Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi

Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi terutama di saat wabah virus Corona lagi melanda dunia. Selama waktu ini, situasi epidemi belum begitu jelas. Sehingga, Raksasa internet China seperti Alibaba, Byte Dance pemilik Tik Tok, Tencent maupun Huawei semuanya menunda waktu masuk kerja. Di mana sebelum munculnya wabah pneumonia ini, sebenarnya waktu masuk kerja sesudah liburan panjang Imlek jatuh pada tanggal 3 Februari. Namun, di perpanjang ke tanggal 10 Februari. Dan sekarang, di tunda lagi sampai seminggu kemudian.

Para perusahaan ini meminta karyawan untuk bekerja dari rumah. Work from home atau Teleworking sering dipandang sebagai alternatif terpaksa. Alasannya sangat sederhana. Output yang terlalu rendah.  

Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi

Bayangkan, ketika semua karyawan harus bekerja dari rumah. Segala kerja dan komunikasi  karyawan dengan perusahaan maupun pelanggan mudah terganggu. Efisiensi komunikasi seluruh tim menurun drastis. Komunikasi yang sebenarnya dapat diselesaikan dalam beberapa kalimat di kantor, namun ketika harus berkomunikasi lewat online langsung meningkatkan biaya dan waktu komunikasi.

Namun, ada sebuah perusahaan yang telah bekerja jarak jauh seperti ini selama 15 tahun. Perusahaan tersebut didirikan sejak tahun 2005. Perusahaan ini bernama Automattic, perusahaan di balik WordPress.com, Jetpack dan WooCommerce. 

Automattic adalah salah satu perusahaan yang benar-benar bekerja jarak jauh dari rumah. Namun, Pendiri dan CEOnya Matt Mulenweg lebih suka menyebutnya Pekerja “Terdistribusi”. Kata terdistribusi menggambarkan cara kerja mereka. Setiap orang memiliki hak yang sama, katanya lebih lanjut.

Di Silicon Valley, raksasa teknologi memancing dari kolam kecil atau teluk yang sama. Perusahaan terdistribusi seperti Automattic dapat memancing dari seluruh lautan. Mereka merekrut orang yang dibesarkan di Jepang tapi tinggal di California. Mereka juga merekrut orang yang tinggal, bekerja, bangun dan tidur di belahan dunia mana pun mereka berada. Mereka memiliki budaya yang berbeda dan pengalaman yang juga berbeda.

Saat ini, Automattic memiliki lebih dari 1.170 karyawan. Mereka berlokasi terpencar di 76 negara seluruh dunia. Semuanya bekerja jarak jauh dari rumah. Automattic bahkan tidak memiliki kantor sampai sekarang ini. Satu-satunya kantor pusatnya ditutup pada tahun 2017. Karena tidak ada karyawan yang menggunakannya. Biaya sewa terbuang sia-sia.

Biaya yang dihemat tadinya dijadikan subsidi kepada karyawan. Karyawan baru bisa mendapatkan subsidi 2.000 Dolar untuk meningkatkan lingkungan kerja mereka. Jika karyawan merasa lebih efisien untuk bekerja di ruang kantor bersama Co-Working space atau Kedai kopi, Automattic akan memberikan subsidi sewa atau membayar uang kopinya setiap bulan.

“Mungkin ada yang meragukan Bagaimana kinerja “kerja jarak jauh” atau Telecommuting ini? “

Perusahaan ini memiliki sistem pembuatan situs web terkenal di dunia, namanya WordPress. WordPress menempati urutan Peringkat pertama dalam Skala penggunaan global. Hampir sepertiga dari situs web di seluruh dunia menggunakan WordPress. Misalnya, situs web terkenal seperti NASA, New York Times, dan Time Magazine. Termasuk situs Ricky, artificialintelligenceindonesia.com juga. Pada tahun 2019, Evaluasi penilaian terbaru Automattic telah mencapai $3 miliar.

Salah satu sistem pendukung kesuksesan Automattic adalah menemukan orang yang tepat. Dengan kata lain, sejak awal perekrutan, mereka harus menemukan orang yang cocok untuk pekerjaan jarak jauh.

Matt Mullenweg sangat menghargai karyawan yang memiliki dua jenis kualitas. Pertama, karyawan berinisiatif tinggi. Kedua, karyawan dengan keterampilan menulis yang baik.

Menurutnya, Jika karyawan memiliki motivasi diri yang tinggi, walaupun harus bekerja dari rumah dan mungkin memiliki lebih banyak waktu luang, Namun mereka akan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi juga.  

“Lalu, apa hubungannya kemampuan menulis dengan bekerja dari rumah atau Teleworking?”

Pendiri Matt menjelaskan kemampuan menulis yang jelas berarti seseorang memiliki pikiran yang jernih. Tidak peduli apakah karyawan itu berperan sebagai desainer, programmer, atau salesman, berpikir jernih adalah prasyarat utama. Selain itu, kemampuan menulis juga berarti bahwa komunikasi tertulis yang efektif dan jelas dapat meningkatkan efisiensi komunikasi ketika harus berkomunikasi jarak jauh.

Automattic menyediakan metode yang tidak pernah dipikirkan kebanyakan orang. Dari proses wawancara hingga menentukan penerimaan karyawan, semuanya diselesaikan secara online. Bahkan dalam putaran terakhir wawancara dengan CEO, para kandidat diwawancarai melalui obrolan online. Wawancara bukan lewat obrolan video, melainkan percakapan teks.

Setelah penyaringan awal, kandidat akan berpartisipasi dalam 3-8 minggu “uji coba jarak jauh”. Yaitu berpartisipasi langsung dalam proyek nyata. Hanya kandidat yang lulus Ujian yang bisa mendapatkan kesempatan bekerja di Automattic.  

Di Automattic, kolaborasi jarak jauh dapat dimulai kapan saja. Di mana saja. Tanpa perlu karyawan melapor ke kantor. Jadi tidak heran bila mereka dapat membuka “masa percobaan” selama fase wawancara.

Selain rekrutmen, Automattic juga mempraktekkan prinsip “remote First” dengan sangat baik. Artinya, semua sistem dalam Automattic dikembangkan berdasarkan persyaratan teleworking.

Dalam Hal manajemen, Automattic mengadopsi struktur yang benar-benar datar. Setiap karyawan tidak memiliki hubungan Atasan atau bawahan. Setiap karyawan adalah unit kerja independen. Semua pekerjaan dilakukan oleh tim proyek. Keuntungannya, dapat  memaksimalkan fleksibilitas setiap karyawan.

Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi
Perusahaan pelopor Bekerja dari rumah atau telecommuting “Automattic” (Image: Tech portal)

Automattic sama sekali tidak menetapkan posisi “Proyek manajer”. Melainkan, cukup mendorong tim untuk bebas mencoba kombinasi kerja baru dan metode kerja sama. Bila  menemukan masalah, setiap anggota dapat bekerja sama memecahkan dan menyelesaikan masalah sendiri. Untuk tim proyek kecil mereka hanya memiliki dua anggota. Sedangkan, tim proyek besar tidak boleh melebihi dua belas karyawan.

Di Automattic, tidak ada ketentuan jam kerja. Tetapi pada akhirnya, kinerja semua orang tergantung pada hasil akhir.  

“Anda boleh bangun kapan saja. Anda bisa pergi bermain golf. Kemudian bekerja dari jam 2 pagi sampai jam 5 pagi, kata Pendirinya Matt. Pertanyaannya, apa Hasil kerja Anda?” Matt menekankan Wewenang dan kriteria untuk mengukur hasil kerja setiap karyawan harus didefinisikan dengan jelas.

Pada dasarnya, kebanyakan perusahaan besar memiliki “markas besar atau kantor pusat”. Tetapi Kantor Pusat mungkin justru menjadi batu sandungan untuk pekerjaan kantor jarak jauh seperti Automattic. Karena jika karyawan tidak bekerja di Kantor Pusat, atau tidak ada kolega di Kantor Pusat akan sulit untuk mengetahui segala kebijakan baru dari Bossnya.

Automattic mengembangkan alat komunikasi dan kolaborasi secara tersendiri. Namanya P2. Sejenis situs blog di mana setiap karyawan dapat memposting konten baru dan memposting komentar di blog. Meskipun tiap karyawan memiliki grup sendiri, namun percakapan semua diskusi adalah terbuka. Setiap orang dapat mengklik kapan saja untuk melihat apa yang dikatakan orang lain sebelumnya. Ataupun ada siapa saja yang merespons.  

Alat P2 juga memiliki alat pencarian bawaan. Jika ada karyawan yang ingin tahu konten apa yang relevan, karyawan tersebut dapat memeriksanya kapan saja.  

Automattic menggantikan fungsi email dengan P2. Hampir 70% proyek dalam perusahaan diselesaikan melalui alat kolaborasi ini. Dengan cara ini, semua dialog, dokumen, notulen rapat, dokumen pelatihan yang terkait dengan pekerjaan dapat dilihat oleh semua karyawan. Semua informasi perusahaan 100% transparan. Setiap karyawan dapat langsung mengambil materi dan data yang mereka butuhkan. Bukannya, mencari petugas yang khusus mengelola data. Justru dengan demikian sangat meningkatkan banyak efisiensi.

Sebenarnya, Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi bukan hanya seperti Automattic.

Menurut data riset Global Workplace Analytics, pada akhir tahun 2018, setidaknya ada 30 juta orang di Amerika Serikat bekerja dari rumah. Menempati 16% -19% dari populasi yang bekerja di seluruh Amerika Serikat. Saat ini, lebih dari 80% perusahaan AS mempromosikan sistem Teleworking ini. Diantaranya termasuk perusahaan internasional seperti Amazon, Hilton Hotel, ataupun Dell.

Jumlah pekerja jarak jauh di Tiongkok juga perlahan meningkat. Misalnya, Pada tahun 2005 hanya ada 1,8 juta orang China yang bekerja dari rumah. Namun sampai pada akhir 2018, telah mencapai sekitar 5 juta orang. Apalagi, dalam serangan virus Corona ini saya yakin akan semakin meningkatkan jumlah pekerja terdistribusi ini nantinya. Walaupun, jumlahnya masih jauh dibanding dengan di Amerika. Namun Tampaknya, teleworking akan menjadi tren di dunia.

Just like grandma says, Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi. Teleworking bukanlah bentuk pekerjaan yang sederhana. Melainkan, suatu struktur organisasi baru. Model ini meminta karyawan yang bisa berfokus dengan kedisiplinan diri yang tinggi. Seperti kata pepatah “Orang yang berdisiplin akan memperoleh kebebasan.”

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: