Asal Mula Hegemoni Dolar

Asal mula Hegemoni Dolar AS dan pengaruhnya terhadap ekonomi Dunia. Pepatah Tiongkok mengatakan,”不谋万世者,不足谋一时; 不谋全局者,不足谋一域. Artinya, Mereka yang tidak memiliki pemikiran panjang, Dia tidak akan dapat melihat masalah di depannya. Mereka yang tidak dapat melihat situasi sepenuhnya, dia juga tidak akan bisa menangani masalah secara spesifik.

“Jika Anda ingin memperoleh hasil yang baik, Anda harus mempertimbangkan semua aspek. Jika Anda ingin memperoleh hasil terbaik dari suatu hal yang spesifik, Anda harus dapat melihat situasi secara menyeluruh.”

Asal Mula Hegemoni Dolar

Pada bulan Juli 1944, AS mengambil alih Hegemoni Mata Uang dari tangan Kerajaan Inggris. Presiden Roosevelt segera membentuk tiga sistem dunia, seperti sistem politik Dunia yatu lahirnya PBB, Sistem perdagangan Dunia WTO, dan sistem moneter keuangan, yaitu terbentuknya sistem Perjanjian Bretton Woods.

Sistem Bretton Woods, adalah Asal Mula Hegemoni Dolar yang ditetapkan sesuai keinginan Amerika. Tetapi, setelah penerapan lebih dari 27 tahun dari tahun 1944-1971 belum benar-benar mengkukuhkan kedudukan Hegemoni Dolar Amerika.

Apa yang menghalangi Hegemoni Dolar saat itu?

Jawabannya “Emas.”

Pada awal berdirinya sistem Bretton Woods, Pemerintah Amerika berjanji dan membuat komitmen kepada dunia, yakni mata uang seluruh negara terkunci dengan Dolar AS. Dolar AS sendiri akan diikatkan dengan logam “Emas.”

Bagaimana cara menguncinya?

“Menukarkan satu ons emas untuk setiap $35.”

Dengan komitmen dolar AS kepada dunia, pemerintah Amerika tidak boleh mencetak uang sesuka hatinya. Sederhananya, setiap 35 dolar AS dapat ditukar dengan 1 ons emas. Setiap kelebihan 35 dolar AS yang dicetak, Amerika harus membayar dan menyimpan 1 ons emas dalam lemari besi.        

Mengapa Amerika Serikat memiliki kepercayaan diri membuat komitmen kepada dunia?

Karena Mereka memiliki lebih dari 80% cadangan emas Dunia pada waktu itu. Amerika percaya bahwa dengan banyaknya emas di tangan, tidak ada masalah untuk mendukung kredit dolar AS. Namun, harapan selalu lebih indah dari kenyataan. Situasi sebenarnya tidak sesederhana yang dipikirkan orang Amerika.

Setelah Perang Dunia II, kesalahan terbesar yang dibuat Amerika Serikat adalah melibatkan diri dalam Perang Korea dan Perang Vietnam. Kedua perang ini merupakan Trauma terbesar bagi Gedung Putih yang belum hilang sampai saat ini.

Selama Perang Vietnam, Amerika Serikat telah menghabiskan pengeluaran militer sebesar US$800 Miliar. Ketika biaya perang semakin besar, membuat Amerika Serikat semakin kewalahan.

Karena sesuai dengan janji Amerika Serikat, setiap konsumsi $35 berarti AS harus membayar satu ons emas.         

Sampai Bulan Agustus 1971, emas yang tersisa di tangan Amerika sekitar 8.800 ton. Untuk mempertahankan Kredit Dolar sebagai Mata Uang dunia semakin tidak memungkinkan. Karena, AS telah terbiasa mencampuri urusan dalam negeri orang lain, sehingga selalu terlibat dalam peperangan.

Hingga Suatu saat, Presiden Prancis Charles de Gaulle yang memiliki tinggi badan 196cm itu tidak percaya dengan Dolar Amerika lagi. Presiden Charles, memerintahkan semua cadangan Dolar Perancis sebanyak 23 Miliar harus diserahkan ke Amerika dan diganti kembali dengan emas.

Serangan Prancis terhadap Amerika memiliki efek pencontohan bagi negara-negara lain. Semakin banyak negara lain berikutan menuntut pengembalian emas mereka. Pada akhirnya, membuat Amerika sakit kepala tanpa ada pilihan lain.

Akhirnya, pada tanggal 15 agustus 1971 Presiden AS Richard Nixon mengumumkan penutupan jendela emas. Dolar secara resmi decoupling dengan emas. Ini adalah awal Runtuhnya sistem Bretton Woods. Suatu Tindakan pengkhianatan pemerintah Amerika terhadap kepercayaan dunia.

Sebenarnya, banyak orang di dunia masih belum sepenuhnya memahami situasi saat itu. Masyarakat Dunia percaya terhadap dolar AS dikarenakan pengikatan Logam emas di belakang dolar AS. Dolar AS menjadi mata uang internasional, mata uang penyelesaian segala perdagangan dunia, atau mata uang cadangan lebih dari 20 tahun. Sehingga, Orang-orang sudah terbiasa menggunakan dolar AS.     

Sekarang, Dolar tidak lagi mengikat emas sebagai jaminan di belakangnya. Secara teori, Uang kertas Dolar telah menjadi kertas hijau biasa, tidak ada bedanya dengan kertas biasa. Apakah, kita masih akan menggunakannya?

Jika kita tidak menggunakannya, lalu apa yang bisa digunakan untuk mengukur nilai barang dalam penyelesaian perdagangan internasional? 

Dapatkah kita mempercayai mata uang lain, selain Dolar AS?

Jika tidak, kita hanya dapat terus menggunakan dolar AS sebagai media pertukaran antara Negara. Oleh karena itu, Amerika menggunakan kelembaman dan ketidakberdayaan dunia. Dengan persenjataan Militernya yang kuat, Amerika memaksa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menerima tuntutan Amerika pada Oktober 1973. Yaitu, semua Transaksi minyak global harus diselesaikan dalam Mata Uang Dolar AS. 

Sebelumnya, transaksi minyak global dapat diselesaikan dengan berbagai mata uang internasional pada saat itu. Tetapi, setelah Oktober 1973, semuanya berubah. OPEC mengumumkan semua negara harus menggunakan Dolar AS dalam setiap transaksi minyak global. 

Setelah memisahkan Dolar dengan logam Emas, sebaliknya Dolar akan diikatkan dengan dengan Produk komoditas, Minyak. Mengapa? 

Karena Amerika melihat dengan jelas, Anda boleh tidak menyukai Dolar, tetapi Anda tidak dapat menolak Minyak. Karena, untuk membangun dan berkembang semua negara memerlukan minyak. Dalam hal ini, jika Anda membutuhkan minyak, Anda memerlukan Dolar. 

Ini adalah langkah yang sangat cerdas oleh Pemerintah Amerika. Dolar AS dipatok dengan minyak pada tahun 1973. Setelah dolar dipisahkan dari emas ditahun 1971, Dolar memulai perjalanan baru sebagai Alat Hegemoni Amerika Serikat memonopoli Ekonomi Dunia. 

Pada saat itu, Hanya sedikit orang di dunia yang bisa melihat jelas cara Amerika ini, termasuk para Pakar Ekonomi dan Keuangan. Mereka tidak mengetahui peristiwa terpenting Di abad ke-20 sebenarnya, bukan Perang Dunia I, Perang Dunia II, ataupun Runtuhnya Uni Soviet pada awal tahun 90an. Peristiwa paling penting di abad 20 adalah Decoupling logam Emas dengan Dolar pada tanggal 15 Agustus 1971.

Sejak itu, seluruh umat manusia di dunia baru benar-benar melihat munculnya kekaisaran keuangan atau Financial Empire AS. Financial Empire ini telah mengintegrasikan seluruh umat manusia ke dalam Monopoli Sistem Keuangannya. 

Hari ini Hegemoni Dolar telah berlangsung lebih dari 40 tahun. Kita semua telah memasuki Era Uang kertas nyata. Tidak ada lagi logam mulia di belakang dolar AS. Semuanya hanya didukung oleh kredit pemerintah AS dan kepercayaan Dunia terhadapnya. Dan tentu saja, AS mendapat keuntungan terbesar oleh karenanya. 

Sederhananya, Amerika dapat memperoleh kekayaan fisik apapun dari seluruh dunia hanya dengan mencetak selembar kertas hijau. Tidak pernah ada hal seperti itu dalam sejarah manusia. 

Seperti kita ketahui, untuk mendapatkan kekayaan baik dari dalam maupun luar negeri, kita perlu menggunakan emas, perak atau Mata Uang untuk saling menukar. Ataupun, melalui cara peperangan seperti yang dipraktikkan Imperialis Barat untuk memperoleh sumber daya alam negara lain.

Ketika Dolar AS tidak lagi diikatkan dengan logam emas, dan berubah menjadi selembar kertas hijau, biaya Produksi AS dapat dikatakan paling rendah di dunia. Emas tidak lagi menyeret dan menjadi halangan bagi Dolar. Amerika Serikat dapat mencetak Dolar sesuka hati. 

Sebagai akibatnya, jika terlalu banyak Dolar dicetak dan hanya bersikulasi di Amerika Serikat, akan membawa dampak inflasi dalam Negeri Amerika. Sehingga, mereka harus mengekspor Dolar. Akibatnya, Dunia akan menanggung inflasi dari Amerika Serikat. Itulah sebabnya, mengapa tingkat inflasi Dolar tidak pernah tinggi.

Dengan kata lain, ketika AS mengekspor Dolar ke dunia, inflasi akan melemah di AS. Tetapi setelah Dolar AS diekspor ke dunia, menyebabkan orang Amerika sendiri akan kekurangan uang. Pada saat itu, jika The Fed terus mencetak mata uang, Dolar AS akan terus terdepresiasi.

Sehingga, tentu saja tidak menguntungkan Amerika sendiri. Karena itu, The Fed bukanlah bank sentral yang menyalahgunakan pencetakan uang semaunya seperti yang dipikirkan kebanyakan orang.

The Fed sebenarnya tahu persis apa itu pengekangan diri. Dari munculnya The Fed pada tahun 1913 hingga 100 tahun kemudian di tahun 2013, tahukah Anda berapa Dolar yang telah di cetak The Fed?

Jawabannya, “10 Triliun Dolar.” 

Untuk menghindari penyalahgunaan hak mencetak uang sesuka hati, dalam mengatasi kekurangan uang setelah Dolar di ekspor keluar negeri, The Fed menerbitkan obligasi negara. Dengan cara ini, The Fed dapat menarik kembali Dolar yang diekspor.

The Fed mulai memainkan permainan mencetak uang dengan satu tangan, dan meminjam uang dengan tangan lainnya. Dengan Mencetak uang, mereka dapat menghasilkan uang. Meminjam uang dengan menerbitkan obligasi juga dapat menghasilkan uang. 

The Fed mendapatkan keuntungan dengan sangat mudah lewat cara Finansial, dibanding cara ekonomi riil. Karena tidak ada yang bersedia bekerja keras di Industri manufaktur yang terkadang disertai dengan polusi tinggi dan merusak kesehatan, tetapi dengan nilai perolehan yang sangat rendah?

Sejak 15 Agustus 1971 kemudian, Amerika secara perlahan meninggalkan industri ekonomi riil, memasuki ekonomi virtual. Secara bertahap berubah menjadi cekungan negara. 

Saat ini, PDB AS telah mencapai 20 Triliun Dolar. Kontribusi Ekonomi riil terhadap PDB-nya belum sampai 5 Triliun. Sebagian besar didominasi oleh ekonomi virtual. 

Banyak orang berpikir bahwa setelah kejatuhan Kerajaan Inggris, sejarah penjajahan Dunia pada dasarnya berakhir. 

Asal Mula Hegemoni Dolar
Asal Mula Hegemoni Dolar (Image: Youtube)

Sebaliknya, AS dengan menggunakan Dolar memulai ekspansi kolonial implisit. Menggunakan Dolar secara diam-diam mengendalikan ekonomi Dunia, menjadikan semua negara di dunia ke dalam Koloni keuangannya. 

Just like grandma says, setelah memahami asal mula hegemoni Dolar, walaupun Hari ini kita melihat banyak negara berdaulat dan merdeka, termasuk Indonesia. Kita dapat memiliki kedaulatan, konstitusi, dan pemerintah sendiri. Tetapi kita tidak dapat melepaskan diri dari Imperialis Hegemoni Dolar AS.

Semua kekayaan kita atau Negara kita pada akhirnya, akan dinyatakan dalam Dolar AS dengan berbagai cara. Melalui pertukaran Dolar, semua Kekayaan fisik kita terus menerus dihisap ke Amerika Serikat.