AI membuat kerja jadi lebih mudah

Oleh: Ricky Suwarno

Jika sebelumnya kecerdasan buatan hanya bisa di lihat di film, kini teknologi Siri atau iFlytek (teknologi informasi China yang membuat kemungkinan semua orang di dunia bisa berbahasa Mandarin dengan mudah) sudah ada di genggaman tangan jutaan pemakai gadget iOS maupun android. Bagi mereka yang berharap kemudahan dalam bekerja, AI siap hadir melayani.

Meskipun begitu, AI tidak menghilangkan peran manusia. AI Bahkan menciptakan lebih banyak pekerjaan baru. Manusia akan lebih fokus ke pekerjaan yang lebih kompleks. Menantang. Dan lebih butuh banyak personal touch. Atau komunikasi antar manusia.

Dengan menguasai teknologi ini, perusahaan akan berpotensi membentuk masa depan yang lebih kompetitif. Seperti pada dunia digital internet. Siapa yang lebih dulu menggunakan AI, akan menuai hasilnya sebagai pelopor di kemudian hari.

Belum lama ini, MIT melakukan beberapa pengujian tentang MIT Intelligence Quest. Seperti, Core yang berfokus pada Science of intelligence. Yang berupaya memahami apa yang terjadi di otak manusia. Neuro sains menampilkan bentuk otak. Kognitif sains memberitahu kita cara pikir manusia. Secara keseluruhan, mengajari kita bentuk algoritma di generasi selanjutnya.

Dalam perkembangannya, AI telah mengalami banyak perubahan. Misalnya, deep learning yang sangat terkenal saat ini. Mengalahkan pemain Go terbaik dunia. Masalahnya, deep learning membutuhkan jutaan contoh. Dan kekuatan komputasi awan. Yang sangat besar.

Bagian Kedua, yang di sebut Bridge / jembatan. Yang mengacu AI ke segala bidang. Di masa depan, setiap bidang teknik, sains, ilmu social, desain akan di pengaruhi oleh machine learning (pembelajaran mesin) dan AI. Artinya, kita bisa menggunakan machine learning dengan mudah, semudah seperti menggunakan Word. Kita Tidak perlu menjadi ahli dalam ilmu computer. Untuk memahami dan menggunakannya.

Bagian ketiga, namanya Etika. Artinya manusia dihadapkan dengan masalah etika. Dalam menggunakan system ini.

Bagian keempat, memahami dampak dan pengaruh yang diakibatkan oleh AI. Misalnya, dalam hal lapangan kerja. Kecerdasan buatan akan mengubah peluang kerja jutaan ribu orang di dunia.

Jadi, kita perlu mempertimbangkan bagaimana merencanakan pekerjaan di masa depan. Bagaimana membantu mereka yang kehilangan pekerjaan. Untuk berlatih kembali mendapatkan pekerjaan yang layak. Demi bisa beradaptasi dengan perubahan di kemudian hari.

So, again, just like grandma says, setiap orang harus memahami pemikiran komputansi. Computational thinking. Seperti apa itu algoritma. Bagaimana cara menggunakannya. Apa yang harus di lakukan untuk menggunakannya. Dalam keadaan apa kita harus percaya hasilnya. Walaupun kadang kita akan menggunakan hasil ini. Tetapi kadang kita mungkin bertanya, apakah algoritma ini akan memberi hasil yang diharapkan.

Tentu saja, ini bukan berarti kita harus dapat memprogram. Meskipun pemograman itu sangat penting. Tetapi, Bagaimana kita melihat masalah ini mungkin lebih berarti.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, MIT intelligence quest, WordTags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: