Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei

Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei Huawei, yang telah menjadi kambing hitam buruan Donald Trump sejak Beliau menang menjadi Presiden AS di tahun 2016. Untuk mempertahankan Hegemoninya sebagai Polisi Dunia, Trump berusaha menjatuhkan China dengan segala macam cara. Dari Perang Dagang, Pemblokiran Teknologi Huawei, Propaganda Revolusi Warna di Hongkong, sampai Pandemi Covid-19 yang sengaja disebut Virus Wuhan untuk mengalihkan perhatian dunia atas ketidakmampuannya dalam mengatasi wabah Virus Corona ini.

Setelah keheningan yang rada panjang, Huawei Ren Zhengfei yang kerap dijuluki sebagai Manusia Besi atau “Iron Man” China mengumumkan, dikutip oleh majalah “Forbes” Huawei dalam KTT analis tahunan menyimpulkan pasar AS tidak lagi merupakan bagian Penting dari strategi global mereka.

Artinya, pada akhir tahun ini, Huawei akan menutup bisnisnya di Amerika Serikat selamanya. Namun, kegiatan litbang dan pengadaan rantai pasokan Huawei akan terus tumbuh karena sebagian besar tidak ada hubungannya dengan kegiatan pasar AS. 

Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei

Xu Zhijun, CEO Bergilir Huawei mengatakan,”ada beberapa hal yang tidak dapat mereka kendalikan, jadi lebih baik tidak perlu di ambil hati.” Sebaliknya, Huawei malah perlu lebih berkonsentrasi dalam R&D Teknologi dan melayani pelanggan. Mengembangkan produk yang lebih hebat untuk memenuhi kebutuhan pengguna seluruh Dunia. 

“Pada dasarnya, hanya dengan bersedia melepaskannya kita baru merasa santai” tambahnya. Pejabat AS berulang kali mengkambing-hitamkan untuk melarang produk Huawei dan ZTE beroperasi di AS. Dengan alasan mereka sebagai faktor penting pengancam keamanan nasional AS. 

Sebenarnya, Huawei memiliki puluhan juta pelanggan di Amerika. Dari operator regional hingga pebisnis kecil. Mereka dipaksa Trump untuk menggantikan Huawei dengan memilih peralatan dari Ericsson, Nokia atau Cisco. Namun untuk mendukung dan membantu bisnis konsumen Huawei di AS, seperti smartphone, tablet, laptop dan perangkat yang dapat dikenakan, Huawei memutuskan untuk tidak menjual ponsel terbaru P40 di Amerika Serikat . 

Dalam Acara Peluncuran Ponsel terbaru P40 bulan lalu di Paris, Huawei mengatakan “bahkan tanpa pasar AS, Huawei masih tetap nomor satu di dunia.” Kami berharap pada akhir tahun ini, Huawei akan segera menutup operasinya di AS secara permanen.” 

Situs “Forbes” Edisi tanggal 2 April yang lalu menerbitkan artikel berjudul, “Amerika Serikat mengakui Perang dengan Huawei telah gagal?” 

Meskipun menggunakan “Tanda Tanya”, saya yakin semua orang telah tahu bahwa kalimat ini mengandung “Nada positif.” Sekarang, satu per satu Sekutu AS mulai membangkang Big Brothernya ini. Kepemimpinan AS mulai diragukan. Sampai, AS diam-diam mengizinkan Jerman untuk memilih pemasok teknologi 5G secara bebas. Tinggal Australia yang tersisa dalam Aliansi Lima Mata Dunia yang masih patuh terhadap AS memblokir Huawei.

Terus Terang, AS telah berbuat Amal kebaikan membantu Huawei membuat iklan “Gratis” di seluruh Dunia. Sehingga, semua pengguna Ponsel Global telah mengenali Huawei. Bahkan, penjualan Ponsel Huawei P30 sangat laris. Puluhan Ribu Orang berbaris panjang berjam-jam di Jalanan Champ Elysees, Paris untuk membeli Huawei dengan Kamera terbaik di dunia.

Dalam pertarungan opini publik antara Huawei dan AS ini, bahkan terbocorkan bahwa Apple akan membeli Chip 5G dari Huawei. Sangat ironik dan memalukan memang bagi AS.  Tentang perdebatan publik, pertama-tama kita harus memahami bahwa ada perbedaan besar antara “Perdebatan pribadi” dan “perdebatan Publik”.

Misalnya Anda bertengkar secara pribadi dengan istri Anda di rumah. Atau Anda bertengkar dengan istri Anda di jalanan, atau di kantor sangatlah berbeda. Bertengkar atau Berdebat secara pribadi adalah Berusaha membujuk pihak lain. Namun, bertengkar di depan umum adalah untuk membujuk semua orang atau Publik. 

Donald Trump, Presiden AS mencoba Blackmail Huawei dan membujuk komunitas internasional dengan cara “brutal” Tanpa Bukti dan tidak masuk akal. Trump menuduh Huawei bermasalah. Namun, Trump tidak bisa menunjukkan bukti apapun.

Tanpa bukti, Trump masih berani menuduh Huawei di depan umum. Dari sisi ini, kita dapat  melihat kelemahan Trump, yang sembrono dan tidak sabar. Sama Sekali tidak menampilkan “kualitas dasar” seorang politisi apalagi Presiden Negara paling Superpower ini. Bahkan secara terbuka mengekspos beberapa hal “kotor” yang seharusnya dilakukan secara pribadi, misalnya membujuk Anggota Aliansi Lima Mata Dunia untuk memblokir Huawei.

Jika pejabat Negeri Paman Sam secara diam-diam terlibat dalam perdagangan orang dalam atau “Secret Deal” secara pribadi seperti yang terjadi beberapa saat di AS, mungkin beberapa Sekutunya masih bisa terpaksa membuka satu mata dan menutup sebelah mata. Karena diam-diam melakukan kejahatan secara tersembunyi, beban psikologis jauh lebih rendah daripada melakukannya di depan umum. 

Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei, masih ingat di tahun 2012 dimana saat itu pelanggan hanya mengisi pulsa langsung dikasih ponsel Huawei. Namun beberapa tahun kemudian Huawei telah menjadi ponsel nomor satu di China.

Faktor keberhasilan Huawei harus kembali kepada “positioning” perusahaannya. Huawei menekankan Promosi “Lensa Kameranya”. Seperti kita ketahui, Apple terkenal dengan menjual “Sistem”, Samsung menekankan “Kinerja” Ponsel, sedangkan Xiaomi memposisikan “Harga Ekonomisnya”.

Huawei dengan Positioning mengandalkan Lensa Kamera, berhasil menyentuh hati konsumen. Karena ini adalah Hal yang paling mudah di verifikasi langsung oleh pengguna. Samsung, yang selalu menekankan kinerja 0,1 detik lebih cepat dari lawan, sampai akhirnya terjadi Ledakan ponsel akibat terlalu meningkatkan Kinerja. Bahkan, beberapa versi Ponsel Samsung dilarang dibawa selama penerbangan.

Lalu, ketika orang-orang mulai menjadi kaya, siapa yang masih peduli dengan harga murah Ponsel? Semua orang menginginkan harga diri dan gengsi. Psikolog mengatakan semua orang ingin mengejar barang mahal dengan kualitas tinggi. Lensa Kamera Huawei bagus atau tidak, Sekali foto bisa Langsung terbuktikan. Sekali lihat bisa langsung ngerti. Bahkan bisa langsung dipamerkan dalam lingkaran pertemanan di Facebook.

Bayangkan, para penggemar iPhone yang telah menghabiskan uang IDR20 jutaan memamerkan foto di lingkaran pertemanannya terbandingkan dengan kualitas yang jauh di bawah Huawei. Bagaimana suasana hati mereka?

Kembali ke masalah Trump yang berusaha mati-matian membujuk sekutunya untuk memblokir Huawei. Sebenarnya, Trump telah memainkan kartu yang ceroboh dan terbalik.

Bayangkan, “Bagaimana Huawei menyakinkan dunia bahwa produknya tidak membawa bahaya keamanan bagi pengguna?” Atau, “Bagaimana Trump bisa membujuk Sekutunya untuk melarang penggunaan produk Huawei?”

Atau untuk hal diatas,”Kita lebih mudah mempercayai orang yang bagaimana?”

Pada dasarnya, ada dua jenis orang yang lebih mudah mendapatkan kepercayaan seseorang. Pertama, korban yang sering di-bully, Atau Kedua, orang Hebat, Sukses dan terhormat.

Namun, sayangnya Kesalahan Fatal Trump justru karena dia (AS) negara Superpower terkuat di muka bumi ini bermain peran sebagai Korban Penganiayaan Huawei. Tentu saja, secara Logika tidak ada orang yang mempercayainya. Terutama lagi, kalau Trump masih terus berbohong.

Namun, kalau Anda mengira berperan sebagai Korban yang perlu diprihatini seperti ZTE, mungkin Anda akan kecewa. Sampai Saat ini, orang-orang FBI tiap hari memasuki dan mengawasi Markas besar ZTE Corporation. Apakah mereka layak mendapatkan simpati? Di mana masalahnya? 

Sebenarnya, Bukannya ZTE tidak pandai melakukan Public Relations mengatasi krisis, melainkan Karena Tingkat kehebatan PR Huawei terlalu tinggi.

Baik ZTE maupun Huawei adalah korban Perang Teknologi oleh pemerintah AS. Di hadapan AS, Huawei adalah korban. Namun, dalam tingkat Teknologi Huawei adalah “Orang Kuat dan Powerful”. Bagi pengguna, Mereka lebih suka Huawei yang kuat dan jago Teknologi. Mereka mungkin ingin mengebuki Trump sebagai perlampiasan penganiayaan terhadap Huawei. Akan tetapi, Semua orang cuma berani bermimpi di hari bolong. Namun, tidak ada yang berani melakukannya.

Saat ini, ada orang yang berani tampil dan menantang si Pembully AS, tentu saja akan mendapat dukungan dari para pengguna.

Untungnya, Kebanyakan cara pikir orang di dunia adalah kalau bukan Hitam pasti Putih. Mereka percaya, penganiayaan Trump terhadap Huawei adalah alasan politik. Mereka mulai mengenali kekuatan teknis Huawei. 

Fakta juga menunjukkan, setelah sekian banyak Ronde pemblokiran Trump, negara-negara Eropa mulai membangkang dan menolak permintaan Amerika Serikat. Sebaliknya, Huawei mulai melancarkan balasan setelah diserang bertubi-tubi oleh Trump. Huawei mulai “Menuntut” pemerintah AS.

“Apa artinya?”

Artinya, “memberitahu kepada Dunia bahwa Pemerintah AS telah memfitnah Huawei.” Memfitnah Huawei karena ketidakmampuan AS dalam bersaing melawan Teknologi Huawei.

Seperti kita ketahui, sangatlah tidak mungkin bagi perusahaan ataupun negara untuk menang menuntut pemerintah AS di pengadilan. Namun Huawei tidak peduli lagi. Karena mereka pada dasarnya memang telah kehilangan pasar AS.

Huawei hanya ingin membuka jalan bagi Masa Depan, bilamana dikemudian harinya pemerintah AS mengubah taktik. Tuntutan ini bisa dijadikan sebagai alat penawaran untuk berdamai. Mungkin cara ini jauh lebih mudah dibanding meminta Trump mengakui kesalahannya di depan mata internasional.

Dari sekian banyak rintangan dari Trump, Tidak hanya membuat Huawei tidak jatuh ke dalam kesulitan seperti ZTE, melainkan sebaliknya, membuat Huawei semakin kuat dan mencapai peningkatan keuntungan dalam skala besar. Hal ini sekali lagi memverifikasikan bahwa hanya dengan menguasai teknologi inti teratas, Perusahaan tidak perlu takut dengan ancaman.

Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei
Bagaimana terbentuknya Manusia Besi China Ren ZhengFei (Image:The Guardian)

Pada 2018, pendapatan penjualan global Huawei mencapai 721,2 Miliar Yuan, naik 19,5% YoY. Laba bersihnya 59,3 Miliar Yuan, peningkatan 25,1% dari tahun ke tahun. 

Just like grandma says, Persaingan antara Top 3 Manufaktur Ponsel Dunia, Apple adalah yang terlemah. Seandainya suatu hari Apple bangkrut, Samsung akan berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan. Makanya, Huawei berusaha meningkatkan ketergantungan Apple terhadap Chip 5Gnya.

Perusahaan Huawei memiliki visi jangka panjang dan metode yang tepat. Persaingan itu kejam. Tentu saja, jika Huawei tidak memiliki keunggulan teknologi, maka sulit untuk bisa bertahan sampai sekarang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.