Advertisements

AI dan Medis

Oleh: Ricky Suwarno

25 maret 2019

Pengembangan produk, dan karyawan atau personel butuh biaya. Perlu bayar gaji. Kalau AI startup menggunakan produk yang bagus, tetapi tidak ada yang membeli. Bagaimana bisa berkelanjutan? Bagaimana bisa menjamin produk menjadi lebih baik? Inilah keluhan dari AI startup di bidang medis.

Produk harus dapat memainkan peran klinis. Selama ini bisa dilakukan, komersialisasi tidak terlalu menjadi masalah.

Dalam gelombang “AI medis” ini, startup salah satu teman saya, Beijing Infervision teknologi telah menjadi salah satu indikator khas di China. Infervision didirikan pada tahun 2015. Spesialis di medical imaging field. Sektor AI medis paru-paru. Dengan fund raising 300 juta yuan. Hingga kini, lebih dari 10 lembaga investasi di startup teknologi ini. Seperti Sequoia Capital.

Produk kecerdasan buatan mereka telah digunakan lebih dari 200 rumah sakit. Baik di china maupun rumah sakit paling top di luar negeri. Dan telah membantu lebih dari 20.000 analisa. Pemeriksaan bantuan terhadap kanker paru-paru setiap hari.

Tidaklah mudah untuk memasukkan AI atau kecerdasan buatan kedalam rumah sakit. Apalagi mau mengubah cara kerja dokter yang sudah terbina lama. Sehingga dokter bersedia berulangkali menggunakan sistem AI tiap hari.

Alasan utama dan tantangan dalam penerapan aktual AI ke dalam klinik, yakni masalah keamanan. Ini hal yang paling utama. Jangan sampai menyebabkan tekanan pada proses diagnostik yang telah ada. Atau sistem informasi yang salah.

Suatu “Produk AI yang baik, selain mudah diterima oleh dokter, kondusif untuk digunakan, juga harus menjaga stabilitas dan akurasi tinggi di lingkungan medis yang berbeda. Atau singkatnya, harus akurat. Stabil. Dan mudah digunakan.

Dari perspektif dokter, apakah produk AI memenuhi kebutuhan industri medis. Terutama pada penyelesaian masalah klinis. Jika produk AI bisa dirancang sesuai dengan kebutuhan dokter, Tentunya, produk tersebut pasti akan menjadi produk yang bisa disukai. Dan diandalkan para dokter.

Makanya, rata-rata rasio klik penggunaan oleh dokter sangat penting sebagai penilaian. Yang sampai sejauh ini mencapai 64,5% favorit.

AI medis dan prosedur klinis saat ini belum mencapai kecocokan. Masih dalam tahap post-AI. Maksudnya, penggunaan sesudah pemeriksaan tahap AI. Jika AI bisa dipergunakan selama inspeksi, atau dapat secara otomatis dibaca saat membaca gambar pasien. Maka, nilai AI akan lebih besar dan berguna. Kalau gambar medis AI dapat diintegrasikan ke dalam perangkat juga.”

Saat ini, sebagian besar produk AI industri ini, telah bekerja sama dengan kebanyakan rumah sakit top atas. Dan kemudian menjual produk AI yang lebih dewasa ke lebih banyak rumah sakit yang lain. Seperti pusat pemeriksaan medis. Atau pusat pencitraan pihak ketiga. Termasuk pengembangan bisnis ke sektor C.

Kecerdasan buatan harus diintegrasikan ke dalam jalur klinis. Dan integrasi perangkat lebih mendalam. Maksudnya, gambar dari masing-masing perangkat dapat dengan cepat dianalisis dan membantu kerja para dokter.

Selain itu, Infervision teknologi juga lagi memperluas produk secara horizontal. Selain produk skrining bantuan paru-paru, juga produk skrining dada atau stroke. Pada saat yang sama, mereka telah meluncurkan pusat pembelajaran mendalam. Untuk pencitraan medis yang dapat memenuhi kebutuhan penelitian AI rumah sakit.

Again, just like grandma says, AI masih dalam tahap awal pengembangan bidang medis. Seiring perkembangan industri, nilainya menjadi semakin luas. Dan akan ada prospek bisnis yang lebih beragam.

Sebelum prospek komersialisasi, masih banyak Masalah perlu diselesaikan bersama oleh kalangan industri AI. Seperti keamanan data. Kesenjangan produk. Alur kerja klinis. Maupun kebijakan dalam industri AI sendiri.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: