Akankah Indonesia menjadi negara maju

Akankah Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045 seperti yang diprediksi banyak pakar. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalau ingin menjadi nomor satu, belajarlah dengan orang atau negara nomor satu. Kesan yang teramat dalam waktu pengajaran di SD Fajar Harapan di Kalimantan. Karena orang yang pintar dan sukses, selalu pandai menggunakan pengalaman orang lain. Untuk menjadikan cermin bagi dirinya sendiri. Supaya tidak mengulangi kegagalan yang sama.

AS dan China adalah negara superpower di dunia saat ini. Teknologi dan perekonomian mereka menempati peringkat nomor satu dan nomor dua secara global. Di samping itu, kedua negara tersebut memiliki kesamaan dengan Indonesia. Yaitu, negara dengan populasi yang sangat besar. Dan satu diantaranya adalah negara berkembang. Dan terletak di Asia.

Akankah Indonesia menjadi negara maju

Sekarang, pertanyaannya bagaimana meningkatkan teknologi Indonesia supaya berkembang cepat?

Di masa lalu, teknologi biasanya hanya berfokus pada sisi negara atau perusahaan penyedia teknologi. Yaitu, Bagaimana meningkatkan investasi atau R&D. Bagaimana mendapatkan talenta dalam ilmiah dan teknologi. Perlu diketahui, sebenarnya teknologi juga merupakan suatu pasar. Yang juga memiliki sisi permintaan. Tetapi sering diabaikan kebanyakan orang.

Dalam 40 tahun terakhir sejak pembukaan dan pembangunan pesat di Cina. Banyak fakta menunjukkan, China pada awalnya bukan negara pembangkit teknologi. Tetapi, karena ekonomi dan populasinya yang sangat besar, membuat permintaan Cina terhadap kebutuhan teknologi menjadi besar.

Sehingga, permintaan terbesar dalam komunikasi dan digital Internet ikut membawa pertumbuhan dan perkembangan kekuatan ilmiah dan teknologinya. Artinya, permintaan dan kebutuhan besar terhadap teknologi, pada akhirnya juga dapat membawa perkembangan teknologinya. Seperti perkembangan economy berbagi, E-commerce, AI atau Kecerdasan Buatan, kereta cepat, sistem pembayaran digital dan Mata Uang Digital yang telah menjadi pelopor dunia.

Telegraf ditemukan oleh orang AS bernama Samuel F.B. Morse di tahun 1844. Telegraf Menjadi salah satu fondasi dasar untuk perkembangan teknologi AS di kemudian hari. Wilayah AS yang sangat luas. Sehingga, sulit untuk saling terhubung satu sama lain. Akan tetapi Dengan munculnya telegraf, Amerika Serikat kemudian menjadi pasar besar yang tersatukan.

Para usahawan di seluruh AS melihat peluang ini. Karena itu, pembangunan jalur telegraf di Amerika Serikat menjadi besar-besaran. Dan dipopulerkan. AS telah melakukan persiapan menyambut kebutuhan teknologi tersebut.

Sampai akhirnya, teknologi telegraf pun di bawa ke Asia dan China. Jalur telegraf pertama diletakkan di jalur Tianjin-Shanghai. Secara resmi mulai digunakan pada awal 1882. Telat hampir 40 tahun. Untuk teknologi baru ini, reaksi China begitu lamban waktu itu. Alasan utamanya, birokrasi dan struktur transmisi informasi Negeri Tirai Bambu pada saat itu.

Sebelum adanya telegraf, pemerintah Qing (Dinasti terakhir sebelum Republik Rakyat China) menggunakan sistem stasiun untuk mengirimkan informasi. Ini adalah teknologi tua yang diturunkan nenek moyang dari jaman Kaisar Qin. Tetapi, Efisiensi informasi sistem ini tidak ada bandingannya dengan telegraf.

Akankah Indonesia menjadi negara maju
Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk mencapai tingkat level Negara Maju (Image: Kumparan)

Walaupun sistem stasiun sangatlah lamban, tetapi aman dan dapat diandalkan. Khususnya menurut pandangan pemerintah pusat saat itu. Informasi bersifat rahasia bisa ditransmisikan dengan aman dalam saluran ini. Tidak akan hilang. Tidak akan bocor. Walaupun agak tertunda. Sehingga, Seluruh proses transfer informasi berada di bawah kendalinya.

Di jaman telegraf, Telegram harus berbayar dan ditagih berdasarkan jumlah kata. Bahkan walaupun seorang pejabat besar, juga harus menulis secara ringkas. Telegraf akhirnya mengubah segalanya.

Just like grandma says, Akankah Indonesia menjadi negara maju atau apa yang harus dilakukan untuk mencapai level tersebut. Tingkat teknologi suatu negara sebenarnya tergantung pada dua faktor. Faktor R&D dan talenta, adalah faktor dari sisi penyedia teknologi. Di sisi lain, faktor dari pihak permintaan, yaitu struktur sosial dan konsep tradisional. Beban Sejarah siapa yang lebih sedikit atau struktur sosialnya lebih terbuka, ataupun permintaan terhadap teknologi baru lebih mudah diterima akan menentukan perkembangan teknologinya berkembang lebih cepat.

China hari ini adalah kebalikan dari Cina seratus tahun yang lalu. Dalam hal permintaan, justru memberikan keyakinan pada kebangkitan teknologi China. Apalagi, dengan munculnya sebuah teknologi baru seperti pembayaran elektronik, kecerdasan buatan, 5G, atau blockchain Dalam skala global. Tiongkok, sering kali merupakan salah satu negara dengan antusiasme terbesar dan aplikasi tercepat dalam menyambut teknologi baru.

Saya yakin, Akankah Indonesia menjadi negara maju bukan hanya masalah sikap atau mental. Tetapi juga struktur sosial dan cara  pemikiran di sisi permintaan. Apakah siap lepas landas untuk menyambut kemajuan teknologi nasional. Seperti halnya Era telegraf di AS. Struktur sosial dan konsep pemikiran AS waktu itu, telah ada persiapan memasuki generasi teknologi tinggi.

Seperti kutipan dari pakar statistik dan eknonomi Jerman, Ernst Engels, Akankah Indonesia menjadi negara maju: Begitu masyarakat memiliki kebutuhan teknologi yang kuat, kebutuhan ini akan mendorong teknologi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sepuluh universitas yang hebat.”

Dari kenyataan ini, mungkin orang China mengerti lebih mendalam karena permintaan rakyatnya yang sangat kuat untuk mengubah nasib negaranya. Semoga saja, atau Demikian pula halnya dengan Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.