Advertisements

A Coffee with Ren

Oleh: Ricky Suwarno

19 Juni 2019

Dua hari yang lalu, pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei mengadakan dialog dengan dua tamu kelas berat dari AS. George Gilde dan Nicholas Negroponte. Khusus membahas Huawei blacklist dan Perang Dagang AS-China. Serta, bagaimana Huawei dijadikan umpan atau chip oleh Donald Trump, dalam menekan China untuk mengorbankan lebih banyak kepentingan negara kepada AS. Dialog bertema “Teknologi, Pasar, dan Perusahaan”, berlangsung di kantor pusat Huawei, Shenzhen, China.

George Gilde, adalah pakar ekonom dan futuris AS. George dikenal sebagai pemikir “Era Digital.” Menurutnya, “Huawei bukan masalah. Melainkan, sebaliknya AS dalam mengaktifkan kembali ekonomi dan memperkuat peluang infrastruktur digital, AS justru harus merangkul Huawei. ”

Nicholas Negroponte adalah pendiri MIT Media Lab. Beliau terkenal sebagai Nabi Digital. Peramal di Era Digital. Menurut Nicholas Negroponte, “Larangan terhadap peralatan dan teknologi Huawei tidak akan membuat jaringan komunikasi AS lebih aman. Sebaliknya, akan merugikan bisnis dan konsumen AS.”

Dialog berlangsung sekitar 100 menit. Supaya mudah di cerna, Ricky berusaha menyimpulkan inti percakapan orang-orang terhebat ini sebagai berikut.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei:

1. Saya tidak mengira tekad AS menyerang Huawei begitu besar. Walaupun demikian, hal ini tidak akan menghambat perkembangan dan kemajuan Huawei.

Trump tidak hanya memerangi pasokan suku cadang. Tetapi juga melarang Huawei berpartisipasi dalam banyak organisasi internasional. Atau memperkuat kerja sama dengan universitas AS. Atau menggunakan teknologi apa pun dari AS. Bahkan melarang segala yang berhubungan dengan jaringan AS.

Huawei sangatlah tabah, dan kuat. Huawei adalah burung yang tidak bisa mati.

2. Diperkirakan produksi ponsel Huawei akan menurun dalam dua tahun ke depan. Pendapatan dalam dua tahun ini, berkisar 100 miliar dolar AS. Tetapi, mulai tahun 2021, Huawei akan memperoleh kembali vitalitasnya dan lepas landas.

Ketika Huawei masih lemah, Huawei harus memperkuat kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Amerika. Sebaliknya, sekarang Huawei telah mandiri dan berkemampuan bersaing, justru harus lebih memperkuat kerjasama dengan AS.

Semua rekan partner Perusahaan-perusahaan Amerika memiliki hati nurani dan moral yang sangat baik. Dalam perkembangan 30 tahun ini, Huawei tidak pernah terlepas dari dukungan mereka. Sekarang, Huawei mengalami frustrasi. Bukan karena ulah mereka. Melainkan, persepsi politisi AS yang berbeda pandangan tentang berbagai hal.

3. Komunitas negara harus kerjasama dan saling menguntungkan. Dalam Era Informasi, Negara yang mengisolasikan diri ditakdirkan untuk kalah.

4. Hanya dengan kerja sama terbuka, baru dapat mencapai kebutuhan peradaban manusia. Sehingga, lebih banyak orang dapat menikmati manfaat yang dibawa oleh teknologi baru dengan biaya lebih rendah.

5. Dalam 30 tahun terakhir, lebih dari 170 negara didunia telah membuktikan bahwa jaringan Huawei sangatlah aman. Setiap menandatangani kontrak dengan suatu negara, Huawei bersedia menunjukkan kontrak perjanjian kepada semua orang. Huawei sangat transparan. Berani menjamin tidak ada istilah pintu belakang. Dan berani memikul tanggung jawab ini.

6. Huawei akan menginvestasikan 100 Miliar dolar dalam 5 tahun. Untuk refactoring arsitektur jaringan menjadi lebih sederhana. Lebih cepat. Lebih aman. Dan lebih kredibel. Setidaknya, bisa memenuhi standar G7PR Eropa.

7. Jika finansial Huawei terpukul, investasi dalam penelitian ilmiah Huawei dijamin tidak akan berkurang. Huawei berkomitmen untuk menyelesaikan transformasi Huawei sendiri. Dan berkontribusi pada kemanusiaan.

8. Hanya melalui kerja sama global, lebih banyak orang didunia ini baru dapat menikmati buah dari perkembangan teknologi.

9. Huawei tidak akan mempersenjatai Hak kekayaan intelektual mengenai 5G. Izin interaksi timbal balik antar perusahaan tetap sangat diperlukan. Tetapi Huawei tidak akan memungut biaya Hak Paten sebesar Qualcomm.

10. Huawei tidak akan terpecah di masa depan. Juga tidak akan mem-PHK karyawan dalam skala besar. Penjualan kabel bawah laut tidak terkait dengan bisnis utama Huawei. Makanya, Lebih banyak karyawan akan dikerahkan ke medan perang utama. Dengan fokus pada saluran utama.

Just like grandma says, Kekuatan pendorong terbesar masyarakat dalam 20-30 tahun ke depan adalah AI atau kecerdasan buatan.

Masyarakat masa depan akan menjadi lebih kompleks. Kecerdasan individu sendiri tidak akan bisa menandingi. Sebagian pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan. Dan, Kecerdasan buatan sendiri akan menciptakan kekayaan luar biasa bagi manusia. Kita harus toleran terhadap inovasi. Bukannya, menolak. Dengan demikian, kita baru dapat

Merangkul masa depan yang lebih baik.

Advertisements
Categories: A coffee with Ren, artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: