AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang

AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang adalah penemuan teknologi front end belum lama ini. Setiap kali Ricky mendengar dan melihat berita terobosan besar dalam bidang tertentu seperti yang diterbitkan majalah Nature, Science atau Cell jurnal baru-baru ini. Di satu sisi, Ricky merasa kagum dengan hasil penelitian ilmiah. Di sisi lain, sebagai wirausahawan dibidang digital, Ricky sering merasa cadangan pengetahuan tidak cukup untuk menilai kemajuan penelitian ilmiah mana yang akan mempengaruhi masyarakat manusia di masa depan. Atau titik balik berikutnya.

Ricky percaya mungkin banyak orang memiliki masalah yang sama. Yes? No?

AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang

Pertama, visi mesin atau AI yang memiliki kekuatan super “indra keenam”. AI atau visi mesin, artinya komputer dengan kemampuan untuk melihat. Ketika menyebutkan ini, mungkin ada yang langsung memikirkan aplikasi seperti pengenalan teks, perubahan wajah AI, dan mengemudi Otonom. Kesimpulannya, komputer telah memiliki kemampuan dan perluasan fungsi seperti mata kita.

Studi baru-baru ini tentang visi mesin (machine vision atau MV) yang dapat memberikan kita beberapa kekuatan super yang saat ini tidak dimiliki mata manusia. Pada 27 Oktober 2019, situs resmi Massachusetts Institute of Technology (MIT) menerbitkan studi baru. AI mesin memiliki indra keenam. Seperti yang sering kita nonton dalam film silat.

Misalnya Dalam film, kita sering melihat pemain utama yang sangat sensitif. Ketika merasa  atmosfir disekelilingnya agak kurang tepat, seperti angin yang meniup dengan tiba-tiba. Atau rumput dan bayang-bayang yang berkedip di belakangnya. Dia tahu bahwa musuh akan melompat keluar dari kegelapan. Sehingga sang protagonis dapat bersiap-siap bertarung dalam sekejap.

Teknologi MIT ini sangat mirip dengan memberikan AI mesin “indra keenam”.

AI mesin Ini bisa menganalisis perubahan cahaya dan bayangan di lingkungan sekitarnya. Dan memprediksi lintasan benda di balik rintangan. Indera keenam ini sangat penting.  Karena dia dapat mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh terhalangnya pandangan waktu mengemudi. Misalnya, mobil otonom bisa menentukan apakah ada pejalan kaki yang menyeberang jalan di belakang bus di sebelahnya.

Penelitian ini didasarkan pada sistem yang disebut “ShadowCamera”. Bayangan Kamera. Sistem ini dapat menentukan apakah suatu benda mendekat, dengan menganalisis perubahan intensitas cahaya pada gambar yang diambil secara terus menerus.

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan Shadowcamera untuk mempelajari mobil yang membelok atau kursi roda navigasi otomatis di rumah sakit.

Dibandingkan dengan sistem lidar tradisional, peralatan yang menggunakan sistem indra keenam ini memiliki waktu respons 0,5-1 detik lebih cepat jika terjadi keadaan darurat.

Jangan meremehkan 1 detik ini. Karena dalam menghindari tabrakan, 1 detik dapat memainkan peran yang sangat penting. Menyelamatkan jiwa manusia. Penelitian ini hanyalah salah satu penelitian terbaru tentang kekuatan super visi mesin.

Pada tanggal 27 September 2019 yang lalu, tim peneliti MIT juga telah menemukan kemampuan mata tembus pandang untuk diberdayakan pada visi mesin.  AI mesin ini mampu menilai dan melihat tindakan apa yang dilakukan oleh orang-orang di balik dinding. Misalnya, mesin dapat melihat ada dua orang sedang berjabat tangan di balik ruangan. Atau melihat posisi seorang ibu yang sedang menyuap nasi untuk anaknya.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Cahaya yang dapat dilihat mata kita pada dasarnya tidak dapat menembus dinding. Cahaya hanyalah sejenis gelombang elektromagnetik. Ada beberapa jenis gelombang elektromagnetik yang tidak terhalang oleh dinding.  Umpamanya, WI-FI di rumah. WIFI adalah salah satu gelombang elektromagnetik. Di manapun kita berada, WIFI dapat menembus dinding untuk mencapai ponsel kita.

Mesin tersebut memiliki kemampuan seperti mata tembus pandang, karena memonitor gelombang elektromagnetik yang ditransmisikan oleh objek.

Di masa lalu, para ilmuwan belum melakukan percobaan seperti itu. Karena, teknologi pencitraan di masa lalu terbatas dengan resolusi rendah. Lingkungan pantulan yang terlalu rumit sehingga efek pencitraannya kurang bagus. Kita tidak dapat melihat apapun dari hasil gambar tersebut.

AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang
AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang (sumber: MIT)

Studi MIT mengambil pendekatan yang sama sekali baru. Mereka membandingkan gambar yang diambil melalui dinding dengan gambar normal yang diambil oleh kamera tradisional. Membandingkannya satu per satu. Kemudian menggunakan Machine Learning atau pembelajaran mesin untuk menemukan hukum yang sesuai. Dengan cara ini, AI mesin akhirnya mendapatkan kemampuan untuk memahami sinyal menembus dinding. AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang.

Di masa depan, ketika kita memotret langit-langit di dalam kelas sangat memungkinkan kita dapat melihat semua jawaban di atas kertas murid-murid yang sedang ikut ujian.

Prinsip kerjanya?  

Jangan meremehkan suatu tembok besar. Dibaliknya mungkin berisi banyak informasi yang tersembunyi. Tembok besar  ini mempetakan banyak cahaya dan bayangan dari berbagai objek dibelakangnya.

Dengan menggunakan teknik Machine Learning (ML), melalui cahaya dan bayangan ini AI dapat mengembalikan objek di belakang dinding.

Artinya, dengan cara ini para ilmuwan dapat mengubah tembok besar atau dinding putih menjadi cermin. Inilah beberapa hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada tahun 2019.

Just like grandma says, tidak peduli apakah itu AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang dari visi mesin, atau bahkan “trik” mengubah dinding menjadi cermin. Pada dasarnya adalah menganalisis informasi tersembunyi dari seluk-beluk lingkungan. Sehingga melahirkan “kekuatan super”.

“Kekuatan super” ini akan membentuk kembali lingkungan informasi dan lingkungan privasi kita di masa depan. Dalam hal ini, Ricky akan terus memonitor dan berbagi di saat pertama adanya perkembangan terbaru.

Advertisements
Categories: AI dengan indra keenam dan mata tembus pandang shadowcamera

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: