Advertisements

Big Data dan artificial intelligence

Oleh: Ricky Suwarno

Seperti kata Jack Ma, big data adalah minyak di masa depan. Alibaba bukanlah perusahaan e-commerce. Alibaba adalah perusahaan teknologi data. Paling tidak itu pengakuan Jack Ma. Semua orang merasa mengerti. Tapi secara nyata tidak benar-benar tahu apa maksud sebenarnya.

Apa itu peradaban? Semua hasil perkembangan manusia secara total. Secara total? Merangkup apa? Barang Produk, kekayaan, teknologi, kebudayaan dan systematic. Kekuatan manusia berasal dari mana? Mengapa manusia bisa menang dari pertandingan melawan alam? Menurut hukum alam, barangsiapa yang bisa mengumpulkan kekuatan jadi satu, dan dilepaskan secara bersamaan pada satu titik. Dialah yang bakal menang. Binatang dengan badan yang gede, gigi yang tajam, jumlah yang banyak adalah satu kekuatan. Manusia Karena menguasai bahasa, bisa saling berkomunikasi. Bekerjasama. Sehingga bisa mengumpulkan kekuatan jadi satu. Itulah sebabnya manusia bisa menang melawan binatang. Menjadi penguasa dunia. Ekonomi-melalui mekanisme dan integrasi, menguatkan kekuatan bersama. Systematic-melalui kekuatan organisasi dan integrasi bersama menjadi kuat. Kebudayaan-melalui mekanisme komunikasi simbolik mengintegrasikan kekuatan manusia. Demikian juga dengan teknologi. Semuanya Tidak bisa lepas dari big data. Mengapa kuliner bisnis atau franchising bisa berkembang cepat. Banyak orang berpikir mungkin karena dapur pusat. Transportasi rantai dingin yang sudah matang.? Sebenarnya, dibalik semua itu karena adanya Wechat Pay atau Alipay. Kok bisa? Bayangkan, pada dasarnya, restoran cuma terima cash. Sehingga pendapatannya sulit dilacak. Makanya bisnis restoran yang bisa IPO di masa lalu sangatlah sulit. Tetapi dengan munculnya mobile payment, selain membawa kenyamanan, setiap transaksi bisa di simpan. Bukan hanya di bidang komersial, sebenarnya semua pembangunan masyarakat secara keseluruhan mengandalkan pada kemampuan data. Pernahkah kamu mengamati bahwa daerah dengan peradaban terbelakang, nama keluarga sering memiliki tingkat kebetulan yang tinggi. Misalnya, orang Amish di AS dikenal karena menolak peradaban modern. Sepertiga dari orang Amish bermarga “Lampu”. Ini bukan kasus special sebenarnya. Bahkan sebelum abad ke14, kebanyakan penduduk didunia hanya memiliki nama dan tidak ada nama keluarga. Nama keluarga adalah produk dari tatanan administrasi suatu Negara. Budaya China memang agak lain, karena mereka telah menyelesaikan pembangunan komunitas nasional yang sangat tinggi sejak awal. Misalnya lagi, dijepang. Walaupun penduduknya bukan yang terbanyak. Tetapi nama keluarga mereka adalah yang terbanyak. Total 110.000 marga. Nomor dua selain Negara imigrasi AS. Ketika restorasi Meiji, kebanyakan orang jepang tidak memiliki nama keluarga. Pada tahun 1870, pada saat pemerintah bermaksud memodernisasi Jepang. Menemukan Banyak kesulitan dalam memungut pajak, wajib militer atau memanajemen tiap kepala keluarga. Sehingga dalam waktu singkat setiap orang diharuskan memungut satu nama keluarga untuk dilaporkan ke pemerintah. Sehingga apa yang mereka lihat atau alami, langsung dikaitkan dengan nama keluarga mereka. Misalnya, yang tinggal dekat jembatan, memberi nama Jembatan. Ketika ada pohon pinus tumbuh disamping pintu, makanya dipanggil “Panasonic”. Didepan dusun terletak satu gunung, dan dikasih nama Yamaguchi. Dan bagi keluarga petani, makanya namanya dipanggil Tanzhong. Mengapa Negara begitu tertarik untuk membuat nama keluarga? Karena populasi adalah data paling dasar dari suatu masyarakat. Negara harus dimodernisasi, pendaftaran rumah tangga, perpajakan, wajib militer, keamanan public, kesejahteraan, dan property semuanya didasarkan atas big data. Menguasai data demografi yang jelas merupakan syarat utama bagi pemerintahan nasional. Oleh karena itu, nama keluarga adalah desain institusional paling awal dari masyarakat manusia dari yang tidak jelas hingga yang jelas. Hari ini, kita bukan saja suatu data. Melainkan seekor belenggu yang punya ekor. Tidak peduli dimana dan apa yang kita lakukan. Kita pasti akan meninggalkan data. data adalah dimensi penting untuk mempromosikan perkembangan peradaban manusia. Hari ini, begitu kita melangkah keluar dari pintu rumah, muka kita akan direkam puluhan kali dalam sehari lewat face recognition CCTV. Kesimpulan: peradaban manusia harus menyelesaikan lompatan besar atas ketepatan data-data ini. Suka atau tidak suka, kita semua akan memasuki yang namanya “peradaban data”.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Bekraf, Big data, Blockchain, Data, IoT, Kecerdasan buatan, Machine learning, Making Indonesia 4.0, Presiden Jokowi Widodo, Smart cityTags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: