Akhir dari Internet Amerika

Akhir dari Internet Amerika menurut Benedict Evans mantan partner a16z atau Andreessen Horowitz. Andreessen Howowitz, atau sering di panggil “a16z” adalah salah satu  perusahaan modal ventura yang sangat terkenal di Silicon Valley, California. Saya rasa tidak banyak orang yang memenuhi syarat untuk membicarakan topik sebesar ini. Untungnya, penulis artikel ini bukanlah orang biasa.

Jika 100 juta PC merupakan salah satu tanda popularitas Internet di dunia, maka kita akan menemukan bahwa lebih dari setengahnya berada di Amerika Serikat pada saat itu. Meskipun Internet ditemukan di Swiss dan komputer ditemukan di Inggris Raya, namun Internet telah “didominasi” oleh Amerika Serikat untuk waktu yang cukup panjang.

Dalam 20 tahun pertama Masa Internet, perusahaan Amerika telah banyak menciptakan produk dan layanan terpenting di dunia. Pada tahap ini, seiring dengan berkembangnya Internet, budaya dan hukum Amerika ikut ekspansi keluar. Sampai akhirnya, menaklukkan dan menempati posisi dominan dalam persaingan Global.

Akhir dari Internet Amerika

Bagaimana situasi internet dunia sekarang ini? Ada lebih dari 80%-90% pengguna Internet dunia berada di luar Amerika Serikat. Misalnya, jumlah total pengguna telepon seluler di Tiongkok melampaui jumlah total pengguna Amerika Serikat dan Eropa Barat. Belum lagi berbagai industri yang ingin mengubah perusahaan rintisan telah tersebar di seluruh dunia.

Pada saat yang sama, Internet juga mulai memberikan dampak penting dan mendalam pada kehidupan nyata masyarakat. Sebagai contohnya, sampai pada tahun 2017, 40% hubungan romantis di Amerika Serikat awalnya bertemu secara online.

Benedict Evans percaya bahwa ini telah membawa salah satu hasil terpenting. Produk internet dan teknologi di belakangnya tidak lagi semata-mata harus unduk pada UU AS. Berbagai kawasan dan negara di dunia telah mulai bersaing untuk memperebutkan dominasi internet.  Tidak hanya terbatas pada lokal, tetapi juga semua produk dalam negeri yang dapat tercakup.

Mungkin agak berlebihan kedengarannya, ada perkataan yang sangat terkenal di AS. “Tempat di mana bisa terjangkau oleh Internet, disitulah kepentingan nasional harus diperjuangkan.” Perkataan ini telah menjadi Gaya Formal Pemerintah Negara Paman Sam. Ketika teknologi Amerika Serikat tidak bisa bersaing dengan negara lain, mereka akan melindungi perusahaan domestiknya dengan alasan “mengancam keamanan nasional AS.

Sebaliknya, bila teknologi ataupun produk mereka jauh lebih kuat bahkan sampai tingkat monopoli dunia, Mereka akan memaksakan negara lain untuk membuka pasarannya dengan alasan Perdagangan bebas yang harus di junjung tinggi. Contoh yang paling langsung dan mencerminkan situasi ini adalah penjualan secara paksa Tik Tok di tengah hari bolong oleh Donald Trump.

Ini adalah pertama kalinya orang Amerika menggunakan Tik Tok, media yang “Bukan” dibuat oleh perusahaan Amerika sendiri untuk bersosialisasi dengan publik terutama Anak remaja. Tik Tok, video pendek aplikasi buatan Tiongkok telah sangat terkenal di mana-mana. Amerika yang telah terbiasa dengan hegemoninya, termasuk masalah geopolitik AS dengan Tiongkok membuat situasi persaingan internet dunia semakin rumit. 

Bagaimana pemerintah AS memperlakukan Tiktok pada tahun 2020, dan bagaimana mereka memadamkan perselisihan yang ditimbulkan AS ini akan berdampak besar. Karena ini pasti bukan yang terakhir kali.

Bagi Amerika Serikat, Internet dulunya adalah produk industri “ekspor.” Namun, sekarang menjadi industri yang kompetitif dengan negara lain, terutama Tiongkok. Itulah sebabnya, mengapa Benedict Evans mengatakan bahwa sekarang adalah “akhir dari Internet Amerika.”

Meski perselisihan seputar TikTok belum selesai, hal ini tidak mencegahnya untuk terus mempromosikan bisnisnya. Baru-baru ini, TikTok resmi merilis Global Transparency Report paruh pertama tahun 2020. Ada Beberapa data yang cukup menarik.

Pertama, niat awal dari pendirian pusat transparansi dan akuntabilitas global Tik Tok sangat menarik perhatian. Tujuan utamanya untuk membangun kepercayaan masyarakat dan mempraktikkan akuntabilitas di industri teknologi. 

Laporan-laporan ini dirilis tidak hanya untuk bertanggung jawab kepada komunitas, tetapi juga untuk membuat banyak tindakan TikTok transparan. Memastikan bahwa TikTok sangat aman dan terbuka untuk semua orang. Bukan hanya untuk AS.

TikTok telah menghapus lebih dari 104 juta video di seluruh dunia. Data ini lebih dari dua kali lipat dari paruh kedua tahun 2019. Yang hanya menyumbang sekitar 1% dari total jumlah video di platform TikTok. Bayangkan, betapa besar jumlah konten platform Tik Tok ini.

Alasan utama penghapusan konten berkaitan dengan konten pornografi, informasi palsu, perkataan yang mendorong kebencian, dan pelanggaran “Pedoman Perlindungan Anak di Bawah Umur”. Di samping itu, dalam enam bulan terakhir, TikTok menerima 1.768 permintaan informasi pengguna dari pemerintah di 42 negara dan wilayah. Namun, tidak ada satupun dari “China” yang muncul di sini.

Munculnya iPhone telah merevolusi kategori ponsel. Misalnya pertama, mode interaksi antarmuka yang diwakili oleh multi-sentuh. Kedua, perubahan dalam model bisnis perangkat lunak yang berpusat di market place “App Store.” Apple telah membentuk pasar perangkat lunak ponsel sendiri. Dengan meningkatkan jumlah orang yang dapat menggunakan ponsel dengan aman dalam ekosistemnya sendiri.

Secara khusus, Apple telah bekerja keras untuk meletakkan perangkat lunak di kotak pasir. Pengguna hanya dapat melakukan operasi yang diizinkan oleh Apple. Para pengembang  tidak boleh menipu pengguna untuk melakukan operasi “berbahaya”. Ini berarti bahwa aplikasi menjadi aman.

Dengan bantuan App Store mendistribusikan perangkat lunak secara seragam, jalur akses pengguna menjadi sederhana. Pengguna tidak perlu repot mengoperasikannya. Pasar aplikasi yang terfragmentasi akan membuat pembayaran online menjadi sangat merepotkan. Solusi Apple dapat meminimalkan gesekan. Semua ini sangat menguntungkan persaingan yang sehat di pasar perangkat lunak. Berkat kepercayaan dan aturan, seluruh industri berkembang pesat.

Namun sekarang, perusahaan Spotify dan Epic games sedang berselisih sengit dengan Apple. Sebenarnya, kontradiksi ini telah diramalkan oleh Steve Jobs pada awal 2011. Beliau juga menekankan, Apple tidak dapat menerima transaksi yang dipisahkan dari App Store.

Namun, waktu telah berlalu hampir sepuluh tahun. Posisi Apple saat ini jauh lebih besar dari Masa Steve Jobs. Nilai pasar, basis pengguna, dan ekologi pengembang Apple telah terlalu besar. Langkah sekecil apa pun akan berdampak penting pada pengguna dalam ekosistem. Situasi Apple sekarang, sebenarnya berakar pada perbedaan “pandangan” orang. Ada yang menginginkan kebebasan. Dan ada yang hanya mengejar kesederhanaan dan keamanan.

Belum lama ini, saya membaca artikel mengapa para genius di dunia selalu muncul pada saat bersamaan. Jangan mengira bahwa orang jenius itu tersebar secara merata. Secara historis, kreativitas dan para talenta luar biasa akan muncul dan terkonsentrasi pada waktu dan tempat tertentu.

Contohnya, Athena dari tahun 440 hingga tahun 380 SM. Florence dari 1440 hingga 1490.  Atau, London dari 1570 hingga 1640. Para jenius dari Athena sangat pandai dalam filsafat. Sedangkan, para talenta Florence lebih pandai dalam melukis dan memahat. Dan jenius dari London lebih banyak berkontribusi pada perkembangan puisi dan drama. Ini adalah zaman keemasan para jenius di dunia.

Tentu saja, ini bukan mengatakan bahwa Era atau wilayah lainnya tidak menghasilkan orang-orang jenius. Tetapi tiga era spesifik ini terlalu mempesona. Mereka bisa disebut sebagai Era Stellar. Karena kontinuitas dan jangkauan radiasi yang sangat luas, hal itu berdampak halus pada seluruh masyarakat pada saat itu.

Lantas, apa saja kemungkinan alasan munculnya para genius pada waktu bersamaan?

Alasan pertama, kemakmuran budaya tidak terlepas dari kemakmuran ekonomi. Hanya dengan dukungan material kita bisa berbicara tentang seni dan hal lainnya. Kedua, kedamaian lingkungan eksternal. Ini jelas kondusif bagi kemajuan filsafat, seni, dan sains.

Ketiga, lingkungan sosial yang bebas dan terbuka. Kebebasan dari pengontrolan negara atau agama dapat menyuburkan peradaban.

Keempat, mobilitas sosial yang baik. Biasanya, jika golongan kelas dalam masyarakat saling bisa terpenetrasikan, daya tarik seni akan meningkat secara signifikan.

Munculnya era kejeniusan seperti ini harus dilandasi dengan kemenangan militer. Orang Athena memenangkan Perang Hippo dan membanggakan diri mereka sebagai keturunan Marathon. Florence menaklukkan Pisa dan Lucca, dan memulai ekspansi ekonomi maritim. Sedangkan, Inggris baru saja menaklukkan Armada Tak terkalahkan Spanyol pada waktu itu yang juga menjamin keamanan laut.

Kalau begitu, Apa faktor internal yang memungkinkan Era kejeniusan ini? Jawabannya, pendidikan dan komunitas. 

Umpamanya, banyak talenta dari bidang berita & penerbitan di Amerika Serikat memilih untuk bekerja sendiri selama wabah Covid-19. Ambil saja contoh Casey Newton, Sumber utama The Verge untuk berita Silicon Valley. Casey berusaha menganalisa dan melaporkan Para Taipan dan produk yang membentuk teknologi masa depan teknologi seperti “AI atau Kecerdasan Artifisial” dan budaya AS akhirnya, menjadi “media mandiri”.

Merebaknya epidemi virus Corona telah meningkatkan beban keuangan banyak perusahaan penerbitan dan pers tradisional. Para reporter telah menyaksikan banyak gejolak dalam perusahaan. Sehingga, mereka memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri. Hal tersebut berkaitan erat dengan pertumbuhan cepat dari “Substack”. 

Akhir dari Internet Amerika
Akhir dari Internet Amerika (Image: Bourne root)

Substack, platform online yang menyediakan infrastruktur penerbitan, pembayaran, analitik, dan desain untuk mendukung buletin berlangganan. Platform ini sangat mirip dengan “planet pengetahuan Tiongkok. Dimana para penulis pada akhirnya dapat menerima 10% komisi atas hasil penerbitan.

Just like grandma says, Tidak menjadi masalah jika Silicon Valley harus berakhir sebagai 25% atau 75% dari 100 perusahaan Raksasa internet terpenting berikutnya. Amerika tidak lagi memiliki monopoli dalam agenda Dunia. Ini adalah akhir dari internet Amerika.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.