Akhir Hegemoni Dolar Amerika

Akhir Hegemoni Dolar Amerika telah dimulai. Hal ini mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kemarin Ricky pas membaca sebuah artikel situs China US focus khusus membicarakan masalah ini. Ricky merasa ada beberapa titik menarik yang pantas dibagikan dengan teman-teman.  

Menurut kebanyakan orang, Basis Utama hegemoni Amerika didasarkan pada kekuatan militernya. Namun kenyataannya, sumber nyata kekuatan Amerika didasarkan pada mata uangnya. Dolar AS. Dengan hegemoni dolar, Amerika Serikat dapat meminjam uang tanpa batas dari seluruh dunia. Sebaliknya, Akhir dominasi dolar akan memotong sumber kredit AS. Dalam hal ini pengeluaran Departemen pertahanan AS dan biaya program pemerintah utama lainnya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemilih Amerika. Rakyat AS sendiri. Ini akan menyebabkan perubahan besar dalam prioritas budget pemerintahnya nanti.

Akhir Hegemoni Dolar Amerika

Posisi hegemoni dolar AS memiliki empat keunggulan yang saling terkait.

Pertama, mengharuskan negara-negara lain untuk menggunakan dolar AS sebagai mata uang solusi perdagangan.

Kedua, mengendalikan aturan akses untuk sistem pembayaran global.

Ketiga, status primer dolar AS sebagai mata uang cadangan global.  

Keempat, dan mungkin poin terpenting adalah sifat dolar AS sebagai mata uang fiat.

Tapi semua ini mulai tergoyang. Dunia terus berputar dan berubah dengan cepat. Penurunan Hegemoni Dolar AS mungkin tidak perlu waktu puluhan tahun. Banyak pakar berspekulasi proses ini mungkin hanya butuh beberapa tahun. Perkembangan terakhir menunjukkan pengaruh dolar AS cenderung menurun.

Amerika Serikat telah memaksa negara-negara didunia untuk menggunakan dolar sebagai penentu harga barang dan jasa. Menciptakan permintaan besar untuk mata uangnya. AS mengharuskan pembeli di dunia dengan berbagai cara untuk mendapatkan dolar. Untuk membayar produk yang ingin mereka beli. Karena fungsi dolar AS sebagai mata uang fiat Dunia, Amerika Serikat dapat mencetak Dolar semaunya sambil berbaring. Dengan tangan kosong. Tanpa memberikan jaminan apa pun yang berharga sebagai pengganti dolar baru.

Pada tahun 1970-an, hegemoni Dolar diperkuat karena Arab Saudi setuju untuk menggunakan dolar AS sebagai penentu harga minyak. Sebagai imbalannya, kedua belah pihak sepakat untuk memberikan perlindungan militer dan pembelian obligasi pemerintah AS. Namun, pada awal bulan Maret tahun 2018 situasi mulai berubah. Bursa berjangka minyak Renminbi (Yuan China) didirikan di Shanghai. Telah membentuk persaingan yang kuat untuk sistem penyelesaian Dolar minyak.  

China telah menjadi importir minyak terbesar di dunia saat ini. China memiliki banyak alasan dan dukungan untuk menolak penggunaan Dolar. Baik Ekonomi maupun militer. Apalagi Dengan perkembangan hubungan China-Rusia yang semakin dekat. Perdagangan minyak antara China dan Rusia (pengekspor minyak kedua terbesar Dunia) dengan mata uang RMB. Momentum RMB sebagai ukuran nilai global telah dikonsolidasikan.

Layanan Informasi Keuangan dari Asosiasi Telekomunikasi Keuangan Antar Bank Global (SWIFT) adalah sarana utama transfer antar negara. SWIFT berkantor pusat di Belgia. Asosiasi keanggotaan ini menghubungkan lebih dari 11.000 bank. Lembaga keuangan. Dan perusahaan lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia. Pusat dari sistem keuangan global.  

Karena itu, jika hubungan antara bank suatu negara dan SWIFT terputus, maka tidak akan dapat melakukan pengiriman lintas batas. Meskipun SWIFT terlihat seperti lembaga multilateral yang independen, penampilannya sering membingungkan. Buktinya, AS dapat mengancam SWIFT dengan memaksanya untuk memutuskan hubungan dengan lembaga-lembaga yang bertentangan dengan kehendak pemerintah AS (baca: Yurisdiksi lengan panjang AS). Yang merupakan alat utama untuk mempertahankan hegemoni dolarnya.

Akan tetapi, pada 28 Juni yang lalu, Prancis, Jerman dan Inggris mengumumkan sistem pembayaran lain yang disebut “Instex” sudah mulai beroperasi. Sistem impas ini memungkinkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk berdagang dengan Iran tanpa menggunakan SWIFT. Mengingat semakin banyak negara seperti China, Rusia, Iran, Venezuela dan lainnya yang sering diancam oleh provokasi ekonomi Amerika Serikat, sehingga sistem pembayaran Instex pasti akan disambut baik.

Sigal Mandelker, Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Kecerdasan Finansial, seperti biasanya memperingatkan Presiden Instex Per Fischer: “Saya minta Anda harus serius mempertimbangkan sanksi apa yang mungkin dihadapi Instex. Terlibat dalam pelanggaran sanksi AS dapat menyebabkan konsekuensi serius. Seperti ditendang keluar dari sistem keuangan AS.

Namun, negara-negara Uni Eropa memilih untuk mengeluarkan pernyataan pada tanggal 28 Juni, mengindikasikan bahwa ada aliansi nasional yang cukup kuat untuk melawan atau menghentikan ancaman AS terhadap Instex. Selain itu, para pendukungnya mungkin percaya bahwa serangan balasan AS hanya akan memacu negara lain untuk mengadopsi alternatif pengganti SWIFT lebih cepat.

Dua fase Dolar AS:

Dari mata uang cadangan global ke mata uang fiat

Bila kita melihat kembali ke sejarah, Sebelum 13 Agustus 1971, harga dolar AS selalu dikaitkan dengan emas. Tetapi pada hari yang menentukan, Presiden Richard Nixon mengumumkan bahwa dolar AS harus dipisahkan dari emas atau aset cadangan lainnya.  Dolar AS mulai dikonversi menjadi uang fiat (mata uang tanpa nilai intrinsik).

Untuk mempertahankan permintaan dunia terhadap dolar, Amerika Serikat juga membuat kesepakatan pada tahun 1970-an. Tidak peduli siapapun atau di manapun pembeli berada, ekspor minyak Arab Saudi harus dan hanya akan menerima dolar.  

Karena minyak adalah komoditas paling bernilai di dunia, tindakan ini memastikan bahwa negara-negara di seluruh dunia membutuhkan akses ke dolar AS untuk membayar transaksi minyak. Hasilnya, AS dapat Melakukan lindung nilai atas perubahan harga minyak dan mengelola nilai mata uang mereka.  

Hal-hal ini telah menjadikan Amerika Serikat sebagai unit akun global. Ditambah dengan kemampuan mencetak uang, keduanya mendukung konsumsi AS semaunya tanpa batas. Dan akhirnya, mengkonsolidasikan hegemoni AS.

Akhir Hegemoni Dolar Amerika telah dimulai
Akhir Hegemoni Dolar Amerika telah dimulai (Sumber: Scoopnest)

Shanghai Petroleum Futures Exchange didirikan pada tahun 2018. Futures Exchange ini tidak hanya menggunakan Renminbi untuk penentuan harga, tetapi juga menukar Renminbi dengan emas. Mata uang yang didukung oleh komoditas fisik berharga mungkin lebih menarik daripada mata uang tanpa nilai intrinsik. Itulah sebabnya tidak mengherankan, volume perdagangan berjangka China ini meningkat pesat sejak pendiriannya setahun yang lalu.  

Selain itu, semakin banyak bank sentral di dunia meningkatkan kepemilikan emas mereka daripada dolar AS. Sehingga, semakin mengurangi pentingnya dolar AS sebagai mata uang cadangan global. Akhir Hegemoni Dolar Amerika telah dimulai. The clock is ticking now.

Baik Iran (pengekspor minyak ketiga terbesar dunia) atau Rusia yang selalu dianggap Amerika Serikat sebagai musuh utama, atau sekutunya yang dangkal seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, mereka semua mempunyai alasan mendesak untuk menghilangkan hegemoni dolar.

Just like grandma says, Meskipun dolar mungkin tampaknya sempurna, namun sebaliknya, mungkin jauh lebih rentan daripada yang diketahui banyak orang. Laporan dari media bisnis Barat hanya akan memperkuat kesalahpahaman ini. Karena mereka yang melaporkan hegemoni Dolar AS tampaknya kurang memiliki pemahaman yang cukup tentang prinsip-prinsip akuntansi dan ekonomi dasar yang mendukung hegemoni dolar.

Hal-hal ini mungkin menunjukkan Akhir Hegemoni Dolar Amerika telah dimulai. Apalagi percepatan kemajuan teknologi, sosial dan politik memungkinkan Dolar AS berakhir lebih cepat dari harapan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: