Avengers 4 Endgame

Oleh: Ricky Suwarno

25 april 2019

Bulan April ini, dunia sedang dilanda demam. Demam yang sangat hebat. Demam merupakan salah satu gejala menandakan adanya infeksi didalam tubuh. Dan jika dipicu oleh virus, infeksi itu akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika dipicu oleh bakteri maka harus diberi antibiotik. Namun, demam yang sedang terjadi di jagad raya ini bukan demam biasa. Dan hanya bisa diobati melalui tonton film. Yah, demam Marvel. Avengers 4: Endgame.

Marvel Movie Universe, adalah serangkaian film yang diproduksi oleh Marvel Pictures berdasarkan karakter heroik komik. Marvel Studios berbasis di Walt Disney Studios di Burbank, California. Yang pernah saya kunjungi pertama kali di tahun 2016, untuk kerjasama di perusahaan saya yang dulu. Marvel merupakan divisi yang sepenuhnya dimiliki oleh the Walt Disney Company.

Dengan produser film yang sekaligus menjabat sebagai presiden, Kevin Feige. Yang datang ke Shanghai seminggu yang lalu. Tepatnya tanggal 18 April bersama pemain utama Avengers 4 Endgame, seperti Chris Evans, Chris Hemsworth, Jeremy Renner, Paul Rudd, Mark Ruffalo, dan Josh Brolin dalam promosi untuk premiere day.

Sayangnya, Robert Downey Jr, pemeran Iron Man tidak bisa muncul karena pesawat pribadinya, tidak diijinkan mendarat di daerah teritori China. Dan akhirnya, Iron Man harus terbang balik ke AS pada hari itu juga.

Pada Maret 2019, Marvel Film Universe telah meluncurkan 21 film. Dengan box office global 18,5 miliar dollar. Kalau dalam dunia digital, Marvel Film itu bisa diibaratkan sebagai perusahaan yang sudah mencapai level Decacorn.

Karya terbaru Marvel Movie Universe, The Avengers 4 Endgame, menembus 100 juta dollar di box office pra-penjualan di mainland China. Suatu prestasi yang sangat menggiurkan untuk para pembuat film lokal maupun Hollywood.

Saya rasa kesuksesan Marvel Movie bisa disimpulkan atas beberapa unsur. Pertama, ada plot yang lengkap dan koheren. Dunia film Marvel dimulai pada tahun 2011. Dengan serangkaian petunjuk tentang permata tak terbatas yang menghubungkan cerita setiap film. Dan The Avengers 4 Endgame, adalah akhir dari cerita.

Seluruh dunia film Marvel seperti acara TV yang telah ditayangkan selama 10 tahun di bioskop. Menarik pemirsa untuk membeli tiket. Sebagian besar rangkaian film lainnya tidak dapat melakukan ini. Dan, Seringkali mereka hanya memiliki urutan waktu dan kesinambungan karakter. Tetapi, tidak ada koneksi pada plot atau jalan ceritanya.

Unsur Kedua, pengontrolan kualitas yang sangat ketat. Marvel Pictures ibarat suatu jalur perakitan. Menghasilkan film yang serupa. Tetapi di atas garis standar. Ini adalah produk pengembangan Marvel dari sistem pusat produser, hingga produk film dengan kualitas ekstrem. Kevin Feige, presiden Marvel Films, adalah juga produser beberapa filmnya. Dan merupakan satu-satunya helm semesta film Marvel. Dialah yang mengembangkan plot dan gaya umum untuk semua film Marvel. Dan juga bertugas mencari sutradara yang tepat. Untuk setiap film.

Di bawah sistem ini, sutradara film Marvel pada dasarnya bukanlah sutradara besar atau terkenal di mata penonton. Bukan seperti film seri kayak sutradara “Transformers” atau “007”. Dimana popularitas dan gaji sutradara sangat tinggi.

Ketiga, lebih menekankan desain masing-masing pahlawan secara individu. Dunia film Marvel akan menempatkan karakter sebagai hal yang paling utama. Karakter heroik Marvel seperti Thor dan Iron Man, sangat populer di komik sejak awal. Tetapi popularitas mereka di audiens arus utama tidak tinggi. Dan Marvel memang meluangkan waktu memperdalami karakter tersebut. Menceritakan kisah karakter ini dengan cara yang menarik. Dan mengubahnya menjadi pahlawan dan nama yang terkenal di alam semesta ini.

Marvel juga berusaha menjaga film seri seperti The Avengers tidak boleh lebih penting, di banding independen superhero karakter lainnya.

Just like grandma says, Kevin Feige dalam wawancaranya di Shanghai mengatakan, “Sejauh ini, jika ada rahasia, film iindependen (satu superhero) harus selalu lebih dipentingkan daripada serangkaian film seri.”

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.