ada juga semacam pencetakan 3D yang lain, namanya pencetakan 3D organ biologis, yang kurang dimengerti oleh banyak orang. Ada sebagian orang mengatakan bahwa di masa depan, sebuah printer 3D dapat digunakan untuk menghasilkan ginjal.

Sebaliknya, banyak pakar biologis yang mengatakan bukan hanya lima tahun. Atau sepuluh tahun. Atau bahkan seratus tahun di masa mendatang. Menciptakan ginjal manusia adalah suatu hal yang tidak mungkin. Karena sel-sel organismenya sangat halus. Ada berbagai jenis atau puluhan ribu biomolekul di dalamnya. Demi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Juga memerlukan permeabilitas dinding sel. Ada berbagai biomolekul yang sangat kompleks yang tertanam di dinding sel. Yang memerlukan sinyal yang harus ditransmisikan dari dalam dan di luar tubuh. Hal-hal rumit seperti ini mustahil dapat dibuat dengan pencetakan 3D.

Just like grandma says, pencetakan 3D biologis yang biasa kita dengar sebenarnya adalah kultur sel tiga dimensi dan kultur jaringan biologis tiga dimensi. Artinya, menghasilkan atau memproduksi suatu organ didasarkan atas satu chip. Yang sama sekali berbeda dari pencetakan 3D. Terutama produksi cara bertumpuk dan tambahan. Jadi kita tidak menyebutnya pencetakan 3D. Ini pada dasarnya adalah suatu sains fiksi atau khayalan bila ingin menggunakan pencetakan 3D untuk membuat organ atau ginjal manusia.

Advertisements
Categories: 3D printing, pencetakan 3D, artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: