Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika

Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika , sejak Perang Dagang China – As di tahun 2018. Banyak orang kuatir apakah akan terjadi Decoupling ekonomi antara dua raksasa Superpower ini. Saya rasa kemungkinan terjadinya decoupling ekonomi lebih kecil. Sebaliknya, yang lebih mungkin terjadi adalah blokade teknologi dari Amerika. Inti dari gesekan perdagangan Sino-AS adalah perang sains dan teknologi. Bukan Perang Dagang biasa. AS berusaha mati-matian memblokir bangkitnya teknologi China.

Manufaktur atau Made in China hari ini bukan produksi kelas bawah lagi. Biaya tenaga kerja China bukan merupakan keunggulan sudah sejak lama. Dampak tarif 25% yang dikenakan  Amerika Serikat terhadap China tidak separah yang dibayangkan. Karena perusahaan dengan margin keuntungan manufaktur rendah telah lama dipindahkan ke luar negeri. Atau telah dieliminasi oleh perusahaan manufaktur lain.

Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika

Alasan lainnya, meskipun Amerika Serikat ingin memblokir China secara sepihak, ia tidak dapat melakukannya sama sekali. Perdagangan global saat ini telah terintegrasi. Di Era integrasi, melarang produk negara lain memasuki negara kita atau sebaliknya, atau bahkan memutuskan semua kerja sama antara pihak lain dan kita dalam rantai industri, masing-masing pihak pasti akan menderita kerugian.

Misalnya, pabrik Motor terkenal Amerika “Harley-Davidson”. Mereka memiliki pemasok bernama PT Wanfeng dari China di propinsi Shandong. Wanfeng berspesialisasi manufaktur roda sepeda motor. Produknya juga dijual ke BMW. Setelah terjadinya Perang Dagang, Harley tidak bisa menemukan penggantinya sama sekali.

Akibatnya, Harley segera melobi Departemen Perdagangan AS dan meminta Departemen Perdagangan untuk memodifikasi kode bea cukai khusus untuk mereka. Mengubah produk yang dihasilkan oleh Wanfeng menjadi tarif biasa.

Atau, ketika Amerika Serikat ingin memblokir Huawei dan menghentikan pasokan chipnya. Tetapi jika Huawei tidak bisa mendapatkan chip, para pemasok Amerika sendiri juga akan kehilangan pasar terbesar China. Termasuk pasar global yang terpancar ke seluruh dunia oleh produk Huawei. Karena Huawei telah menjadi ponsel manufaktur kedua terbesar sesudah Samsung. Huawei memproduksi lebih dari 300 juta ponsel di tahun 2019. Bahkan, ada kemungkinan Huawei akan menyalip Samsung menjadi manufaktur ponsel terbesar di dunia di tahun 2020.

Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika
Trump mengisolasikan AS dari dunia luar (Image: AI technology information)

Pendekatan Amerika seperti ini setara dengan membangun pagar buatan dan memisahkan diri sendiri dari dunia luar. Dari perspektif ekologis, sama dengan mengisolasi diri sendiri dari pasar utama Global. Dalam jangka panjang, pasar kecil non-mainstream akan menyusut. Karena itu, saya percaya Perang Dagang tidak akan bertahan lama karena kepentingan kedua belah pihak akan dirugikan. Yang benar-benar harus dikhawatirkan China  adalah blokade teknologi. Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika adalah tantangan China dalam dekade mendatang.

Ciri-ciri Industri teknologi adalah peningkatan yang konstan. Ketika sejumlah besar peningkatan teknologi terjadi, jika China tidak dapat menghubungkan produk teknologi masa depan akan mengakibatkan perusahaan teknologi asing tidak dapat masuk. China tidak akan memiliki sumber inovasi yang cukup, sehingga perusahaan manufaktur China tidak dapat mempelajari kemampuan produksi yang lebih maju. Inilah risiko terbesar Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika.

“Caranya?”

Nilai ekologis.

Cara yang dilakukan AS sekarang ini adalah memecah seluruh ekosistem inovasi. Mereka hanya menekankan manfaat kekayaan intelektual dan tidak melihat kontribusi negara lain. Mereka hanya percaya sumber teknologi adalah milik mereka, dan semua manfaat inovasi harus menjadi milik mereka. Misalnya, Apple yang telah cuan banyak. Pemerintah AS masih berharap Apple untuk menarik kembali pabrik-pabriknya ke Amerika. Berharap Semua keuntungan tidak boleh dibagi dengan China. Dalam hal ini, Amerika terlalu menginterpretasikan nilai diri mereka sendiri dan mengabaikan nilai ekologi China.

Inovasi adalah ekologi. Memerlukan koordinasi berbagai elemen untuk mencapainya. Seluruh ekologi inovasi harus dihargai. Perdagangan antar negara hanyalah kolaborasi jangka pendek. Inovasi adalah kolaborasi jangka panjang. Inti dari kolaborasi jangka panjang adalah stabilitas ekologis. Atau pengakuan tentang pentingnya satu sama lain di antara elemen-elemen dalam ekologi.

Made in China adalah realisasi dari nilai inovasi global. China dapat membantu para ilmuwan dan pengusaha di seluruh dunia mengubah inovasi menjadi kenyataan. Walaupun harus diakui, Amerika Serikat memiliki kapabilitas utama dalam produksi teknologi, tetapi sebaliknya Amerika jangan lupa bahwa China memiliki kapabilitas terkemuka dalam pembuatan teknologi dan produk yang rumit dan kelas atas. Kedua kemampuan ini bila digabungkan baru akan menjadi rantai inovasi lengkap. Bukan siapapun yang dapat memisahkannya.

Tidak hanya itu, China juga perlu membantu negara-negara “Belt and Road” menemukan nilai mereka sendiri dalam ekosistem inovasi global. Membantu mereka saling melengkapi dengan China. Menciptakan mekanisme distribusi manfaat jangka panjang untuk kesejahteraan bersama.

Selama seluruh ekosistem inovasi dibangun di sekitar Tiongkok, Tiongkok dapat terus berkontribusi pada ekosistem inovasi ini, China baru bisa memecahkan blokade teknologi Amerika. Pada akhirnya, China baru dapat beralih dari negara berkekuatan sains dan teknologi menjadi negara besar dengan kekuatan teknologi yang sulit ditandingi.

Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika, Dalam hal strategi yang lebih spesifik, China mungkin dapat melakukan pendekatan yang namanya “satu warisan, dua terobosan.”

Warisan artinya, China harus mewarisi budaya bisnis global. Menghormati aturan kerja sama internasional. Menghormati hak kekayaan intelektual. Mengakui nilai inovasi, dan melakukan transendensi atas dasar warisan tersebut.

“Mengapa menekankan warisan?”  

Karena Ini ditentukan oleh hukum sejarah.

Mungkin Banyak orang khawatir China dan Amerika Serikat akan jatuh ke dalam “perangkap Thucydides.” Perangkap Thucydides terjadi karena kekuatan baru atau sang penantang mengabaikan aturan yang ada. Sehingga terjadilah konflik. Di balik konflik, ada juga banyak contoh negara yang berhasil menghindari “perangkap Thucydides” dan mencapai penyalipan secara damai. Asalkan Pertama, kekuatan Baru (China) harus mengakui aturan pasar  sebelumnya, dan sepenuhnya menghormati pemimpin pasar sebelumnya (AS). Kedua, atas fondasi ini China harus mencari faktor inti pendorong dalam pembangunan ekonomi di Era baru, dan meraih kepemimpinan dalam faktor pendorong inti baru ini.

Sebagai contoh, Spanyol dan Portugis pertama kali memulai perdagangan maritim. Akan tetapi, Inggris yang memperoleh keuntungan terbesar. Inggris mendirikan peradaban maritim di abad ke-17. Inggris mempromosikan aturan perdagangan bebas. Membuka pintu ke negara lain. Dan menguasai sumber daya global.

Kemudian, Sejak akhir abad ke-19 Amerika Serikat secara perlahan mengambil alih supremasi Inggris. Kedua negara berhasil mengalihkan kekuatan dengan damai dan tidak jatuh ke dalam “perangkap Thucydides.”

“Kenapa?” 

Karena Amerika Serikat tidak merusak aturan semula yang dibuat oleh Inggris. Amerika Serikat mewarisi dan menggunakan sistem perdagangan bebas Inggris. Membuka jalan penjualan global untuk produk-produk AS hasil revolusi industri kedua, dan akhirnya AS berhasil menjadi negara Adidaya no1 Dunia.

Ketika Amerika Serikat merasakan enaknya, Amerika akan berpikir bagaimana mempertahankan keunggulan ini? Satu-satunya cara adalah membangun sistem perlindungan kekayaan intelektual yang ketat. Oleh karena itu, atas dasar perdagangan bebas, Amerika Serikat lebih menekankan perlindungan kekayaan intelektual dan mensyaratkan serangkaian sistem perlindungan kekayaan intelektual direalisasikan secara global.  

Namun, Tidak mudah bagi China untuk menyalip jaringan hak kekayaan intelektual yang didirikan oleh Amerika Serikat. Amerika Serikat menggunakan waktu ratusan tahun untuk mencapai level saat ini. Untuk mencapai transendensi, China harus menemukan jaringan baru atas dasar mewarisi jaringan semula ini dan menghormatinya. Kemudian, menetapkan aturan baru pada jaringan baru, dan menemukan lubang terobosan.

“Apakah peluang jaringan baru buat China? Keunggulan manufaktur?”

Nope, melainkan inovasi.

Inovasi adalah jaringan baru. Jaringan ini lahir sejak Bayh-dole Act 1980, namun masih belum membentuk super node. Karena inovasi pada dasarnya dilakukan di sekitar universitas. Universitas relatif tersebar luas. Struktur jaringan ini juga relatif tersebar. Namun, Made in China memiliki peluang untuk membangun koneksi luas di seluruh dunia.

Revolusi di bidang inovasi pada dasarnya berasal dari sejumlah perusahaan kecil memimpin inovasi, daripada perusahaan multinasional. Perusahaan-perusahaan inovatif ini mempunyai ciri-ciri berukuran kecil dan tersebar. Tidak dapat membentuk monopoli terhadap China. Sebaliknya, sangat bergantung pada industri China untuk mencapai produksi massal. Dengan menyiapkan “Branding” manufaktur teknologi China dan kemampuan melayani inovasi global, China baru dapat menjadi super node dan membangun koneksi terluas dalam ekosistem inovasi. Hal yang sama bisa juga diterapkan di Indonesia.

Sehingga, perlindungan kekayaan intelektual yang ditekankan Amerika Serikat bisa menjadi payung perlindungan bagi China maupun Indonesia. Ketika produk inovasi dan teknologi diproduksi di China dan kemudian didistribusikan dari China ke seluruh dunia, China berkemungkinan berdiri di ketinggian yang tinggi dan memungkinkan Amerika Serikat membantu membuka jalan. Bahkan meskipun, sebagian besar ilmu pengetahuan dan teknologi asli bukan berasal dari China, namun mereka dapat merekonstruksi seluruh ekosistem inovasi.

Dalam hal terobosan, misalnya Di bidang kecerdasan buatan. China telah menginvestasikan banyak Dana penelitian ilmiah. Tetapi pada kenyataannya, banyak ahli percaya bahwa pengembangan teknologi AI yang mendasar pada dasarnya telah berakhir atau matang. Prospek untuk terobosan masa depan belum terlihat.  

Selain itu, kecerdasan buatan seperti halnya dengan semua teknologi open source, adalah kemampuan tingkat infrastruktur yang akan terpenetrasi ke semua orang. China tidak dapat mencapai keunggulan jangka panjang di bidang ini.

Jadi, China harus lebih berfokus untuk membuat terobosan di babak berikutnya. Seperti energi baru, materi baru, atau sains kognitif. Teknologi ini mungkin termasuk bidang yang tidak populer, dan sangat sulit bagi para ilmuwan untuk mendapatkan dana penelitian. Namun, China harus melakukan penelitian yang lebih berpandangan ke depan dan bekerja keras pada peluang terobosan berikutnya, daripada hanya mengikuti tren.

Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika
Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika (image: bloomberg)

Keunggulan universitas kelas dunia bukanlah berapa banyak Penerima Hadiah Nobel dapat dipekerjakan untuk mengajar di universitas tersebut, melainkan berapa banyak profesor berhasil mencapai prestasi di universitas ini dan memenangkan Hadiah Nobel.  

Mereka harus dapat membuat rencana masa depan. Atau memprediksi bidang mana yang memiliki peluang terobosan. Membujuk para sarjana terkemuka untuk bergabung dan membuat terobosan. Sampai akhirnya, hak kekayaan intelektual ini dimiliki oleh universitas . Ini baru namanya Universitas hebat.

Terobosan kedua, bukannya menarik perusahaan besar untuk mendirikan pabrik di China, tetapi menarik perusahaan kecil untuk membangun terobosan dan pabrik di China.

Pemerintah China perlu menyesuaikan kebijakan untuk menarik perusahaan teknologi R & D kecil mendirikan pabrik di China. Membantu perusahaan-perusahaan kecil dengan inovasi tinggi ini mencapai produksi massal di China. Membantu mereka memasuki pasar China, dan menyelesaikan masalah keuangan pasar dan produksi global mereka. Selama China terus menjalankan kebijakan tersebut, sejumlah besar perusahaan Fortune 500 akan lahir di China dalam 10-20 tahun mendatang. Alhasilnya, perekonomian China pasti akan bisa menyalip Amerika. Inilah, sekian banyak cara Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika.

Just like grandma says, bagi banyak orang, dunia ibarat suatu pertandingan tinju. Zero sum game. Namun, di mata orang China, dunia lebih seperti suatu permainan tarik tambang.

Permainan Tarik-tambang tidak begitu peduli milikmu atau milikku. Atau Anda hidup atau mati. Tetapi lebih menjurus ke hak pemilikan dan dominan yang lebih banyak atau sedikit. Kompetisi global saat ini telah lama berubah dari kompetisi zero-sum dan subtitusi regional menjadi kompetisi kolaboratif dalam ekosistem inovasi global.  

Advertisements
Categories: Bagaimana China menangani blokade teknologi Amerika

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: