AI bukan suatu ancaman

AI bukan suatu ancaman atau tantangan bagi eksistensi Umat Manusia. Melainkan, suatu peluang. Amir Husain, seorang konsultan platform komputasi kognitif “Watson” IBM. Beliau juga merangkap sebagai penemu, ilmuwan komputer, dan pengusaha Pakistan-Amerika. Amir Husain memiliki pendapat yang sangat berbeda dengan Bill Gates maupun Elon Musk.

Dia percaya bahwa kecerdasan buatan atau AI bukan suatu ancaman. Sebaliknya, AI merupakan langkah lain dalam kemajuan manusia. Hanya kecerdasan buatan yang dapat melindungi manusia dari kecerdasan buatan itu sendiri. Husain memberikan alasannya dalam sebuah wawancara dengan Interface News.

AI bukan suatu ancaman

Amir Husain berpendapat, bahwa kekhawatiran orang-orang tentang kecerdasan buatan terutama didasarkan pada tiga poin.

Pertama, Manusia takut bahwa AI nantinya tidak dapat dikontrol seperti yang sering ditayangkan dalam Film Hollywood. Mereka percaya kecerdasan buatan akan memiliki kesadaran dan menggantikan manusia untuk mengendalikan dunia. Kenyataannya, teknologi kita saat ini jauh dari tingkat kemajuan yang dikuatirkan. Ketakutan masyarakat berasal dari teknologi yang tidak ada. Atau paling tidak, belum ada. Artinya, ketakutan mereka atas suatu imajinasi yang tidak dipahami sepenuhnya.

Kedua, Manusia khawatir setelah kecerdasan buatan memiliki kesadaran, Mereka akan memiliki Misi dan tujuan tersendiri. Dalam proses mencapai tujuannya, AI tidak akan peduli dengan segala hal yang akan menimpa keberlangsungan manusia. Pada akhirnya akan menjadi iblis yang menghancurkan manusia.  

AI bukan suatu ancaman
AI dan Big Data adalah suatu ancaman menurut Boss Alibaba-Jack Ma (Image:CIO Bulletin)

Namun, Amir Husain menekankan bahwa ini hanyalah spekulasi manusia. Orang-orang berpikir bahwa kecerdasan buatan akan menciptakan setan atau kejahatan seperti Bin Laden maupun Hitler. Mereka menggunakan cara pemikiran manusia untuk berspekulasi tentang kecerdasan buatan. Tetapi, kecerdasan buatan tidak berpikir dengan cara manusia.  .

Akhirnya ketiga, Amir Husain percaya bahwa teknologi yang bisa menghancurkan manusia sebenarnya sudah ada sejak dulu. Seperti teknologi nuklir. Tetapi manusia masih menggunakan teknologi nuklir untuk memfasilitasi pembangunan sosial.  Karena itu, kecerdasan buatan juga bisa digunakan oleh manusia, seperti halnya manusia menggunakan Teknologi Nuklir dalam kehidupan.  

Sejauh ini, bahaya nyata dari kecerdasan buatan bukanlah penghancuran manusia, tetapi dampaknya terhadap pekerjaan dan aplikasi militernya.

Selain itu, Hussein mengatakan ketika penerapan kecerdasan buatan menjadi lebih luas, ketika kecerdasan buatan melibatkan masalah-masalah besar seperti pengoperasian peralatan mahal, yang berkenaan dengan masalah hidup atau mati, kekuatan kota dan seluruh sistem fisik, yang harus kita lakukan adalah meningkatkan Operasi Algoritma untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa.  

Sebagai contoh, sebuah perusahaan utilitas yang berinvestasi dalam turbin. Ketika sistem pemantauan otomatis mendeteksi suatu kejanggalan, sistim akan segera memberikan instruksi untuk menghentikan turbin. Tetapi perusahaan tidak akan menghentikan penggunaan mesin yang sedemikian mahal ini sama sekali. Perusahaan Utilitas ini hanya perlu mengetahui mengapa kejanggalan tersebut terjadi atau alasan untuk berhenti.  

Just like grandma says, AI bukan suatu ancaman seperti dalam Contoh lainnya, penerapan kecerdasan buatan atau AI di dalam sektor militer. Ketika senjata otomatis ditujukan pada suatu objek, AI akan menjelaskan mengapa objek tersebut adalah target serangan maupun perkembangan masa depan teknologi ini.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: