Bagaimana Elon Musk menjadi orang terkaya Dunia

Bagaimana Elon Musk Bisa menjadi orang terkaya Dunia melampaui Jeff Bezos. Pada awal bulan Januari 2021, kekayaan bersih pribadi Elon Musk naik menjadi 188 miliar dolar AS, menggeserkan Boss Amazon Jeff Bezos sebagai orang terkaya baru di dunia. Meskipun ia memiliki beberapa perusahaan teknologi tinggi seperti spaceX, Neuralink, dan Boring Company, Namun Tesla-lah yang mengkontribusikan kekayaan terbesar.

Mungkin tidak ada siapapun bisa menyangka bahwa Tesla, yang memiliki nilai pasar lebih dari jumlah 9 perusahaan otomotif terbesar dunia, dimana Beberapa tahun yang lalu, perusahaan itu masih berjuang di ambang kebangkrutan, dan China-lah yang menyelamatkan Tesla.

Bagaimana Elon Musk menjadi orang terkaya Dunia

Pada tahun 2014, sebuah jet pribadi “Dassault Falcon” mendarat di Bandara Ibu Kota Beijing. Seorang pria Amerika keluar dari kabin dan melihat ke daratan China yang semarak. Dia sangat bersemangat dengan gagasan Tesla memasuki China untuk membangun Gigafactorynya. Akan tetapi sayangnya, Beberapa hari kemudian, Dia meninggalkan Beijing dengan penuh rasa kecewa.

Menurutnya, industri mobil energi baru China yang sedang booming membutuhkan persaingan dari luar. Namun, Elon Musk tidak berhasil meyakinkan Beijing. Sebaliknya, perusahaan asing yang sedikit mencolok ini ditolak mentah-mentah. Ternyata, jobdohnya  dengan China masih Belum tiba. 

Juga pada tahun yang sama, setelah seorang eksekutif Pejabat tinggi Beijing menginspeksi sebuah perusahaan mobil milik negara, mereka memberikan instruksi bahwa pengembangan kendaraan energi baru adalah satu-satunya cara bagi China untuk beralih dari negara otomotif besar ke negara otomotif Adidaya. Kendaraan energi baru atau Mobil Listrik China baru akan mendapatkan peluang Besar.

Artinya, pendorong utama perkembangan pesat kendaraan energi baru China terletak pada energi baru. Pada tahun 2016, China telah mengimpor 380 juta ton minyak, menjadikannya sebagai pengimpor minyak terbesar di dunia. Ketergantungannya pada sumber asing melebihi 60%. Bahan bakar kendaraan China sendiri menyumbang 55% dari total konsumsi bahan bakar Dunia. Munculnya kendaraan energi baru telah memberikan China cara baru untuk mengatasi masalah kekurangan energi, yaitu-listrik.

Dibandingkan dengan sumber energi fosil, energi listrik China relatif melimpah. Pembangkit listrik termal China sendiri telah melebihi total pembangkit listrik Amerika Serikat. Yang belum termasuk sumber daya lain seperti pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga nuklir, atau pembangkit listrik tenaga angin. Selain itu, produksi kendaraan energi baru juga dapat menghindari kelemahan tradisional industri otomotif China seperti mesin dan kotak roda gigi. Hal ini tentu menyediakan jalan pintas bagi China untuk beralih dari negara otomotif besar ke negara otomotif yang Adidaya.

Oleh karena itu, untuk memecahkan dua titik sakit inti energi dan mobil, industri mobil energi baru atau Mobil Listrik China memasuki jalur cepat pembangunan pada tahun 2014. 

Pemerintah pusat dan daerah berebut memberikan dividen kebijakan untuk pengembangan kendaraan energi baru. Makanya muncullah subsidi besar-besaran di seluruh China.  Contohnya, propinsi Jiangsu. Dimana Pemerintah pusat Beijing menyubsidi 83.000 Dolar, Provinsi Jiangsu menyubsidi 33.000 Dolar, dan pemerintah kota menyubsidi 33.000 Dolar juga. Secara total, satu mobil Listrik bisa mendapatkan hampir 150.000 Dolar  subsidi. Dengan dukungan kuat dari Pemerintah, industri mobil energi baru China telah menjadi Tren baru dalam semalam.

Pada Umumnya, manusia memiliki sifat jelek dan tradisi yang buruk. “Setiap kebijakan Baik Pemerintah, selalu ada langkah-langkah dari bawahan untuk menangkalnya.” Artinya, Kebijakan subsidi yang tinggi membuat Talenta yang memang berkomitmen untuk melakukan sesuatu menjadi sangat senang. Sebaliknya, juga membuat sebagian orang yang berniat buruk mulai melakukan kecurangan pada subsidi pemerintah. 

Misalnya, Mereka mulai mencari Manufaktur mobil. Kemudian, dengan subsidi pemerintah membeli Pabrik mobil. Dan memasang baterai sendiri untuk mobil tersebut. Mereka menganggap pengembangan kendaraan energi baru telah berhasil, bukannya meneliti dan mengembangkannya sendiri. Bahkan, pada akhirnya mereka menjual perusahaan tersebut dengan harga yang sangat tinggi.

Sehingga, Data statistik menunjukkan kebijakan subsidi pemerintah tampaknya telah mencapai hasil yang sangat baik. Dalam waktu kurang dari dua tahun, output kendaraan energi baru di China meningkat 14 kali lipat. Sedangkan, output bus energi baru meningkat lebih dari 56 kali.

Sayangnya, banyak kejanggalan tindakan buruk para pembuat mobil ini mulai terbongkar. Akibatnya, pemerintah China turun tangan untuk menyelidiki hal tersebut. Pada akhirnya, Pemerintah Pusat Beijing mengurangi subsidi untuk Mobil Listrik.

Hampir semua perusahaan otomotif besar dalam negeri China terekspos menipu subsidi besar-besaran dari pemerintah. Diantaranya, Perusahaan mobil listrik terbesar BYD yang telah menipu lebih dari 35 Juta Dolar Subsidi. Bayangkan! Singkatnya, kebijakan subsidi energi baru China belum mencapai efek yang diharapkan. 

Selanjutnya, subsidi negara untuk kendaraan energi baru diturunkan secara drastis. Perkembangan industri Energi baru juga terhenti. Pada saat itu, Beijing cukup lincah dan cerdas. Mereka mulai menerapkan Strategi “Efek Ikan lele” untuk menggerakkan pengembangan Industri Mobil Energi baru ini. 

Efek Ikan Lele, memiliki arti “meskipun Ikan lele mengganggu lingkungan hidup ikan-ikan kecil lainnya, tetapi juga mengaktifkan kemampuan bertahan hidup ikan-ikan kecil tersebut.” Efek Ikan lele mengadopsi cara atau ukuran untuk merangsang para perusahaan agar aktif dan berinvestasi di pasar termasuk berpartisipasi secara aktif dalam persaingan. Sehingga mengaktifkan seluruh Rantai perusahaan di industri yang sama di pasaran.

Pada Hari April Mop 2016, setelah empat tahun, Tesla meluncurkan Mobil model baru 3 untuk konsumen sipil. Elon Musk dengan bangga mengumumkan di Twitternya, bahwa model 3 diluncurkan pada hari yang sama dan mendapatkan 100.000 pesanan di seluruh dunia. Hanya Setoran uang muka Elon Musk telah menerima lebih dari 180 juta dolar AS. Jumlah pesanan melonjak menjadi 400.000 setelah seminggu kemudian.

Permintaan pasar untuk kendaraan energi baru berkualitas tinggi sangatlah kuat. Elon Musk percaya tonggak perkembangan perusahaan mobil energi baru Menengah kebawah yang dia nantikan, telah tercapai.  DIa dengan berani menjanjikan kapasitas produksi Model 3 akan mencapai level 20.000 kendaraan per bulan pada akhir 2017. Dapat sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.

Namun sangat disayangkan, tampaknya kapasitas produksi obyektif Tesla telah membatasi Daya imajinasi Elon Musk. Menurut laporan keuangan Tesla di tahun 2017, Output Model 3 pada bulan Oktober hanya 260 unit. Bahkan, Produksi seluruh kuartal keempat hanya 2.000 kendaraan. Jarak yang sangat jauh dari yang dijanjikan produksi bulanan sebanyak 30.000 kendaraan. Banyak pelanggan yang memesan telah menunggu hampir dua tahun lamanya tanpa ada kabar lebih jauh.

Memang sangatlah tidak nyaman, bisnis yang berlimpah tetapi pesanan tidak dapat dipenuhi. Akibatnya, arus kas Tesla mulai mengencang. Pada akhir 2017, Tesla memiliki total utang hingga 23 miliar dolar AS. Hutang jangka pendek menyumbang sepertiga dari total hutang yang harus segera dilunasi. Dilain pihak, kesenjangan pendanaan melebihi 2 miliar dolar AS. 

Masalah arus kas Tesla telah dihebohkan oleh media Arus Utama dimana-mana. Apalagi Wall Street. Ditambah dengan masalah internal kepergian para Tim eksekutif Tesla dan banyak karyawan yang di PHK. Situasi Elon Musk dan Tesla saat itu dapat digambarkan sebagai Hujan dan Badai di depan mata. Akar dari semua masalah ini bukanlah karena mobil Tesla tidak bagus, tetapi karena kapasitas produksi Tesla tidak memadai untuk memproduksi kendaraan sebanyak itu.

Elon Musk adalah orang yang pantang menyerah. Pria setengah baya yang berani mempertaruhkan seluruh kekayaannya pergi ke Rusia untuk membeli roket, tiba-tiba teringat akan sebuah Negara. China. China adalah pasar konsumen mobil terbesar di dunia, yang dapat membawakan banyak pesanan lokal untuk Tesla. Dan juga dapat menghemat banyak biaya transportasi tarif karena pasokan luar negeri.

Unsur Kedua, China adalah satu-satunya negara di dunia dengan semua kategori industri yang dapat menyediakan Tesla semua mitra hulu dan hilir yang paling lengkap.

Unsur Ketiga, biaya tenaga kerja di China juga jauh lebih rendah daripada di Amerika Serikat. Sehingga, mengoperasikan pabrik mobil di China akan jauh lebih murah dan efisiensi.

Orang Asia sangat percaya dengan istilah nasib dan jodoh. Elon Musk tidak habis berpikir, Pemerintah Pusat Beijing yang dulunya mengabaikan semua usul pengembangan pabrik Tesla di China, tiba-tiba menjadi antusias di tahun 2018. China akhirnya, mencabut pembatasan kepemilikan tunggal perusahaan otomotif asing untuk membangun pabrik dinegaranya. Ide Elon Musk tentang kepemilikan tunggal untuk membangun pabrik secara historis disetujui oleh Beijing. Pabrik Gigafactory Tesla di Shanghai telah dimasukkan dalam agenda. Elon Musk terbang ke Shanghai pada hari kedua dengan penuh kegembiraan.

Gigafactory Shanghai menyelematkan Elon Musk dari kebangkrutan

Dia dengan cepat mencapai kesepakatan dengan pemerintah Shanghai dan  mendapatkan 1.300 hektar tanah di Kota Baru Lin Gang daerah Pudong dengan harga yang sangat rendah. Pemerintah Shanghai juga memberikan Tesla 3,5 Miliar Dolar pinjaman, dengan tingkat bunga yang sangat rendah dari suku bunga acuan bank.

Setengah tahun kemudian, Elon Musk menerima undangan misterius dari Beijing. Dia bangun dan langsung terbang ke sana tanpa pemikiran panjang. Karpet Merah sekitar Zhongnanhai, markas pusat Partai Komunis China dan Dewan Negara China siap menyambut kedatangan Pria imigran asal Afrika Selatan ini.

Sebuah mobil listrik avant-garde datang perlahan dari selatan, dan kemudian berhenti. Pria Amerika itu tersenyum dan keluar dari mobil. Dia mendongak dan melihat tiga karakter Mandarin “Zi guang ge” tertulis di gedung istana China. Begitu Melihat ke dalam, seorang pria paruh baya berkacamata juga tersenyum menyambutnya.

Setelah pertemuan tersebut, Elon Musk tidak hanya dibuka jalan bagi Tesla untuk pasaran China, tetapi juga menerima kartu hijau langsung dari Orang paling berkuasa di Negara Kedua Terkaya di dunia. Kecepatan konstruksi proyek Gigafactory nya melebihi ekspektasi Elon Musk. Pabrik Super Tesla di Shanghai pada awalnya diharapkan akan selesai dalam dua tahun.

Namun kenyataannya, Pabrik Super Tesla di Shanghai ini secara resmi memulai produksi dalam waktu kurang dari 10 bulan. Biaya konstruksi 65% jauh lebih hemat daripada pabrik Tesla di AS. Sungguh menakjubkan Elon Musk. Inilah “China Speed” katanya sambil menari sendiri di depan para pejabat Tinggi Shanghai.

Saham Tesla langsung naik 17,67 persen di Wall Street tepat pada hari pertama Pabrik Gigafactorynya beroperasi di Shanghai. Mulai kembali ke level tertinggi 300 dolar. Setelah sebulan kemudian, justru naik dan menerobos lebih dari 400 Dolar per saham. Elon Musk bernapas lega panjang dan tidur nyenyak. Nasib Teslanya telah diselamatkan Beijing.  Tesla akhirnya benar-benar hidup kembali.

Hingga tahun 2020, kapasitas produksi pabrik Shanghai telah meningkat menjadi produksi tahunan sebesar 250.000 unit per bulan. Empat tahun lalu, Elon Musk yang pernah menjanjikan produksi 20.000 unit mobil sebulan akhirnya terealisasikan di China.

Pada tanggal 7 januari 2020, Tesla memperingati dibukanya pabrik Shanghai satu tahun, dan penyerahan Tesla Model 3 pertama kalinya. Elon Musk langsung terbang ke Shanghai pada hari itu. Saking gembiranya, Dia menari didepan para Media dan Pejabat Shanghai.

Dia sampai tersedak beberapa kali dalam pidatonya, terus-menerus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada China. “Tanpa dukungan China, tidak akan ada Tesla hari ini, “katanya hampir meneteskan airmata. Tesla membutuhkan China. Dan China juga membutuhkan Tesla.

Ricky sangat setuju dengan pandangan yang diungkapkan Elon Musk ketika dia pertama kali datang ke China. Industri mobil energi baru China maupun Indonesia membutuhkan persaingan. Setelah kegagalan kebijakan subsidi Kendaraan energi baru, efek Ikan lele yang sangat jitu dalam memperkuat persaingan industri, telah membantu pertumbuhan industri dengan sangat pesat.

Ketika palung industri mobil energi baru China bertemu dengan Elon Musk yang hampir bangkrut, tampaknya kedua belah pihak bersatu telah ditakdirkan sebagai jodoh. Akhir ceritanya sama-sama bahagia. Manfaat dari kerja sama ini telah melebihi ekspektasi satu sama lain.

Elon Musk dan Tesla tidak hanya mendapatkan jaminan kapasitas produksi dan penghematan biaya, tetapi juga memberinya kemampuan untuk melawan risiko dalam peristiwa angsa hitam seperti epidemi Covid-19 sekarang ini. Dalam lingkungan Makro di mana epidemi sedang berkecamuk di seluruh dunia, Pabrik Fremont Tesla di Amerika Serikat yang telah hampir berhenti berproduksi, pabrik Shanghai telah menjadi satu-satunya harapan dan basis produksi Tesla. Yang telah memberikan pasar modal pandangan optimis yang berkelanjutan di bawah epidemi.

Itulah Alasan bagaimana Elon Musk menjadi Orang terkaya Dunia mengungguli lawannya, Taipan Amazon Jeff Bezos dengan aset kekayaan 195 miliar dolar AS.

Apa yang dibawa Tesla ke China bukan hanya menyuntikkan vitalitas kompetitif ke dalam industri mobil energi baru, tetapi juga merangsang pengembangan seluruh rantai industri mobil China. Sekalian mendorong pengembangan perusahaan swasta yang luar biasa seperti CATL Pembuat Baterai mobil Listrik terbesar Dunia. Pencapaian tersebut telah menetapkan tujuan bagi kekuatan pembuat mobil baru untuk membantu China berevolusi dari negara otomotif besar menjadi negara otomotif Adidaya.

Dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani dengan Elon Musk, ada klausul taruhan dengan Pemerintah Kota Shanghai. Pabrik Tesla di Shanghai harus melebihi investasi 2,5Miliar Dolar dalam 5 tahun ke depan. Nilai outputnya harus melebihi 12,5 Miliar Dolar pada tahun 2023.

Bagaimana Elon Musk menjadi orang terkaya Dunia
Bagaimana Elon Musk menjadi orang terkaya Dunia (Image: Forbes)

Dengan pendapatan pajak tahunan melebihi 375 juta Dolar bagi pemerintah Shanghai. Jika tidak, tanah Gigafactory tersebut akan diambil kembali oleh pemerintah Shanghai. Itulah sebabnya, harga Tesla model 3 telah turun harga 6 kali mendekati 45% dari harga awal. Tujuannya hanya satu, Merebut Pasaran terbesar Dunia ini.

Just like grandma says, Bagaimana Elon Musk menjadi orang terkaya dunia dan Meski kini Elon Musk telah menjadi orang terkaya Dunia, Elon Musk masih perlu terus bekerja keras di China. China telah mendorong Elon Musk naik takhta mengalahkan Bill Gates ataupun Jeff Bezos menjadi orang terkaya di Alam Semesta ini. Sudah saatnya, Elon Musk harus membayar kembali rantai industri otomotif China yang lebih Powerful. Suatu jual-beli yang cukup adil bagi Dua belah pihak.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.