Apollo

Oleh: Ricky Suwarno

9 April 2019

Apollo, platform perangkat lunak terbuka. Khusus mitra dalam industri otomotif dan mobil otonom terbesar di dunia. Yang dikembangkan oleh mesin pencari bahasa Mandarin terbesar dari China, Baidu. Dirilis pada 19 April 2017. platform ini dinamakan “Apollo” mempunyai makna misi manusia pertama kali ke bulan. Ke suatu sektor yang sama sekali baru, mobil tanpa pengemudi. Mobil otonom.

Pada awal januari tahun ini di pameran CES Amerika, Baidu meluncurkan Apollo 3.5 architecture. Platform terbaru ini menyediakan sistem hiburan dalam mobil. Khusus untuk kendaraan komersial dan mobil penumpang. Yang terutama menekankan kemampuan untuk mewujudkan sistem pengenalan wajah atau facial recognition. Dan layanan sesuai dengan preferensi pengemudi.

Dengan kata lain, pengemudi atau orang yang berbeda duduk di mobil Baidu, sistem akan menyediakan musik. Dan layanan sesuai kebutuhan pengguna tersebut. Istilahnya, lebih manusiawi. Atau custom made.

Pada saat yang sama, Baidu juga merilis sistem anti-kelelahan untuk pengemudi truk. Ada kamera yang terus-menerus memonitor penggunanya. Jika pengemudi merasa lelah, alarm akan berbunyi. Dan memainkan musik yang lebih ritmis. Sehingga supir terbangun. Jika kelelahan yang amat parah, truk akan mengambil alih sistem mengemudi mobil. Mengubahnya menjadi mengemudi otomatis. Dan mencari tempat parkir terdekat. Membiarkan pengemudi tidur dulu. Dan kemudian membangunkannya beberapa saat kemudian. Dan melintas ke jalan lagi.

Tidak hanya Baidu, banyak manufaktur mobil lainnya juga telah meluncurkan antarmuka interaksi manusia-komputer yang lebih ramah. Diantaranya, yang paling menarik adalah sistem pemantauan gelombang otak yang diluncurkan oleh Nissan Motor Co. Yang dapat mendeteksi dan memonitor perilaku atau perasaan sang pengemudi. Yang sangat memahami pengguna. Dan memberikan layanan yang lebih baik.

Misalnya, Ketika mobil memasuki jalan gunung dengan kecepatan tinggi. Sistem mengemudi otomatis tahu bahwa itu sepenuhnya dapat dikendalikan oleh sistem. Dan tidak akan tabrak atau jatuh ke jurang. Namun, pada kecepatan tinggi seperti itu, manusia akan merasa takut. Walaupun mereka tahu tidak akan terjadi kecelakaan, tetapi masih ada rasa ketakutan.

Jika sistem pemantauan ini, memantau terlalu banyak faktor ketakutan dalam gelombang otak, sistem akan melambat secara otomatis. Bukan karena takut akan kecelakaan. Tetapi karena kuatir akan ketegangan pengemudi yang berlebihan.

Di masa depan, mesin yang benar-benar bagus, tidak hanya memiliki kemampuan analitis seperti manusia. Tetapi juga memiliki IQ. Yang bisa berpikir dan memahami emosi manusia. Yang disebut mesin atau robot dengan IQ.

Apollo dan Nissan secara bertahap memiliki kemampuan memahami emosi manusia. Dan melakukan penyesuaian berdasarkan emosi pengguna.

Sistem pemantauan gelombang otak Nissan yang dapat memprediksi perilaku pengguna. Sebelum pengemudi membuat keputusan di bawah kesadaran, misalnya otak menyadari pengemudi memutuskan untuk berbelok ke kiri di persimpangan berikutnya. Sebenarnya, otak bawah sadar kita telah melakukannya. Dan keputusan ini dapat dilihat dari gelombang otak.

Jika kita terus mendeteksi otak pengemudi, sistem bisa mengetahui 0,5 detik sebelum pengemudi benar-benar mau membelok. Sehingga mobil otonom dapat melakukan pekerjaan dengan baik, yakni memperlambat kendaraan. Ini adalah salah satu hot spot terbesar Apollo 3.5.

Menurut laporan terbaru dari Baidu di awal bulan, Apollo akan meluncurkan 100 kendaraan self-driving atau mobil otonom di kuarter ketiga tahun ini. Intel, Nvidia, NXP dan lebih dari 130 mitra global telah menguji dan menggunakan platform Apollo.

Cakupan digital platformnya telah meningkat secara dramatis. Mencapai 400.000 kode. Dua kali lipat dari 165.000 seperti yang diumumkan Januari 2018. Lebih dari 12.000 developers termasuk manufaktur mobil tradisional BMW, Benz, Ford dsb menggunakan kode Apollo, dari repositori Github proyek.

Just like grandma says, menurut Laporan McKinsey ditahun 2030, nilai mobil otonom di China dan aplikasi layanan perjalanan seluler akan mencapai usd 500 Milyar. Dengan 8 juta mobil otonom di jalanan sedang menunggu panggilan Anda.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, platform dan mobil otonom ApolloTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: