AI merevolusi cara kerja SDM

AI merevolusi cara kerja SDM mulai menjadi tren Dunia, misalnya Moka, sistem manajemen rekrutmen berbasis AI pertama di China. Yang melayani pengguna seperti Burger King, Mcdonalds, xiaomi dsb. Pendirinya, adalah juara pertama kontes Facebook Hackathon. Dan baru berumur 28 tahun.

Moka, didirikan pada tahun 2016. Kurang dari empat tahun yang lalu. Moka Baru saja menyelesaikan fundraising putaran B sebesar 180 juta yuan. Atau sekitar 28 juta dollar.

Sebagai perusahaan layanan SaaS, kemampuan untuk mendapatkan bisnis, dan pertumbuhan pendapatan adalah indikator yang sangat penting. Moka telah melayani lebih dari 500 pelanggan korporat. Termasuk Xiaomi, Sogou, Burger King, dan Herki International Group. Bisnis modelnya, 18.000 yuan atau 2800 dollar per rekening. Pendapatannya pada 2018 hampir 5 juta dollar. Pertumbuhannya naik 400% YoY.

Wow, suatu perkembangan yang sangat luar biasa untuk startup berbasis AI. Karena sampai sekarang, masih tidak banyak startup AI yang bisa mencetak revenues. Ketika ditanya mengapa VC menginjek modal ke Moka. Alasannya simple.

AI merevolusi cara kerja SDM

Melalui AI, efisiensi perekrutan dapat ditingkatkan berkali-kali lipat. Di tingkat produknya Moka, pengalaman pengguna atau users experiences dapat disempurnakan. Thanks to AI deep learning.

Dalam proses rekrutmen tradisional, ada banyak inefisiensi. Misalnya, sumber resume terlalu tunggal. Dan saluran rekrutmen tradisional, seperti Zhilian dan Lagou adalah pilihan utama. Kemampuan penyaringan resume lebih lemah. Dan resume dari saluran yang berbeda, atau head hunter memiliki banyak pengulangan atas resume yang sama.

Selain itu, HR akan menerima banyak resume setiap hari. Dan efisiensi penyaringan dengan mata telanjang sangatlah ineffisiensi.

Justru tautan yang tidak efisien diatas, memerlukan penggunaan sistem perekrutan ATS (Applicant Tracking System) seperti Moka. Yang terdiri atas 10 orang dalam tim kecerdasan buatan Moka. Mereka menggunakan data besar. Dan teknologi NLP. Untuk membantu pengguna membangun talent pool secara internal.

Menurut statistik Moka, setelah sistem proses rekrutmen disempurnakan, Moka dapat membantu perusahaan mengurangi biaya waktu 40%, dan biaya keuangan 32%.

AI merevolusi cara kerja SDM
Moka-Sistem manajemen rekrutmen berbasis AI pertama di China (Image:Moka)

Peningkatan pengalaman produk ini, dapat tercermin dalam antarmuka sistem internal. Misalnya, bekerja sama dengan Sogou. Salah satu metode input bahasa terbesar di China. Moka akan membuka antarmuka push internal dengan sistem Sogou OA. Pengguna dapat masuk langsung ke halaman posisi pos Moka melalui sistem OA. Yang memfasilitasi pengiriman talenta. Perubahan ini secara langsung membawa lebih dari 20.000 resume berkualitas tinggi ke Sogou HR.

Peningkatan pengalaman produk juga tercermin dalam perubahan proses internal. Seperti persaingan internal antara departemen SDM dan departemen Sales. Dimana, pada dasarnya sales departemen memiliki lebih banyak hak bicara daripada SDM. Sehingga efisiensi respons seluruh proses tergantung pada departemen sales. Untuk feedback.

Oleh karena itu, Moka mendigitalkan waktu feedback dari masing-masing departemen. Yang membuat proses rekrutmen antara departemen sales dan SDM menjadi lebih jelas. Selain itu, Moka juga memungkinkan sistem secara langsung mendukung sales untuk mengatur wawancara sendiri. Menghilangkan perangkat lunak tradisional, yang harus melewati SDM untuk mengatur waktu wawancara dengan talenta.

Just like grandma says, AI merevolusi cara kerja SDM membantu manajemen sumber daya manusia menghasilkan banyak data. Seperti gaji, kinerja, perilaku wawancara dll. Di masa depan, bidang atau area kantor perusahaan dapat lebih didorong dengan bantuan statistik data. Bukannya hanya mengandalkan perasaan belaka. AI makes things more efficient.

1 thought on “AI merevolusi cara kerja SDM

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.