Asal Usul Big Data

Asal Usul Big Data merupakan dasar dari segala penelitian dan analisis. Jika Anda ingin melakukan penelitian, Anda harus memiliki Big Data. Dewasa ini, Big Data telah digunakan dalam berbagai bidang bisnis. Big Data sangat penting. Tidak hanya besarnya data menjadi pertimbangan utama, tetapi apa yang harus dilakukan organisasi atau perusahaan dengan data tersebut. Big Data berguna untuk pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik.

Namun, pertanyaannya “dari mana Big Data berasal?”

Pertama, Big Data berasal dari Alat sensor seperti Radio Frequency Identification, atau disingkat RTID. Pada 2005, total jumlah sekitar 131 juta. Memasuki tahun 2010 meningkat menjadi 3 miliar. Penggunaan Alat sensor menjadi semakin luas. Apa itu “Alat sensor?”

Berbagai Alat Monitor CCTV di sepanjang jalan, Ponsel, gelang, jam tangan, komputer, mobil, AC, penanak nasi, soket, lampu dll. Semua peralatan yang dapat diubah menjadi Alat sensor selama peralatan ini bisa digunakan untuk pemantauan, integrasi data dan transmisi dinamakan Alat Sensor. Prinsip dasarnya berasal dari prinsip frekuensi radio, sehingga disebut “sensor frekuensi radio.”

Asal Usul Big Data

Kedua adalah Internet.  Menurut statistik, Google memproses sekitar 24PB data seluruh dunia setiap hari. Sedangkan Baidu, search enginenya China memproses 100PB data seluruh China setiap hari. Dengan penambahan 10TB per hari.

Asal Usul Big Data Ketiga, adalah jejaring sosial seperti Facebook yang memproses 23TB per hari, Twitter memproses 7TB per hari, sedangkan Tencent memproses data yang meningkat 200-300TB per hari.

Keempat, berasal dari para perusahaan telekomunikasi. Salah satu perusahaan Telekomunikasi terbesar Tiongkok, China Mobile menghasilkan lebih dari 10TB data CDR, lebih dari 30TB Data Log, dan lebih dari 100TB Data Pensinyalan. Di antaranya, CDR adalah data terstruktur yang mencakup nama, stasiun pangkalan akses, waktu bicara, penagihan dll. Sebaliknya, Log adalah data yang tidak terstruktur. Demikian pula halnya, Pensinyalan juga merupakan data yang tidak terstruktur.

Kelima, adalah Perusahaan Finansial atau Keuangan. Seperti Setiap siklus transaksi jumlah data yang diperoleh oleh NYSE hanya 1TB, walaupun bukan jumlah data yang besar.

Asal Usul Big Data
Asal Usul Big Data (Image: Infosec Resources)

Keenam adalah penjualan online atau E-Commerce. Volume pesanan Harian Taobao adalah sekitar 10 juta order. Alibaba telah mengakumulasikan lebih dari 100PB Data.

Ketujuh adalah penelitian ilmiah. Sebagai contohnya, CERN Hadron Collider Eropa yang menghasilkan sekitar 40TB data per detik.

Kedelapan adalah pemerintah, tepatnya Pemerintah Negeri Paman Sam. Pemerintah AS memiliki lebih dari 800PB data. Di AS, selain perusahaan komersial raksasa Silicon Valley, pemerintah AS merupakan sumber data kedua terbesar di dunia.

Just like grandma says, Dalam istilah sederhana, Big Data adalah data berskala besar, struktur campuran yang mengumpulkan seluruh kehidupan sosial manusia secara paralel termasuk privasi pribadi online. Alat Sensor adalah alat utama pengumpulan Big Data. Segala Perilaku manusia baik sosial maupun Pribadi adalah sumber Big Data.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: