Bagaimana Cosco Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani

Bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani. Perusahaan China yang berinvestasi di luar negeri telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Seperti pelabuhan Yunani yang hampir bangkrut. Melalui pemberdayaan perusahaan China menjadi hidup kembali.

Pelabuhan Piraeus, pelabuhan terbesar di Yunani. Terletak di teluk Saronic dengan volume container pertahun 4,9juta dan 15 juta lalu lintas penumpang. Sekitar 8 kilometer jauhnya dari ibukota Yunani, Athena. Merupakan muara Athena. Pelabuhan utama di Mediterania yang terdekat dengan Terusan Suez. Atau lebih tepatnya, pusat beberapa rute utama di dunia.

Selain kondisi geografisnya yang menguntungkan, kondisi hidrologi alami Piraeus juga luar biasa. Pelabuhan ini jarang menghadapi cuaca ekstrem. Tidak mudah terpengaruh oleh pasang surut. Saluran terminal dan dermaga bebas dari endapan lumpur. Jadi, tidak perlu sering dikeruk.

Bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani

Pada awal tahun 500 SM dalam Perang Hippo, Pelabuhan Piraeus telah menjadi basis pembuatan kapal yang sangat penting untuk Yunani. Setelah akhir Perang Dunia II, Piraues menjadi pelabuhan terbesar di Yunani.

Namun sayangnya, segalanya menjadi berubah pada pergantian abad.

Karena kurangnya pemeliharaan fasilitas dan penuaan pelabuhan yang sangat parah. Dalam persaingan dengan pelabuhan modern lainnya di Eropa, Piraeus dikalahkan. Throughput menurun tajam.

Hal yang paling ekstrem adalah ketika sebuah kapal membongkar muatan di pelabuhan, peralatan tiba-tiba rusak. Sehingga, menyebabkan banyak kapal dibelakang tidak bisa membongkar muatannya. Dan harus berbaris panjang dalam penungguan. Tentu saja, Pemilik kapal harus terus menunggu klaim dari pelabuhan.

Selama krisis keuangan global pada 2008, Yunani adalah salah satu negara yang paling hancur di Eropa. Dalam 8 tahun sejak krisis keuangan, PDB Yunani telah menyusut 26%. Alokasi keuangan yang didapatkan secara alami juga sangat kecil.

Pada 2008, kerugian Piraeus semakin parah mencapai 13 juta euro. Pada tahun 2010, hanya  ada 880.000 TEU (container standard berukuran 20 kaki atau 6.1m) throughput kargo per tahun. Ini setara dengan beberapa persen jumlah throughput pelabuhan terbesar di Eropa.

Di masa tersulit pelabuhan Piraeus, China Ocean Shipping Group disingkat COSCO akhirnya turun tangan membantu. Berinvestasi.

Pada tahun 2008, COSCO Group dan Yunani menandatangani perjanjian waralaba selama 35 tahun. Dari 1 Oktober 2010, secara resmi mengambil alih terminal peti kemas Piraeus No. 2 dan No. 3.

6 tahun kemudian yakni di tahun 2016, COSCO Shipping Group telah menyelesaikan 67% ekuitas dengan Yunani. Menjadi pemegang saham terbesar Otoritas Pelabuhan Piraeus. Ini juga pertama kalinya sebuah perusahaan China mengambil alih seluruh pelabuhan di luar negeri.

11 tahun berlalu. Bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani?

Tahun 2019, Piraeus secara resmi menjadi pelabuhan terbesar di Mediterania.  Throughput peti kemas tahunan diperkirakan mencapai 5,8 juta TEU  tahun ini. Enam kali lipat dari 880.000 TEU pada tahun 2010.

Tahun 2018, Piraeus mencapai kinerja laba terbaik perusahaan. Peningkatan laba bersih sebesar 147% YoY. Kepala ekonom bank sentral Yunani mengatakan bahwa kekuatan pelabuhan saat ini dapat bersaing dengan pelabuhan Jerman, Belanda, Spanyol, dan Italia. Bahkan dalam beberapa tahun mendatang, Pelabuhan Piraeus dapat menyalip lawannya menjadi pelabuhan terbesar di Eropa.

Jadi pertanyaannya, metode apa yang digunakan atau bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani ini?

COSCO Group melakukan tiga hal pada pasien ini.

Pertama adalah “menghentikan pendarahan”.

Ketika COSCO Group secara resmi mengambil alih Piraeus, situasi di dalamnya dapat digambarkan dengan dua kata, serba kacau. Pada waktu itu, semua peralatan yang menua dan ketinggalan zaman. Pembongkaran muatan yang serba tidak efisien. Banyak kapal berjejer di pelabuhan.

COSCO Group mengirim personel manajemen dan teknisi terbaik dari China untuk menangani situasi ini. Dalam 2 minggu perbaikan, terminal pelabuhan kembali normal. Setelah empat bulan perbaikan, efisiensi operasi Piraeus meningkat pesat.

Sebelumnya, ketika pelanggan ingin membongkar barang di pelabuhan, biasanya harus mengantri selama 4 hingga 6 jam. Tetapi kemudian, ada ribuan kontainer masuk dan keluar dari Piraeus setiap hari. Masing-masing hanya membutuhkan 10 menit untuk mengambilnya.

Ini artinya “hemostasis”. Menghentikan darah.

Hal kedua, “transfusi darah.”

Salah satu alasan paling penting penurunan bisnis pelabuhan, adalah dalam struktur ekonomi Yunani bukan negara industri.  Bahan baku impor dan barang industri yang diekspor sangatlah jarang. Hal ini menyebabkan Piraeus harus selalu “Lapar” meskipun letak geografisnya yang menguntungkan. Hanya menjadikannya sebagai pelabuhan transit di Mediterania.

Namun sayangnya, perusahaan shipping terpenting di dunia sering memilih untuk transit di pelabuhan investasinya sendiri. Karena biayanya lebih rendah. Piraeus tidak memiliki keuntungan seperti itu. Sehingga, bahkan tidak ada perusahaan kapal yang bersedia transit ditempatnya.

Karena Piraeus tidak dapat memperoleh bisnis dari dalam Yunani, COSCO Group mulai melakukan transfusi darah ke Piraeus. Metode spesifiknya adalah membantu Pelabuhan tersebut mengembangkan pasar internasional. Misalnya, mereka memasukkan banyak kapal kontainer perusahaan mereka untuk berlabuh di Piraeus. Hasilnya, pendapatan pelabuhan Piraeus mulai meningkat dalam waktu singkat.

Pada 2017, throughput peti kemas Piraeus menduduki peringkat ke-36 dalam peringkat throughput dari 100 pelabuhan peti kemas top dunia. Naik 60 peringkat dibanding tahun 2010. Selain transfusi darah dari luar, COSCO Group juga membantu Piraeus meningkatkan daya saingnya.

Bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani
Bagaimana COSCO Shipping menghidupkan kembali pelabuhan Yunani (Sumber: Youtube)

Sejak 2011, COSCO Group telah mulai berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur Piraeus. Bermaksud mengubah Piraeus dari suatu pelabuhan transit menjadi pelabuhan layanan yang beragam.  

Sekarang Piraeus memiliki enam fungsi sekaligus. Tidak hanya terminal peti kemas. Tetapi juga terminal pelayaran, terminal feri, dan terminal mobil, logistik dan pergudangan, serta fungsi perbaikan dan pembuatan kapal.

Ketiga, juga hal terpenting menurut saya, memasukkannya ke dalam sistem kolaborasi yang lebih besar. Pada 2013, COSCO Group menyarankan pemerintah Yunani untuk menghubungkan Piraeus dan Triaxio, pusat pengiriman utama Yunani. Membuka jaringan kereta api Piraeus, Yunani dan Eropa. Menghubungkan dengan “jarak tempuh terakhir” dari transportasi laut dan transportasi darat Port Piraeus.

Atas fondasi kereta api ini, COSCO Group juga telah menarik Piraeus ke dalam rencana Belt and Road. Membangun “Jalur Ekspres Darat dan Laut Eropa Tengah”. Dinamakan Express karena mempersingkat waktu pejalanan dari Asia Timur ke pedalaman Eropa setidaknya satu minggu.

Sampai detik ini, “Jalur Eropa Darat dan Laut Eropa” telah mengoperasikan 30 kereta per minggu. Memungkinkan Piraeus dapat mencakup 9 negara Eropa. 1500 gerai, dan 71 juta penduduk.

Efek lingkaran yang bajik mulai kelihatan. Perusahaan internasional seperti Hewlett-Packard, Samsung, dan Sony telah mendirikan pusat distribusi logistik di Piraeus. Perusahaan pelayaran terpenting di dunia, ada hampir 50 rute yang berlabuh dan transit di pelabuhan ini.

Investasi luar negeri China bukan hanya tentang modal ke luar dari China. Tetapi untuk menarik titik di luar negeri ke dalam seluruh sistem sumber daya China. Ini adalah logika yang mendasari investasi luar negeri China di seluruh dunia.

Bahkan, logika yang sama berlaku untuk pertumbuhan pribadi juga.

Just like grandma says, Ketika seseorang ingin sukses, seringkali ada dua jalan. Pertama,  harus mengandalkan usaha sendiri dengan bekerja keras. Kedua, adalah memasuki sistem kolaboratif dan menjadi simpul kunci paling atas supaya seluruh sistem dapat memberdayakan kita.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: