Apakah Jurusan Keuangan masih dibutuhkan dijaman AI

Apakah jurusan keuangan masih dibutuhkan dijaman AI mulai dipertanyakan, ketika banyak bank besar dunia mulai melakukan PHK besar-besaran. Tahun ini, jumlah PHK karyawan bank telah mencapai 75.000 orang. Sebagian besar berasal dari bank-bank Eropa. Lebih dari 80% PHK perbankan global. Deutsche Bank sendiri memberhentikan 18.000 orang. Alasan Utama di balik PHK ini adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Demi menghemat biaya dan peningkatan efisiensi, bank-bank terpaksa memotong biaya SDM mereka.

Dalam jangka panjang, PHK karyawan bank telah menjadi tren yang tak terhindarkan. Alasannya, AI atau kecerdasan buatan dapat menggantikan pekerjaan banyak orang di industri ini. Sekarang pertanyaannya, Apakah jurusan keuangan masih diperlukan dijaman AI?

Apakah jurusan keuangan masih diperlukan dijaman AI

Wells Fargo, perusahaan keuangan Multinasional dari AS mengeluarkan laporan setebal 225 halaman pada bulan Oktober yang lalu mengenai dampak teknologi pada seluruh industri jasa keuangan. Laporan tersebut mengungkapkan bank-bank sebenarnya berinvestasi jauh lebih banyak dalam teknologi dibanding industri lain. Sekitar 150 miliar Dolar per tahun.

Bank berskala besar justru sangat mementingkan investasi dalam teknologi. Karena teknologi menentukan daya saing inti sebuah bank. Sebagai contoh, teknologi big data dapat memungkinkan bank untuk mencapai penjualan yang lebih akurat. Teknologi kecerdasan buatan atau AI dapat mengurangi biaya pemrosesan pinjaman dalam waktu singkat.

Sebagai hasil dari tren investasi ini, bank-bank AS akan mem-PHK kan 200.000 orang dalam dekade berikutnya.

Apakah jurusan keuangan masih dibutuhkan dijaman AI
50% pekerjaan di bank akan digantikan oleh AI Robot (Image: Smartdata)

Bank-bank Cina tentu tidak akan ketinggalan dalam teknologi AI. Misalnya, berkat teknologi kecerdasan outlet bank, Empat bank terbesar BUMN di Tiongkok telah mem-PHK 80.000 orang dalam beberapa tahun terakhir. Menghadapi tren ini, banyak orang menjadi sangat pesimis dengan karir keuangan. Banyak orang bertanya, Apakah jurusan keuangan masih diperlukan dijaman AI ?

Pertama-tama, Jurusan keuangan masih dibutuhkan dan boleh dipelajari. Tetapi, sebaiknya diperdalami di Universitas Top seperti Universitas Peking, Universitas Tsinghua, Harvard, Stanford atau sekolah-sekolah Ivy League lainnya.  

“Mengapa ?”

Finansial atau Keuangan sebenarnya adalah industri yang sangat luas. Banyak pekerjaan sub-divisi. Tingkat penggantian oleh kecerdasan buatan masing-masing sub-divisi juga memiliki kesenjangan yang sangat besar. Diperkirakan dalam industri keuangan, sekitar 60% pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan. Kemungkinan digantikan melebihi 90%. Contohnya, analis anggaran, kontraktor asuransi, akuntan, pemeriksa pajak dan bahkan petugas pinjaman yang bertanggung jawab atas pemberian pinjaman. Posisi-posisi diatas memiliki beberapa karakteristik umum. Mereka memiliki banyak detail yang dapat diulang dalam konten pekerjaan. Pekerjaan tersebut memiliki tujuan misi yang jelas, sehingga mereka dapat dengan mudah dikodekan melalui program komputer algoritma.

Artinya, sebagian besar posisi dasar dan menengah di industri keuangan sebenarnya “dapat dikode atau diprogramkan”.

Lalu, sebaliknya Profesi keuangan macam apa yang tidak bisa dikodekan atau tidak mudah digantikan?

Jawabannya, bankir. Sebagian besar pekerjaan mereka adalah “mencari sumber daya, mengoordinasikan hubungan relasi, dan menyeimbangkan kepentingan.” Profesi semacam ini memiliki karakteristik “berorientasi pada orang.” Keterampilan ini tidak mudah diprogramkan.

Contoh lain, manajer dana yang baik. Meskipun mereka melakukan banyak analisis data, seperti yang dilakukan kecerdasan buatan, tetapi keputusan akhir harus tergantung pada pengalaman, intuisi, penilaian dan sebagainya. Model kemampuan seperti ini tidak mudah digantikan oleh AI.

Posisi-posisi diatas memang agak jarang. Jadi tentu saja banyak hambatan tinggi untuk jabatan tersebut. Misalnya, Anda harus lulus dari sekolah top, memiliki pendidikan tinggi, dan bahkan memiliki latar belakang keluarga yang hebat.

87% Manajer Dana dari Cina adalah lulusan dari 12 universitas terkenal, seperti Universitas Tsinghua, Universitas Peking, Universitas Fudan dan Universitas Finansial of Shanghai. Tentu saja termasuk Ivy League dari AS.

Secara singkatnya, Jika Anda memiliki latar belakang keluarga yang bagus, atau lulusan Universitas Top dan Ivy League School, maka mempelajari keuangan masih merupakan pilihan yang sangat bagus. Karena Anda cenderung menjadi minoritas talenta di ujung piramida industri keuangan ini. Jika tidak, ada kemungkinan besar Anda hanya melakukan pekerjaan tingkat dasar “yang dapat dikodekan”. Risiko karier digantikan oleh AI di masa depan sangat tinggi. Sebaliknya, beberapa posisi teratas masih memiliki prospek yang baik.

Beberapa waktu yang lalu, teman saya pernah mewawancari beberapa kandidat pengacara. Dalam wawancara itu, mereka bertanya, “Jika Anda punya waktu satu bulan untuk mempelajari bidang atau topik apa pun, bidang apa yang akan Anda pelajari?”

Jawaban dari 95% kandidat pengacara adalah AI.

Sangat Jelas, perasaan krisis yang disebabkan oleh AI dalam industri keuangan sangatlah kuat.

“Merasa putus asa?”

Walaupun AI akan menggantikan beberapa pekerjaan white collar tradisional seperti pengacara, petugas pinjaman dan sebagainya. Tetapi pada saat yang sama, AI juga membawa prospek bagus untuk menciptakan kekayaan. Misalnya, staf layanan masyarakat, staf pengasuhan anak, pelatih kebugaran atau fitness trainer, dan penata rambut.

Disamping itu, lebih dari 50% konselor psikologis offline memiliki pendapatan bulanan lebih dari 20.000 yuan atau sekitar 3.000 dolar. Gaji pekerja pengasuhan anak atau pekerjaan sebagai Mbak atau Bibi di Indonesia paling tidak 6.000 yuan atau 900 dolar. 30% lebih tinggi dari pekerjaan kerah putih seperti sekretaris atau pegawai administrasi.

Apakah jurusan keuangan masih dibutuhkan dijaman AI
Apakah jurusan keuangan masih dibutuhkan dijaman AI (Image: Eyerys)

Industri jasa merupakan industri yang belum dapat digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan. Karena semua pekerjaan di industri ini berinteraksi dengan manusia.

Pekerjaan sebagai White Collar yang semulanya merupakan impian banyak orang, pada nantinya akan menjadi kurang berharga. Sebaliknya, pekerjaan “Blue Collar” atau yang berorientasi pada layanan justru dapat menjadi mesin baru pencipta kekayaan di jaman AI.

Oleh karena itu, sementara beberapa industri mulai menurun, peluang baru lainnya justru terus bermunculan.

Sebagai contoh industri medis dan estetika yang telah mendapatkan pendapatan berlipat ganda dalam waktu tiga tahun terakhir di China. Atau juga, pekerjaan melayani industri konsultasi psikologis “ekonomi soliter” dan industri hewan peliharaan, merupakan peluang baru di Era kecerdasan buatan.

Just like grandma says, Apakah jurusan keuangan masih dibutuhkan dijaman AI dan jawabannya, Yes, tetapi harus lulusan Sekolah atau Universitas paling Top atau Ivy League.  Orang-orang di puncak Piramid akan terus memanen kekayaan, tetapi orang di bagian bawah dan menengah piramid, berhubung pekerjaan mereka “dapat diprogramkan”,  kemungkinan besar mereka akan digantikan oleh kecerdasan buatan. Perubahan yang sama akan terjadi pada pengacara, Salesman dan industri lainnya.

Namun, peluang baru akan muncul dari industri yang tidak terduga atau sebelumnya kurang dipentingkan seperti industri layanan yang berorientasi pada orang dan layanan pribadi.

Dua variabel besar, teknologi baru dan struktur ekonomi ini akan membentuk pola kekayaan masa depan Indonesia.

Advertisements

1 thought on “Apakah Jurusan Keuangan masih dibutuhkan dijaman AI

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: