Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS

Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS membuat banyak orang berkeringat dalam dua hari terakhir. Hari ini tanggal 20 November, adalah hari yang sangat penting bagi Huawei. Karena “daftar entitas” pemerintah AS dijadwalkan akan berlaku hari ini.

Pada 16 Mei 2019, pemerintah AS memasukkan Huawei dalam “daftar entitas”. Daftar ini sama dengan daftar hitam. Jika Anda dimasukkan ke daftar, maka semua perusahaan Amerika Serikat tidak boleh menjual apa pun kepada Anda. Kecuali mendapatkan izin khusus dari pemerintah AS.

Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS

Namun, Hingga dua hari yang lalu 18 November, Departemen Perdagangan AS menyatakan  implementasi daftar entitas ditunda selama 90 hari lagi. Mengapa ditunda lagi? Banyak pakar ekonomi mencurigai bahwa keadaan ekonomi AS yang kian memburuk. Raksasa yang satu ini mulai sakit.

Seberapa kuat “daftar entitas” AS? Singkatnya, tidak ada perusahaan teknologi di dunia yang dapat berkelangsungan tanpa rantai pasokan AS. Apakah Huawei telah siap? Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS nantinya?

Tanggapan Utama Huawei adalah mempromosikan transparansi Huawei sendiri. Huawei sangat terkenal dengan reputasi misterius bagi dunia luar. Bukan hanya bagi negara lain, tetapi bagi orang Tiongkok sendiri. Termasuk Ricky yang sudah tinggal di Tiongkok lebih dari 2 dekade. Salah satu alasannya, terkait dengan bisnis Huawei paling awal sebagai pelanggan korporat. Sebelum Huawei mulai membuat ponsel pintar, Huawei cuma berbisnis dengan perusahaan telekomunikasi besar. Segalanya, berorientasi pada pelanggan korporat.  

Beberapa saat yang lalu, bahkan ada orang sering bertanya kepada Huawei apakah perlu bertemu dengan Donald Trump untuk berdamai. Jawabannya, Trump bukan pelanggan Huawei. Tidak ada keperluan untuk menemuinya. Disamping itu, yang dihadapi pelanggan Huawei bukanlah publik, maka tentu saja, informasi ke publik tidak menjadi prioritas Huawei.

Alasan kedua, Huawei bukan perusahaan terdaftar atau Go Publik hingga saat ini. Karena tidak terdaftar, jadi tidak perlu mengungkapkan semua informasi tentang perusahaan. Tentu saja, dalam beberapa tahun terakhir, Huawei juga telah secara aktif mengungkapkan status keuangannya.

Alasan ketiga, terkait dengan kepribadian Pendiri Huawei Ren Zhengfei sendiri. Sebelum tahun 2019, Ren Zhengfei selalu dikenal tertutup untuk dunia luar. Dan tidak pernah menerima wawancara media apapun. Bagi perusahaan Raksasa telekomunikasi setaraf Huawei memang sangat aneh. Banyak yang tidak bisa memahaminya. Ren Zhengfei orangnya memang super Low-profile.

Namun, memasuki tahun 2019 Ren Zhengfei dan para manajemen eksekutif Huawei mulai terbuka. Menerima berbagai wawancara dan kunjungan ke perusahaannya maupun pabriknya. Ren Zhengfei sendiri telah diwawancarai oleh semua media terpopuler Barat seperti The Wall Street Journal, The Financial Times, The Economist, dan Associated Press. Selain itu, Pria berumur 75 tahun dengan total Net Aset pribadi sebesar USD1.3 Miliar ini juga mengundang para sarjana terkenal untuk melakukan tiga percakapan kopi. A coffee with Ren seperti yang Ricky tulis sebelumnya.

Dalam dialog dan wawancara terbuka, Pendiri Huawei menjawab semua pertanyaan dan kecurigaan dunia luar terhadap Huawei. Termasuk hubungan antara Huawei dan pemerintah Tiongkok. Dan masalah keamanan peralatan Huawei seperti yang diciptakan oleh Trump.

Ren Zhengfei menjanjikan bahwa semua peralatan Huawei tidak memiliki pintu belakang. Huawei tidak memiliki masalah ini, bahkan sebaliknya berani menjanjikan keamanan penggunaan produknya dengan pemerintah negara manapun.

Berkaitan dengan masalah data atau privasi, peralatan Huawei khusus dijual kepada operator. Operator bertanggungjawab mengelola data. Tanggung jawab Utama Huawei adalah tidak melakukan kejahatan. Kedua, mendukung pengawasan keamanan dengan para pemerintah di dunia. Ini adalah tindakan pertama Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS. Informasi transparan.

Tindakan kedua, Huawei terus berkomunikasi dengan dunia luar tentang keinginan untuk bekerja sama. Misalnya, Trump terus mendesak dan mengancam negara-negara Eropa untuk memblokir Huawei. Ren Zhengfei mengatakan jika keputusan akhir pemerintah Jerman tidak mengizinkan Huawei untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan 5G di Jerman, adalah kerugian besar bagi Jerman sendiri. Namun, Huawei tidak akan menarik investasi besar yang telah ditanamkan di Jerman.

Contoh lainnya, Kanada. Pada tanggal 1 Desember 2018 yang lalu, pemerintah Kanada atas ancaman Trump menangkap CFO Huawei Sabrina Meng, yang juga merupakan putri dari Ren Zhengfei ditangkap di Kanada. Meski diperlakukan begitu, Ren Zhengfei tetap tidak membenci Kanada atau mengurangi investasi di Kanada. Sebaliknya pada 2019, Huawei memperbesar investasi dan menambah lebih dari 200 ilmuwan ke Kanada. Huawei bermaksud mendukung Kanada untuk mengubah dirinya menjadi pusat inovasi seperti Lembah Silikon AS.

Seluruh rantai pasokan Huawei tetap terbuka. Manajemen sistem SDM masih menggunakan perangkat lunak SAP. Desain, produksi, dan sistem pasokan produk menggunakan perangkat lunak Siemens, Bosch dan Dassault. Dalam proses manufaktur, Huawei menggunakan produk Jepang dan Jerman.

Huawei menghimbau Eropa untuk mengisi kesenjangan dari Amerika Serikat untuk berani menjual barang-barang ke Tiongkok. Sebagai contoh, chip. “Kita membutuhkan produk chip dalam skala besar. Mengapa Eropa tidak berinvestasi dalam pembuatan chip canggih skala besar? Mengapa tidak mau cuan uang ini? Eropa memiliki banyak pabrik chip yang besar. Selama Eropa meningkatkan investasi, kami akan membeli besar-besaran. Eropa mempunyai Banyak industri dasar seperti Infineon, NXP, STMicroelectronics dan lain lain. Jika mereka tidak memiliki dana untuk membangun pabrik, kami dapat membayar deposit dan mendukungnya untuk berkembang besar di Tiongkok, kata Huawei.

Ini adalah Peluang yang sulit ditemui. Jika kalian melewatkan kesempatan ini, kalian tidak akan bisa mengejar ketinggalan lagi, pendiri Huawei ini menekankan.

Beliau juga menunjukkan keramahan untuk membedakan antara perusahaan Amerika dan pemerintah AS. Huawei terus memuji Apple dan Google. Meskipun atas desakan pemerintah AS, Google harus menghentikan kerjasama sistem operasi Android pada ponsel cerdas Huawei. Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times dan Financial Times, Ren Zhengfei bahkan menyarankan untuk melisensikan teknologi 5G Huawei kepada perusahaan-perusahaan AS.

Langkah ketiga Huawei, mengambil inisiatif untuk meningkatkan dan mengisi rantai pasokan Huawei. Setelah Trump memasukkan Huawei dalam daftar entitas, Ren Zhengfei menggunakan sebuah foto pesawat tempur selama Perang Dunia II. Pesawat tersebut telah dihantam luar biasa parahnya dengan lubang peluru dimana-mana, tetapi masih tetap terbang. Foto ini melukiskan status Huawei yang sangat mirip dengan pesawat ini.

Saat ini Misi terpenting Huawei adalah menambal “lubang-lubang bekas serbuan peluru.” Huawei telah mengumpulkan banyak ilmuwan Top dan pakar teknologi untuk memperbaiki lubang Huawei di pesawat ini demi keberlangsungan perusahaan. Sekarang, lubang-lubang peluru telah ditambal dan diperbaiki. Huawei dapat terbang lagi. Walaupun masih ada beberapa lubang parah dan membutuhkan waktu dua atau tiga tahun untuk sepenuhnya pulih kembali. Dua atau tiga tahun kemudian, melalui segala upaya ribuan ilmuwan, pakar, dan insinyur, pesawat Huawei yang rusak berat ini akan menjadi pesawat baru yang jauh lebih canggih lagi. 

Dalam wawancara dengan Associated Press pada 20 Agustus, Ren Zhengfei menyatakan “dari 5G ke jaringan inti, Huawei tetap dapat bertahan hidup tanpa harus mengandalkan teknologi Amerika Serikat. Reporter Associated Press yang berada di ruang pameran saat itu dapat melihat papan sirkuit yang dipajangkan tanpa chip dan komponen AS.  

Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS
Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS (Sumber: finance Yahoo)

Beliau juga menunjukkan kepada wartawan Jerman bahwa Huawei bisa mengatasi masalah pasokan sendiri tanpa bantuan produk Amerika Serikat. Walaupun Daftar hitam AS terus diberlakukan, Huawei masih tetap dapat bertahan hidup dengan sangat baik.

Sebaliknya, daftar hitam AS justru memaksa Tiongkok atau negara-negara lain untuk berinovasi menghasilkan produk alternatif dan menghilangkan segala fantasi andalan teknologi dari AS. Suatu berkah bagi Tiongkok dan dunia. Istilahnya, ketika Tuhan menutup satu pintu, pasti Tuhan membuka pintu lain yang lebih baik.

Google Android dan Microsoft Windows memblokir kerjasama dengan Huawei, sistem alternatif baru lainnya pasti akan bermunculan. Bahkan jika tidak ada perusahaan lain yang dapat melakukannya, Huawei akan mengerjakannya sendiri. Misalnya, chip dan sistem operasi Huawei Hongmeng atau HarmonyOS yang akan segera dirilis.

Just like grandma says, cara-cara diatas menjelaskan secara singkat bagaimana Huawei menghadapi Daftar Hitam AS. Pada kuartal ketiga 2019, Huawei mencapai pendapatan penjualan 610,8 miliar yuan atau sekitar 90 Miliar dolar. Meningkat 24,4%. Di bawah ancaman dan tekanan “daftar entitas” Trump, Huawei masih dapat mencapai prestasi yang menyilaukan.

Mengenai nasib Huawei, hampir tidak bisa dibayangkan bahwa di bawah serangan sengit dan mematikan dari Amerika Serikat, Huawei akan jatuh. Sangat Jelas Raksasa Tiongkok akan berusaha dengan cara apapun memastikan bahwa Huawei tidak akan tumbang. Karena, Ini bukan sekedar tentang Huawei, melainkan persaingan antara Dua Raksasa Dunia Amerika Serikat dan Tiongkok.

Advertisements
Categories: Bagaimana Huawei menghadapi daftar hitam AS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: