Advertisements

Dampak 5G dan IoT pada teknologi blockchain

Oleh: Ricky Suwarno

16 Juli 2019

5G, Internet of Things dan blockchain adalah teknologi yang independen. Ketiga teknologi ini disebut “Troika”. Kereta yang akan membentuk masa depan kita. Masa depan Digital.

5G alias the 5th Generation teknologi komunikasi seluler. Menciptakan jaringan dasar baru. Standar baru untuk komunikasi nirkabel;

IoT atau “Internet of Things” adalah bagian penting dari generasi baru teknologi informasi. Mengkoneksikan semua objek ke internet. Tahap penting perkembangan di Era informasi.

Blockchain, teknologi yang didasarkan pada kriptografi dan matematika. Membuat pembukuan besar yang terdistribusi. Dan terdesentralisasi. Memungkinkan pembaruan buku secara tepat waktu. Memastikan perlindungan privasi pengguna. Dan keaslian data.

Ketiganya saling terkait erat. Tak terpisahkan. 5G perlu menggunakan IoT dan blockchain untuk mencapai kinerja terbaik. Sedangkan, IoT dan blockchain juga harus bergantung pada 5G untuk mencapai hasil akhir.

5G,adalah gelombang teknologi terbesar yang kini melanda dunia. Teknologi jaringan seluler terbaru. Di tingkat dasar, sudah tidak ada hambatan untuk penerapan teknologi 5G. 5G dapat mengirimkan data dengan kecepatan hingga 10Gb per detik. Sedangkan, 4G hanya dapat mencapai 100Mb per detik.

Dari kumpulan data, 5G dapat memastikan internet lebih cepat. Latensi lebih rendah. Interkoneksi lebih besar. Mampu menghubungkan lebih banyak perangkat. Pada saat yang bersamaan.

Cakupan 5G global diperkirakan akan dimulai pada tahun 2020. Namun, beberapa negara telah mulai mengembangkan aturan mereka sendiri. Sebagai contoh, Korea Selatan dan China. Dengan teknologi Huawei dan China Mobile, Shanghai telah mengimplementasikan 5G di banyak lokasi. Memfasilitasi pembangunan kota pintar. Atau teknologi Mobil tanpa pengemudi. Misalnya, 100 mobil otonom yang dirilis Baidu di Beijing bulan ini.

Keunggulan 5G dengan kecepatan 10Gb per detik, menjadikan perangkat IoT penerima manfaat terbesar dari teknologi baru ini. Terutama untuk perangkat kecil. Berdaya rendah. Kecepatan lebih tinggi berarti data jaringan lebih cepat terTransmisi. Selain itu, interkoneksi yang efisien dari jaringan 5G berarti bahwa lebih banyak perangkat IoT akan mendapat manfaat.

Di lain pihak, Teknologi IoT memungkinkan semua objek berwujud terhubungkan ke Internet. Mengirimkan data melalui algoritma. Melayani pelanggan dengan lebih nyaman dan effisiensi.

Saat ini, manifestasi tercepat dan paling intuitif dari perkembangan teknologi IoT adalah semakin banyaknya perangkat pintar. Seperti TV. Perabot Rumah Tangga. Atau alat penyedot debu. Sudah banyak rumah pintar yang sepenuhnya dioperasikan oleh algoritma bawaan.

Ketika kehidupan keluarga menjadi lebih cerdas, itu berarti kehidupan kota pintar tidak jauh dari kenyataan. Tujuan dari kota pintar adalah untuk mengurangi emisi. Mengurangi biaya energi. Serta polusi.

McKinsey memperkirakan bahwa dengan bantuan jalan pintar, waktu perjalanan dapat ditingkatkan 15-20%. Waktu respons untuk layanan darurat meningkat 20-35%.

Secara singkat, 5G akan memberikan jalan pintas bagi rumah pintar atau smart home. Smart city. Dan lebih banyak perangkat pintar lainnya untuk mewujudkan potensi riil.

Setelah penataan platform perangkat pintar, terutama perangkat berdaya rendah, IoT akan mudah direalisasikan. Dan mengoperasikannya. Sehingga, lebih banyak perangkat akan dikoneksikan ke jaringan. Sehingga, lebih banyak orang dapat memanfaatkannya.

Sekarang, 5G dan IoT telah tersedia. Tetapi muncullah kekhawatiran. Terutama di sektor keamanan dan privasi. Dan di sinilah Blockchain masuk. Memainkan peranannya. Banyak orang cuma tahu mata uang virtual seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple dan Litecoin. Termasuk Libra yang dirilis Facebook belum lama ini.

Tetapi jarang orang benar-benar menguasai teknologi di baliknya. Blockchain.

Blockchain adalah mode aplikasi baru teknologi computer. Penyimpanan data terdistribusi. Transmisi point-to-point. Mekanisme konsensus. Dengan algoritma enkripsi.

Sifat didistribusikan dari blockchain berarti dapat menahan sebagian besar masalah keamanan. Blockchain memberikan perlindungan hacker yang lebih baik daripada sistem client-server tradisional. Sehingga, Blockchain dipercaya sangat aman untuk transaksi online Mata uang Virtual. Cryptocurrency.

5G mempercepat lebih banyak perangkat IoT untuk akses. Ke jaringan dan pertukaran data. Keamanan yang disediakan oleh blockchain memastikan sekuriti data pengguna. Termasuk pertukaran data.

Dengan kata lain, ketiga teknologi ini dengan masing-masing peranannya akan saling memperkuat satu sama lainnya.

Awal tahun ini, Dokter Cina menggunakan robot untuk melakukan teleoperasi 5G. Pada otak pasien untuk pertama kali didunia. Seiring peningkatan drastis layanan kesehatan global, Situasi ini diharapkan akan semakin meningkat. Sehingga, pasien dari Indonesia misalnya, tidak harus jauh-jauh terbang ke China atau Amerika untuk pengobatan.

Sementara 5G menyediakan kecepatan jaringan untuk perangkat IoT, namun, integrasi dengan blockchain sebenarnya masih mengakibatkan pemrosesan data dan transaksi yang sangat lambat.

Inilah tantangan yang diharapkan untuk menyuntikkan teknologi blockchain ke dalam domain 5G dan IoT. Akan tetapi, solusi spesifik untuk tantangan ini tampaknya kurang jelas.

Just like grandma says, 5G, IoT maupun Blockchain dapat bekerjasama dengan baik untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Tren umum 5G dan Internet of Things telah terbentuk. Semoga, para insinyur dan developers dapat menemukan cara memecahkan masalah skalabilitas blockchain. Sehingga ketiga teknologi ini dapat sepenuhnya terintegrasi. Memainkan potensi utama mereka. “For A Better Tomorrow.”

Advertisements
Categories: 5G Blockchain IoT, artificial intelligence blockchain, Blockchain, dampak 5G dan IoT, Huawei 5GTags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: