Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok

Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok untuk memperbaiki kelemahannya dalam pengembangan perangkat lunak dan layanan lain dalam Microsoft. Tentu saja, alasan Utama TikTok dipaksa untuk menjual bisnisnya terutama di AS dikarenakan TikTok terlalu hebat dan telah menjadi tantangan persaingan bagi Perusahaan Internet Raksasa seperti Facebook dan Google.

“Ketika mereka (AS) kalah bersaing, maka mereka akan merampokmu,”kata beberapa pakar pengamat dari Perancis dan Jepang yang pernah mengalami pengalaman pahit serupa di masa lalu. Contohnya, Alstom perusahaan pembangkit listrik, transportasi rel dan kapal asal Perancis yang dipaksa dan diakuisisi oleh General Electric (GE). Atau, Toshiba perusahaan elektronik berteknologi tinggi dari Jepang.

Pengakuisisian TikTok berliku-liku. Microsoft, sebagai perwakilan dari pengakuisisi dari pihak AS telah didorong ke garis terdepan dengan ByteDance, Induk perusahaan dari TikTok. Presiden AS Donald Trump memungkinkan Microsoft untuk membeli Bisnis Aplikasi video pendek TikTok di Amerika Serikat. Dengan persyaratan 30% komisi untuk pemerintah.

Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok

Microsoft harus menyelesaikan negosiasi Akuisisi sebelum tanggal 15 September mendatang. Bila terlambat, maka Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk menutup Bisnis TikTok di AS.

Untuk menyelesaikan negosiasi sebelum batas waktu adalah Hal yang mustahil. Bila  dibandingkan dengan sebagian besar lini bisnis Microsoft, Bisnis Model TikTok terlihat tidak pada tempatnya. Microsoft selalu menyukai perangkat lunak dan layanan perusahaan seperti Cortana yang telah beralih ke fokus produktivitas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, Bagaimana TikTok yang digemari kaum muda di seluruh dunia dapat cocok dengan konsumen Microsoft? 

Mengapa Microsoft berani mengambil alih “kentang panas” ini dan mengakuisisi TikTok ?

Seandainya, akuisisi TikTok berhasil, bagaimana bisnis Microsoft di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru akan sangat diuntungkan. Pada saat yang sama, dengan bergabungnya bisnis Global TikTok, Microsoft juga dapat menjadi pesaing YouTube dan Facebook. Data dan pengguna TikTok adalah Aset utama bagi Microsoft.

Dalam transaksi ini, data dan pengguna TikTok menjadi yang paling kritis. Inilah yang dijadikan alasan kekhawatiran pemerintah AS. Banyak pejabat AS yang khawatir TikTok dan pemerintah China akan bekerjasama mengancam keamanan nasional AS. TikTok telah menjadi korban Politik Trump.

Oleh karena itu, Microsoft dengan jelas menyebutkan dalam pernyataan resminya, “Microsoft akan memastikan semua data pribadi pengguna TikTok AS ditransfer ke Amerika Serikat dan tetap berada di Amerika Serikat. Sekarang pertanyaannya, bagaimana dengan data pengguna dari Kanada, Australia dan Selandia Baru? Apakah para pengguna ini tidak merasa terancam bila dikelola dan digunakan oleh pemerintah AS?

Bila semua data pengguna TikTok jatuh ke tangan Microsoft atau perusahaan internet AS lainnya seperti Facebook, Twitter atau Netflix, maka Microsoft atau perusahaan diatas dapat menggunakan data tersebut dengan berbagai cara dan kepentingan. 

Selama bertahun-tahun, Microsoft telah menggunakan Xbox Live untuk proyek-proyek penelitian masa depan perangkat lunak dan perangkat kerasnya. Melalui data pengguna ini, Microsoft dapat lebih memahami bagaimana orang menggunakan Xbox. Bagaimana pengguna berinteraksi dengan peralatan Kinect Xbox. Dengan demikian, Microsoft dapat membantu mengembangkan dan meningkatkan kualitas HoloLensnya. 

Dengan kata lain, TikTok dapat membantu ” memperbaiki ” semua kelemahan Microsoft. TikTok bahkan dapat mempengaruhi pengembangan perangkat lunak dan layanan lain di dalam Microsoft. Meskipun Microsoft memiliki semua data yang diperlukan untuk penggunaan bisnis perangkat lunaknya, namun dalam beberapa tahun terakhir Microsoft belum mencapai kesuksesan dalam layanan konsumen. Hal ini telah menjadi tantangan bagi internal Microsoft mengenai wawasan konsumen.

Apalagi sekarang banyak anak muda yang menggunakan produk teknologi terkait yang dipimpin oleh Android, iOS dan Chromebook.

Misalnya, iOS atau Gmail Google yang mendominasi penggunaan email konsumen dan berbagi dokumen melalui Google Docs. Sejak itu, Microsoft terus berjuang untuk mengejar ketinggalannya. Microsoft melihat peluang emas dalam TikTok. TikTok dapat memberikan akses langsung ke puluhan sampai ratusan juta anak muda di dunia. Impian yang selalu diinginkan Microsoft. 

Suatu saat di masa lalu, Microsoft berusaha mati-matian untuk mengadaptasi sistem operasi Windows ke aplikasi pembuatan video agar lebih “ramah” konsumen. TikTok telah memberikan generasi muda masa depan ini dengan cara mudah membuat video langsung dengan ponsel mereka.

Microsoft dapat menggunakan kesempatan ini untuk menghubungkan pengguna TikTok. Mengiklankan Laptop Surface, Xbox, dan produk lainnya. Bahkan menggunakannya sebagai dasar Microsoft memasuki streaming game. 

Saat ini, Google berencana menggunakan YouTube untuk mengintegrasikan layanan streaming Stadia. Sedangkan, Microsoft berharap menggunakan TikTok untuk ” melakukan serangan balik ” melalui streaming game Xcloud. Microsoft awalnya berencana menggunakan Mixer untuk streaming game Xbox. Tetapi layanan tersebut tidak cukup daya tarik. Sehingga, Microsoft terpaksa mencapai kesepakatan dengan Facebook untuk integrasi xCloud . 

Bayangkan, saat menonton “Call of Duty” di TikTok, Anda dapat melakukan streaming ke ponsel melalui layanan xCloud Microsoft. Kemudian klik langsung masuk ke game. Ini juga merupakan Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok.

Microsoft selalu memiliki ambisi besar dalam AI yang tidak hanya dibatasi pada skenario kerja. TikTok built-in skenario kaya dengan skenario demikian, sehingga dapat memenuhi kebutuhan Microsoft. Saat ini, TikTok telah menggunakan AI untuk menyiapkan filter ” hot post ” dalam aplikasi. Termasuk mesin rekomendasi “For You Feed” yang digerakkan oleh AI  pengenalan wajah. 

Kecerdasan Buatan Tiktok dapat menentukan apa yang dilihat pengguna dalam aplikasi. Algoritma menarik semakin banyak orang menggunakannya. TikTok berusaha menanamkan “Augmented Reality” melalui filter dan iklan AR. Dengan kata lain, TikTok kemungkinan akan menjadi gerbang baru bagi Microsoft untuk memasuki dunia seluler AR.

Selain menunjukkan bahwa masa depan Microsoft “akan didasarkan pada pengalaman TikTok yang disukai pengguna saat ini”, Microsoft tidak memberikan petunjuk apa pun tentang bagaimana fungsionalitas TikTok akan terpengaruh setelah akuisisi nanti. Artinya, Microsoft belum memberikan jawaban yang jelas tentang bagaimana mengoperasikan TikTok di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. 

Hal ini akan membuat TikTok di seluruh dunia, terutama versi TikTok di Asia dan Eropa memiliki perbedaan fungsional yang sangat besar.

Jika pemerintah AS berhasil memaksakan penjualan TikTok kepada salah satu perushaan internet AS atau bila Microsoft berhasil memperoleh TikTok dan mendapatkan kendali operasional, kunci keberhasilan atau kegagalan Microsoft terletak pada cara mengoperasikan TikTok di Amerika Serikat dan wilayah Aliansi Lima Mata Dunia.

Mojang Studios, Pengembang Aplikasi “Minecraft” adalah akuisisi pertama oleh CEO Microsoft Satya Nadella. Akuisisi tersebut merupakan kesuksesan besar. Minecraft terus tumbuh dan berkembang. Microsoft membiarkan Mojang Studios untuk terus mengembangkan game secara mandiri.

Demikian pula, keberhasilan lainnya dari Satya Nadella mengakuisisi Linkedin dengan harga 262 juta dolar. Merupakan sejarah akuisisi Microsoft yang cukup baik untuk menjadi bahan cerita. Microsoft juga telah mengoperasikan LinkedIn secara independen. Dalam beberapa aspek juga telah terintegrasi secara cerdas dengan Microsoft Office. Sehingga, memungkinkannya untuk secara efektif melakukan perlawanan terhadap media sosial seperti Google dan Facebook.

Disamping itu, pengakuisisian GitHub juga bisa dibilang sukses. Microsoft juga telah menjalankan bisnis ini secara terpisah. Ini adalah kunci bahwa Microsoft memahami  bagaimana pengembang menanggapi kebutuhan aplikasi global.

Hal ini menyatakan jika Microsoft berhasil memperoleh TikTok, maka TikTok juga sangat mungkin akan beroperasi secara independen. Dengan pengalaman bisnis Skype dan ponsel Nokia, dan Microsoft yang tidak memiliki pengalaman dalam tinjauan konten, sangat kecil kemungkinannya Microsoft akan mencoba mengintegrasikan TikTok atau rebrand dengan cara apa pun.

Membatasi ruang lingkup akuisisi ke negara-negara berbahasa Inggris juga membantu Microsoft menghindari kompleksitas moderat yang dihadapi oleh Facebook dan Twitter. Tetapi anehnya, Microsoft tidak memasukkan bisnis TikTok di Inggris ke dalam rencana akuisisi. Inggris, AS, Selandia Baru, Australia dan Kanada adalah mitra berbagi intelijen ” Aliansi Lima Mata.” 

Pengoperasian secara independen dari TikTok memungkinkan Microsoft untuk memanfaatkan penggunaan semua data dan integrasi poin yang paling penting. Microsoft dapat memposisikan TikTok sebagai pesaing untuk YouTube dan Facebook. Inilah Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok, impian yang selalu ingin dicapai. 

Pada awal 2006, Microsoft bekerja sama dengan News Corporation dan NBC Universal untuk meluncurkan Soapbox berdasarkan layanan Video MSN. Sayangnya, layanan ini telah gagal. Dan tidak berhasil menjadi saingan bagi YouTube. Sehingga, Soapbox ditutup beberapa tahun kemudian. Jadi, Microsoft hanya dapat menggunakan YouTube sebagai cara utama untuk membagikan video mereka sendiri.

Tidak hanya itu, pada tahun 2012, Microsoft juga mencoba membangun jejaring sosial bernama Socl. Namun, sekali lagi tidak berhasil, dan menutup layanan tersebut  dalam waktu lima tahun. Pada tahun 2007, Microsoft berinvestasi 2.4Miliar Dolar kepada Facebook. Karena Microsoft melihat jelas potensi pertumbuhan Facebook. 

Saat ini, TikTok dengan cepat tumbuh dan berkembang menjadi Raksasa konsumen di bidang media sosial berikutnya. TikTok berhasil menjadi pendatang baru yang mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan Snapchat, Instagram, dan Facebook.

Dalam situasi saat ini, tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti apa yang akan terjadi dengan akuisisi TikTok oleh Microsoft. Bagi perseroan, ini adalah transaksi yang tidak biasa, terutama mengingat segala tekanan terus menerus dari pemerintah AS. 

Microsoft biasanya tidak mengonfirmasi negosiasi akuisisi sebelum mencapai kesepakatan. Atau, menerbitkan artikel situs web resmi, khususnya Apresiasi kepada Presiden Trump atas partisipasi pribadinya. 

“The Wall Street Journal” melaporkan bahwa posting Microsoft diterbitkan karena ancaman tekanan Trump yang mendorong Microsoft secara terbuka mengakui transaksi tersebut.

Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok
Alasan Microsoft mengakuisisi TikTok (Image: MBS News)

Pada saat yang sama, ini merupakan transaksi yang sangat rumit. Untuk menyelesaikan Akuisisi dalam batas waktu yang ditentukan oleh Trump hampir merupakan operasi yang ekstrim. Microsoft terjebak di dalamnya dan tidak dapat melepaskan diri.

Just like grandma says, Dalam beberapa minggu mendatang, Negosiasi akuisisi TikTok akan semakin berliku-liku. Namun, Microsoft berkomitmen paling lambat sebelum tanggal 15 September untuk menyelesaikan diskusi tersebut. Waktu menjadi sangat mendesak bagi Microsoft.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.