Anggaran AI 14 kali lipat dari AS

Anggaran AI 14 kali lipat dari AS, Faktor apa yang akan membuat China memimpin dunia? Dalam Perang Dagang AS-China termasuk berita-berita negatif dari media Barat seperti biasanya, hanya memungkinkan negara-negara Barat melihat sebagian perkembangan teknologi China saat ini. Namun, Faktor pemerintah, budaya dan sosial adalah faktor utama pendorong inovasi dan kecerdasan buatan di China. Itulah unsur Anggaran AI 14 kali lipat dari AS.

Anggaran AI 14 kali lipat dari AS

Meskipun rencana pembangunan China dirumuskan oleh pemerintah pusat Beijing, namun mereka akan direalisasikan oleh masing-masing provinsi dan kota. Beijing merencanakan visi makro, sementara provinsi dan kota bertanggung jawab merumuskan insentif dan peraturan untuk mengimplementasikan visi tersebut. Insentif ini berupa pemotongan pajak, subsidi, investasi atau hibah. Pada awal tahun 2017, pemerintah China mengumumkan “Rencana Pengembangan Kecerdasan Buatan Generasi Baru”. Inilah titik awal pengembangan AI dari China secara keseluruhan.

Pada tahun 2018, Letnan Jenderal Veralinn Jamieson (Wakil Kepala Staf Pentagon Air Traffic Intelligence, Reconnaissance and Surveillance) memperkirakan “total pengeluaran Tiongkok untuk sistem kecerdasan buatan di tahun 2017 sekitar 12 Miliar Dolar. Dan setidaknya meningkat sampai 70 Miliar Dolar di tahun 2020. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk proyek pengembangan pemerintah, tetapi juga untuk pengembangan para Startup kecerdasan buatan China.

Dengan kata lain, Beijing mendanai para Startup AI dan memotivasi mereka untuk tumbuh dengan cepat.

Sebaliknya, anggaran AS untuk penelitian kecerdasan buatan pada tahun 2020 kurang dari 5 miliar. Sebagian besar digunakan untuk proyek-proyek pembuatan senjata baru berkaitan teknologi AI. Singkatnya, Anggaran AI 14 kali lipat dari AS. Dimana anggaran China tersebut tidak terbatas pada proyek pemerintah, tetapi lebih untuk pengembangan seluruh bisnis dan ekosistem kecerdasan buatan.

Itulah perbedaan sistem dan pemikiran AS dan China. AS demi mempertahankan hegemoninya menggunakan semua uang pajak rakyatnya untuk membuat senjata tercanggih. Supaya mereka bisa senantiasa menguasai dunia, dan mengendalikan negara lain atas kehendaknya. Sebaliknya, Beijing menggunakan anggarannya membangun keseluruhan ekosistem AI yang bisa menguntungkan semua rakyatnya.

Misalnya Pada tahun 2018, Sensetime Technology, Unicorn AI terbesar di dunia dari China menjalin hubungan kerja sama dengan Singapore National Supercomputing Center. Pada bulan April 2019, Sensetime menginvestasikan US $ 1 miliar membangun taman kecerdasan buatan pertama di Malaysia. Dengan tujuan membangun teknologi AI Malaysia.  

Belum lama ini, Sensetime secara resmi mengumumkan penjalinan kemitraan dengan Abu Dhabi untuk mendirikan pusat kecerdasan buatan di sana. Dimana akan mempekerjakan ratusan insinyur, dan memperluas bisnisnya ke Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Megvii, pesaing dari Sensetime juga semakin gencarnya menyediakan teknologi pengenalan wajah atau facial recognition untuk Foxconn, pembuat iPhone terbesar ponsel Apple. Semua contoh kerjasama ini menunjukkan bahwa dunia telah mengakui kehebatan kecerdasan buatan China.

Pengumpulan data

China jelas memiliki keunggulan dalam pengumpulan data. Masalah Privasi yang sangat mengakar dalam budaya Barat, tetapi tidak begitu dipentingkan dalam kehidupan sehari-hari di China. Sehingga memungkinkan China bisa mendapatkan lebih banyak data tanpa menyebabkan terlalu banyak perdebatan dari warga negaranya.

Seperti, kamera monitor CCTV di mana-mana. Senantiasa mengawasi persimpangan lalu lintas yang sibuk. Kita dapat melihat paling tidak 5 kamera CCTV di setiap pilar. Menurut statistik, ada 170 juta kamera CCTV seluruh China pada akhir tahun 2018. Dan akan bertambah sebanyak 200 juta kamera baru di awal tahun 2020. Artinya, seluruh China telah memasuki Era Skynet. Anda sebagai pejalan kaki bila tak sengaja melanggar lampu merah? Keesokan harinya, tiket denda telah dikirim ke kotak surat disamping pintu Anda.

Disamping itu, Super App WeChat merupakan sarana tambang emas data. WeChat menawarkan berbagai layanan, mulai dari obrolan hingga pembayaran. Termasuk ekosistem program kecil (aplikasi yang tertanam dalam aplikasi Wechat seperti Appstore) yang diprediksi mungkin akan menggeserkan Apple Appstore atau Google Play.

China bisa mengumpulkan banyak data besar, dan kemudian menggunakannya untuk melatih algoritma yang lebih kuat dan akurat. Ini tentu saja mengarah pada siklus yang semakin baik, inovasi dan peningkatan teknologi secara konstan. Sehingga, Algoritma data besar dapat mendeteksi wajah lebih cepat, menghubungkan identitas lebih akurat, dan kemudian menciptakan data baru satu per satu.

Perang Dagang yang dilancarkan AS telah merangsang dan mempercepat inovasi China. Seluruh dunia yang telah lama bergantung pada teknologi Amerika, tetapi ketika ketegangan AS-China meningkat, telah membunyikan alarm bagi China untuk berfokus pada pengembangan inovasi sendiri.

Anggaran AI 14 kali lipat dari AS
Anggaran AI 14 kali lipat dari AS

Sebagai contohnya, Huawei yang di blacklist Amerika. Sebagai tanggapan, pada bulan Agustus 2019, Huawei meluncurkan chip kecerdasan buatannya sendiri. Dibandingkan dengan chip NVIDIA saat ini, chip yang dikembangkan Huawei sendiri memiliki kinerja yang jauh lebih efektif dalam pengoperasian kecerdasan buatan. Fakta menunjukkan bahwa China akan memimpin dunia dalam menghilangkan ketergantungan teknologinya terhadap Amerika Serikat. Dan kenyataannya, beberapa negara Eropa telah mulai mengikuti jejak  China.

Perang dagang juga telah mempromosikan inovasi China di bidang 5G. Dinegara berpenduduk terpadat seperti China dan pertama meluncurkan 5G, China dapat mengumpulkan lebih banyak contoh teknologi penggunaan data kecerdasan. Dan data tersebut bisa melatih dan memperkuat algoritma. Sehingga China dapat memperoleh keuntungan terbesar dalam kompetisi kecerdasan buatan secara global.

Just like grandma says, pertumbuhan data yang semakin pesat termasuk segala kebijakan pemerintah Beijing yang berkonsentrasi pada lebih banyak inisiatif untuk mendukung inovasi, seperti Anggaran AI 14 kali lipat dari AS, China akan segera menjadi pemimpin dunia dalam Artificial Intelligence dalam beberapa tahun mendatang.

Advertisements
Categories: Anggaran AI antara AS-China

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: