Advertisements

Big Data dan Blockchain

Oleh: Ricky Suwarno

Google ataupun Facebook sebenarnya, jauh lebih mengenali Anda dibanding istri Anda. Kata Ray Kurzweil, direktur Rekayasa Google.

Seorang suami yang berbelanja kebutuhan bayi untuk anaknya yang baru lahir. Pada saat menggunakan kartu kredit, data dan kegiatan sang suami sudah tercatat, dan beberapa waktu kemudian, di halaman utama Facebooknya muncul semua iklan berhubungan dengan produk bayi.

Yah, Dimanapun Anda berada, baik di Indonesia, China, ataupun AS, akan selalu berhadapan dengan masalah kebocoran privasi pengguna. Ataupun data pribadi yang di sembarang gunakan. Seperti kebocoran yang terjadi dengan Facebook diatas. Dan yang belum lama ini. Yang dikabarkan internet besar seperti Netflix atau Youtube bisa memasuki dan membaca email atau pesan pribadi anda.

Isu yang berkembang di dunia maya ini sering dikaitkan dengan tuduhan aksi spionase yang dilakukan sebuah Negara kepada Negara lainnya. Tapi nyatanya perkembangan internet itu sendiri membuat privasi semakin kurang dihargai. Karena tren teknologi big data pada dunia internet.

Ketika kita menyetujui perjanjian layanan yang diajukan seperti Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak ataupun Grab untuk menggunakan layanan internetnya. Sebenarnya, kita telah setuju memberikan data pribadi kita kepada mereka. Dan ketika kita mendapat kemudahan dari layanan mereka, itulah saatnya timbulnya masalah.

Setiap pengguna tidak bisa mengandalkan niat baik perusahaan penyedia layanan. Bahwa mereka bisa menjaga privasi anda. Karena kenyataannya, mereka selalu tidak bisa diandalkan.

Dalam hal ini, mungkin ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan. Selaku pengguna internet. Pertama, pemilikan data. Atau data itu milik siapa. Walaupun UU menetapkan bahwa data itu milik kita sendiri sebagai pengguna. Tetapi tidak ada perusahaan yang akan menunjukkan data itu kepada Anda, bukan?

Ataupun, bila mereka benar-benar mengasih ke kita, apakah kamu memahami arti data tersebut. Sehingga akhirnya, perusahaan yang memiliki data penggunalah yang benar-benar mendapat keuntungan. Termasuk perusahaan yang menjual data kita kepihak ketiga. Sehingga, mereka juga yang mendapatkan penghasilan.

Masalah kedua, diskriminasi harga. Saya rasa Banyak diantara kita juga mengeluh waktu mencari tiket atau hotel di internet. Ketika kita mencari tiket ketujuan yang sama lagi, harga tiket akan lebih mahal dibanding pertama kali kita melihatnya. Bila Anda cukup teliti mengamatinya. Karena perusahaan internet menilai melalui data yang telah kita kunjungi berkali-kali. Mengetahui bahwa kita benar-benar mau membeli tiket. Ataupun, melalui data kita, perusahaan e-commerce tahu bahwakita bukan pengguna yang sensitive terhadap harga. Sehingga perusahaan ini akan menunjukkan banyak harga yang lebih tinggi.

So, just like my grandma says, Big Data merupakan jejak kita di dunia maya ini.

kita tidak bisa mengandalkan niat baik dari penyedia layanan internet. Karena sampai saat ini, bahkan hukum masih tidak bisa menyelesaikan masalah ini.

Dalam dunia informasi, benar ataupun salah. Semuanya berguna. Mereka berdua saling melengkapi. Dan membangun struktur data sesuatu objek secara utuh. Mengungkap hal atau data yang tersembunyi, adalah tujuan Big Data. Tetapi untungnya, kita mungkin bisa mengharapkan bantuan dan solusi teknologi seperti blockchain. Teknologi Blockchain, dengan enkripsi. Dengan menambahkan sebuah metadata pada enkripsi. Memungkinkan kita mempertahankan kendali atas informasi pribadi kita sendiri. Dan kita sendiri juga bisa memperoleh keuntungan lewat solusi ini. Walaupun sampai saat ini tekonologi blockchain masih belum bisa melakukannya.

Seperti kotak Pandora yang baru dibuka (dalam film Harry Porter), Big Data sebagai bagian penting dari penelitian kecerdasan computer, masih perlu diregulasi lebih lanjut. Sehingga penerapannya benar-benar bermanfaat dan berjalan harmonis dengan kehidupan kita.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Big data, BlockchainTags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: