Advertisements

Belajar dengan meniru

Belajar dengan meniru adalah cara terbaik mencapai tujuan. Suatu hari, kita datang ke kota asing dan ingin mencari makan. Kita pasti akan memilih restoran dengan pengunjung terbanyak. Karena kita tidak memiliki informasi lain, sehingga pilihan orang lain bisa menjadi panduan kita dalam bertindak. Artinya, kita bisa belajar dengan meniru pilihan orang lain. Jika semua orang mengikuti cara ini, hasil akhirnya adalah bisnis restoran yang ramai menjadi semakin ramai. Dan restoran dengan lebih sedikit pengunjung kemungkinan akhirnya akan tutup dan bangkrut setelah beberapa waktu kemudian.

Belajar dengan meniru dari yang terhebat

Salah satu teman baik Ricky, seorang investor di Silicon Valley, mengatakan bahwa di dunia jaringan yang informasinya transparan, “belajar dengan meniru membuat yang kuat menjadi semakin kuat.” Dia menggunakan tiga percobaan ilmiah untuk membuktikan kebenaran ini.

belajar dengan meniru
Selalu belajar dari yang terbaik

Eksperimen pertama, yang dilakukan oleh Kevin Laland. Seorang ahli biologi evolusi di University of St. Andrews di Inggris. Dia menawarkan hadiah 10.000 poundsterling, dengan meluncurkan kompetisi untuk menemukan jawaban ilmiah.

Aturan kompetisi sebagai berikut: Ada banyak mesin judi di depan para kontestan. Jika kontestan memasukkan uang receh dan menekan saklar, mesin judi akan mengeluarkan jumlah uang kembalian yang berbeda. Setiap putaran kontestan memiliki tiga opsi:

  • Mengamati, lihat apa yang dilakukan orang lain, mesin slot mana yang mereka tekan atau pilih. Dan kemudian bikin catatan.
  • Mengeksplor, dengan memilih salah satu mesin slot secara acak, dan kemudian mencatat hasil perolehan.
  • Mengembangkan, berdasarkan pada catatan sendiri, memilih salah satu mesin slot, dan kemudian memperoleh hasil tertentu.

Dalam kompetisi, peserta harus membuat tugas dan perencanaan terlebih dahulu. Berapa banyak waktu yang digunakan untuk pengembangan, atau mengeksplorasi. Jika hasil pengembalian rata-rata terlalu rendah, mereka akan dikeluarkan dari pertandingan.

Pengamatan cara terbaik

Hasil kompetisi membuktikan bahwa cara terbaik adalah “mengamati”. Dengan memperhatikan apa yang dilakukan orang lain. Bahkan walaupun para kontestan harus  menyesuaikan berbagai parameter lingkungan, metode ini dapat dengan mudah mengalahkan lawan lain dalam kebanyakan persaingan.

“Pengamatan” adalah cara pembelajaran sosial. Keunggulannya adalah mengamati perilaku orang lain, berkemungkinan lebih tinggi mendapatkan hasil yang lebih baik. Keuntungan ini terutama menonjol dalam lingkungan yang relatif stabil. Sebaliknya, belajar dengan meniru baru akan kehilangan keunggulannya ketika lingkungan berubah dengan sangat cepat.  

Tampaknya fenomena biologis tidak terjadi secara alami, melainkan dari hasil evolusi dan eliminasi. Sebagian besar dari mereka yang selalu bertindak sendirian, akan dengan cepat menghabiskan sumber dayanya sendiri.

Sarjana Amerika Duncan Watts juga telah melakukan percobaan. Dia memanggil lebih dari 10.000 peserta remaja, dan memberikan mereka daftar 48 lagu yang tidak diketahui sebelumnya. Mereka boleh mencoba mendengar sebelum memutuskan apakah akan mengunduh. Kemudian para peneliti akan mengamati perilaku unduhan mereka.  

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Grup A tahu berapa banyak orang yang mengunduh setiap lagu. Sedangkan Grup B tidak tahu. Hasil penelitian menunjukkan, jumlah lagu di Grup B, dari lagu-lagu terpopuler hingga lagu-lagu yang tidak populer, jumlah unduhan semakin menurun.

Jumlah unduhan dari lagu-lagu grup A sangat berbeda. Jumlah lagu yang di download untuk lagu peringkat pertama sebanyak 350 lagu. Sedangkan, jumlah lagu yang diunduh oleh paruh kedua kurang dari 30 lagu.

“Ini menunjukkan bahwa informasi yang terbuka dan transparan akan membuat orang meniru pilihan orang lain.”

Di dunia bisnis zaman Internet, situasinya adalah pangsa pasar akan cendrung memilih beberapa urutan peringkat terdepan. Misalnya, ketika menggunakan Google search engine, 98% orang hanya mengklik tiga hasil pencarian pertama atau terdepan. Apabila, hasil pencarian produk atau perusahaan Anda diluar peringkat tiga halaman pertama, jangan pernah mengharapkan bisa mendapatkan daging empuk. Bahkan seporsi sup pun sulit diperoleh.

Penelitian diatas menunjukkan, keberhasilan di banyak industri kemungkinan besar disebabkan oleh akumulasi perilaku imitasi pengguna didepannya, bukan karena produk perusahaan tersebut sangat baik.  

Tetapi perusahaan yang sukses mungkin berpendapat kesuksesannya karena produknya.  Atau sebaliknya, perusahaan yang gagal mungkin tidak tahu bahwa kegagalan mereka bukan berasal dari produk mereka sendiri.

Akibatnya, perusahaan tersebut selalu terperangkap dalam siklus “kegagalan – membuka resep yang salah – terus gagal – terus menggunakan resep obat yang salah – terus gagal  ” sehingga, Tidak bisa melompat keluar dari lingkaran setan.

Percobaan ketiga, “model tabung Poli” yang dilakukan ahli matematika Hongaria Polya. Ada tabung berisi bola merah dan hijau yang sama banyaknya, misalnya masing-masing 50 bola. Setiap kali peserta mengambil satu bola secara acak, kemudian mengambil bola lain dengan warna yang sama. Lalu, memasukkan kedua bola itu kembali ke dalam tabung. Dan ulangi proses ini berulang-ulang. Akhirnya, rasio warna dari dua bola dalam tabung akan mendekati 100: 0.  

Just like grandma says, Kesimpulan dari percobaan ini adalah sulit untuk memprediksi bola warna mana yang akan menang di awal. Tetapi pemenang akan dapat melihatnya pada tahap awal. Setelah dia mulai memimpin, situasinya sulit untuk dibalikkan. Ini seperti persaingan antara dua perusahaan, ketika orang-orang mulai mengikuti salah satu perusahaan secara kebetulan, begitu tren mulai terbentuk, hampir tidak mungkin untuk mengubah situasi atau kenyataan.

Advertisements
Categories: belajar dengan meniru

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: