Akhir Perang Pembayaran Seluler

Akhir Perang Pembayaran Seluler Alipay dan Wechat Pay di China menarik perhatian banyak media dan lembaga penelitian tentang keunggulan komparatif Tiongkok di bidang ini. Ketika kita melirik tentang keunggulan unik China, banyak orang pasti akan langsung berpikir infrastruktur China. Dan ketika berbicara tentang infrastruktur, Dunia tidak akan terlepas dari pembayaran seluler China.  

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah memasuki Masyarakat “cashless “. Kita semua telah jarang menggunakan uang tunai, apalagi ke counter bank. Karena itu, bagi kita yang telah terbiasa dengan kehidupan ini sering merasa tidak nyaman ketika  pergi ke luar negeri.     

“Pertanyaannya, mengapa Pembayaran Seluler China begitu maju dan populer?”

Masyarakat Barat, terutama Amerika Serikat yang begitu maju dalam penggunaan kartu kredit, bila membangun kembali sistem pembayaran seluler, seluruh masyarakat mereka tidak memiliki kemauan yang kuat. Ini mungkin suatu alasan.

Akhir Perang Pembayaran Seluler

Sebenarnya, kita semua yang telah terbiasa tinggal di China mungkin tidak memiliki perasaan yang sebenarnya tentang perang pembayaran seluler ini. Lagi pula, dua alat pembayaran WeChat Pay dan Alipay dapat digunakan setiap hari. Namun kenyataannya, dalam beberapa tahun terakhir kita masing-masing “terlibat dalam perang Dua pembayaran Raksasa ini.”     

Seperti 5 tahun yang lalu, Perang antara “Didi dan Kuaidi” (Ubernya China), atau Perang antara Persewaan sepeda “Mobike dan Ofo”. Di balik perang ini, adalah persaingan sengit Alipay dan WeChat Pay.        

Titik awal perang ini bermula dari Hari Raya Imlek atau Festival Musim Semi Tiongkok 2014 .  

Pada saat itu, Tencent meluncurkan fungsi amplop merah atau “Angpao” WeChat selama liburan Festival Musim Semi. Selama Imlek 14 hari, semua orang Tiongkok menggunakan ponsel mereka untuk merebut Angpao di dalam Grup Wechat. Semua merasa senang, terutama mereka yang berhasil merebut banyak Angpao. Pembagian Angpao telah menjadi tradisi turun temurun masyarakat China beberapa ribu tahun yang lalu.

Pada saat pengguna sibuk merebut Angpao, Tencent pemilik Wechat Pay meraih Jumlah yang cukup mengerikan. 30 juta pengguna telah mengikat kartu bank mereka ke WeChat Pay. 

“Apa arti angka ini?”

Ini setara dengan WeChat Pay hanya menggunakan waktu seminggu untuk mencapai kinerja yang dicapai Alipay dalam 10 tahun. Karena itu, dari sudut pandang Alipay, banyak orang menyebut serangan mendadak dari WeChat Pay ini sebagai “Menyelinap Serangan ke Pearl Harbor”.                 

Boleh dikatakan, Perang pembayaran Seluler ini secara resmi di mulai!

Pada tahap pertama perang, WeChat Pay adalah pengejar. Karena, Alipay sejak berdiri adalah alat pembayaran, sehingga banyak orang telah terbiasa menggunakannya. Pada saat itu, Wechat secara umum diakui sebagai alat obrolan seperti WA. 

Jadi bayangkan, Untuk membujuk pengguna menyimpan uang pada aplikasi obrolan, apalagi menggunakannya untuk membayar, sebenarnya suatu masalah yang memerlukan biaya pendidikan yang sangat tinggi pada waktu itu.  

Lalu, Bagaimana WeChat mengejar?

Strategi yang diadopsi Tencent, perusahaan Raksasa yang serba kaya ini mulai mendukung berbagai mitranya lewat Aliansi Modal. Dengan kata-kata modis, ini disebut “pemberdayaan”. Melalui tangan mitranya, mempraktekkan lebih banyak skenario pembayaran Wechat Pay.    

Sebagai contoh, Tencent adalah investor terbesar Didi (Panggilan mobil online) dan Meituan (pesanan dan pengiriman makanan lewat aplikasi). Transporasi dan Makanan adalah skenario kehidupan berfrekuensi sangat tinggi dan khas. Dengan dana injekan besar-besaran dari Tencent, akhirnya Didi dan Meituan berkembang besar dan cepat. Secara otomatis, alat  pembayaran biaya transportasi dan makanan harus memakai WeChat Pay.

Saking sengitnya persaingan, pada Saat permintaan melonjak, banyak karyawan WeChat Pay harus bekerja di kantor Didi setiap minggu. Pernah suatu ketika karena volume pesanan terlalu besar, server Didi terputus. CEO Didi, Cheng Wei segera meminta bantuan ke Boss Besar Tencent, Pony Ma. Pony Ma atau lebih akrab di panggil Ma Huateng langsung memesan 1.000 server dan mengirim pasukan teknis elit Tencent untuk membantu Didi menstabilkan situasi.      

Investasi WeChat tidak sia-sia. Pada saat itu, Pembayaran Seluler WeChat Pay baru didirikan satu tahun, namun penggunanya telah meningkat menjadi 100 juta.  

Pada tahun 2013, pangsa pasar Alipay hampir 80% seluruh China. Tetapi sampai pada tahun 2017, pangsa pasar Alipay turun drastis menjadi 54%. Pembayaran WeChat Pay telah berubah dari pengejar menjadi penantang yang membagi pangsa pasar pembayaran seluler Tiongkok.

Kemudian, WeChat Pay tidak tinggal diam dan merayakan kesuksesannya. Mereka datang untuk bersaing bisnis Offline Alipay. Seperti diketahui, penjualan Offline merupakan salah satu bidang terbaik Alipay. 

Lalu, Bagaimana cara Tencent bersaing? ?

Pertama, memperkuat dan mempertahankan bisnis sendiri dengan baik, sambil menunggu lawan membuat kesalahan. Suatu saat, Alipay pernah membuat kesalahan dan memberikan lawannya peluang pada salah satu produknya bernama “Koupei” (sejenis Meituan-Dianping).

Sayangnya, pada saat itu, Alipay belum memikirkan dan tidak tahu bagaimana mempromosikan produk “Koupei”. Yang lebih mengerikan adalah bahwa standar penilaian KPI dari tim mereka berdasarkan berapa banyak toko yang mereka miliki secara offline, dan berapa banyak transaksi yang direalisasikan oleh pengguna melalui platform mereka sendiri.     

Akibatnya, terjadi gesekan internal antara kedua tim Alipay dan Koupei. Kedua belah pihak masing-masing meminta toko offline untuk menggunakan Alat pembayaran mereka sendiri. Bahkan, saking parahnya mereka saling memblokir kode QR masing-masing.

Sementara lawan membuat kesalahan, Tencent segera mengembangkan serangkaian alat seperti akun publik, paket kartu, iklan lingkaran teman, dan program kecil untuk pedagang atau merchants. Sehingga para pedagang bisa lebih akurat ketika membuat keputusan. Pada saat itulah, banyak pedagang Offline mulai beralih memilih dan menggunakan alat pembayaran Tencent. 

Hal kedua yang dilakukan Tencent, memperhatikan kebutuhan pengguna dan menurunkan ambang batas bagi penggunanya.

Sebagai contoh, ada masalah dalam WeChat Pay waktu itu mengenai bagaimana membujuk pengguna untuk mengikat kartu bank mereka. Cara pertama yang terpikirkan, adalah membuat pengguna mengikat kartu bank terlebih dahulu dan kemudian mengirim angpao sebagai imbalannya.  

Tetapi, cara ini dinilai terlalu kasar. Karena hanya akan membangkitkan psikologi pemberontak pengguna. Jadi tim WeChat Pay datang dengan metode, pertama membiarkan pengguna WeChat memiliki “Uang Celengan” dalam akun. Ketika uang celengan semakin banyak, pengguna secara alami akan berpikir untuk mengikat kartu bank demi menarik uang tunai. 

Selain itu, WeChat juga memperkenalkan fungsi “transfer uang” kepada teman, yang memungkinkan uang di akun akan mengalir lebih lancar. Langkah ini terbukti meningkatkan tingkat kelekatan pembayaran Seluler WeChat Pay. Alat pembayaran yang baik adalah semakin banyak digunakan semakin nyaman dan aman.

Nah, bagaimana Alipay menghadapi lawan bertubi-tubi ini? 

Alipay menghindari bidang jejaring sosial yang merupakan keunggulan lawannya. Alipay Langusng mulai dengan layanan keuangan untuk menyalip pesaing beratnya ini.

Pada tahun 2017, Alipay meluncurkan “QR Code Koleksi” yang dapat dihasilkan tanpa akun Alipay. Cara ini menurunkan ambang batas bagi pedagang untuk menggunakan Alipay. Atas dasar ini, Alipay juga membantu usaha kecil dan mikro untuk mencetak dan mengirim QR Code secara seragam dan gratis.

Termasuk memberikan mereka pemindai QR Code gratis serta mesin POS. Selain itu, para pedagang yang menggunakan “QR Code Koleksi” uang akan mendapatkan penghargaan uang.              

Tentu saja, Alipay melakukan banyak hal yang merupakan serangkaian pukulan kombinasi untuk bersaing dengan lawannya. Pada 2017, cakupan Alipay untuk pedagang kecil dan mikro meningkat pesat. Hal ini Dianggap telah memulihkan landasan yang hilang.  

Pada Akhirnya, baik Alipay maupun Wechat Pay menyatakan Akhir Perang Pembayaran Seluler. Mereka sekarang berkonsentrasi untuk menjaga pangsa pasar masing-masing, dan tidak berharap untuk dapat mengalahkan lawan mereka lagi.  

Mengapa?

Karena Pasar pembayaran Tiongkok sudah mendekati titik kejenuhan. Pangsa pasar telah terbentuk. Biaya untuk saling mengalahkan terlalu besar. Selain itu, pihak berwenang maupun Publik tidak ingin melihat hanya satu pihak yang menang dan memonopoli pasar.

Artinya, ” Bila Hari ini, Alipay ataupun Wechat Pay mematikan lawannya, berarti membunuh diri sendiri.”      

Selain itu, ada alasan lingkungan eksternal sedang mengalami perubahan besar yang dapat memengaruhi seluruh lanskap pembayaran seluler di China.  

Pertama, pada Agustus 2019, Bank Rakyat Tiongkok (BPOC) telah merilis rencana pengembangan 3 tahun Teknologi Keuangan. Salah satu yang paling penting adalah pembayaran barcode yang dapat saling terhubungankan. Hal Ini menunjukkan bahwa di masa depan, Baik WeChat Pay atau Alipay atau alat pembayaran lain yang lebih kecil, QR Code mereka tidak lagi memiliki fungsi saling membedakan. 

Ini berarti pola pembayaran yang telah dibentuk pada dasarnya mungkin akan ditumbangkan dalam semalam.       

Kedua, yang tidak kalah pentingnya, Mata Uang Digital DCEP China sebagai mata uang digital pertama negara berdaulat telah dirilis awal bulan Mei ini. Mata uang digital legal Tiongkok ini dapat digunakan untuk pembayaran Offline. Tidak perlu mengikat kartu bank, yang akan jauh lebih nyaman daripada pembayaran seluler saat ini. Makanya, bagi Alipay dan WeChat Pay, bahaya terbesar bukan lagi dari pihak lawannya.   

Akhir Perang Pembayaran Seluler
Akhir Perang Pembayaran Seluler (Image: SCMP)

Berhadapan dengan kebijakan baru, kedua perusahaan ini juga telah menemukan cara mereka sendiri. Seperti aktif berpartisipasi dalam pengembangan teknologi dan standar mata uang digital DCEP, supaya lebih tertanam dalam jaringan pembayaran mereka sendiri.

Just like grandma says, Ricky merasa Akhir Perang Pembayaran Seluler Raksasa Alipay dan Wechat Pay ibarat menonton film Hollywood. Karena, hasil perang bukanlah siapa yang hidup dan mati, melainkan pembayaran seluler telah menjadi infrastruktur Tiongkok.

Makanya, Jangan tertawa dulu Jika jalur atau trek yang Anda pilih tidak mempunyai persaingan. Karena, kemungkinan sangat besar Anda telah memilih jalur yang salah.