Advertisements

Bill Gates dan kegiatan amalnya

Bill Gates dan kegiatan amalnya, seperti yang ditampilkan oleh sutradara peraih Oscar Davis Guggenheim bertema, Inside Bill’s Brain: Decoding Bill Gates. Saat ini, semakin banyak pengusaha sukses yang pensiun termasuk Jack Ma mencurahkan lebih banyak waktu untuk usaha kesejahteraan masyarakat. Mereka seringkali hanya memiliki motivasi intrinsik untuk menyelesaikan masalah. Tetapi pada akhirnya, mereka dapat mencapai prestasi besar dan mengkomersilkan keberhasilan amalnya. Seperti Bill Gates yang mengundurkan diri dari Microsoft pada 2008.

Bill Gates dan kegiatan amalnya

Davis Guggenheim berusaha menceritakan Bill Gates dan kegiatan amalnya bagaimana menggunakan teknologi baru dan cara pemikiran komersial menyelesaikan tantangan paling berat. Karya barunya ini dibagi menjadi tiga episode. Episode pertama, bagaimana Bill Gates menangani malaria di negara-negara berkembang, dan masalah kesehatan dibelakangnya.

Pada Januari 1997, kolumnis New York Times Nicholas Kritof menulis tentang “Masalah Air yang mematikan di dunia ketiga.”  

Tidak ada toilet. Tidak ada sistem saluran pembuangan. Tidak ada fasilitas pengolahan limbah. Dan banyak orang di negara-negara dunia ketiga membuang kotoran mereka sesuka hati. Misalnya langsung membuangnya ke sungai, dimana sungai banyak diandalkan untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga, timbullah bakteri dan penyakit di daerah tersebut.

Pada awalnya, Bill Gates meminta bantuan dari berbagai universitas. Tetapi tidak mendapat tanggapan. Kemudian, Bill Gates mengadakan perlombaan perancangan toilet dengan uang hadiah 7 juta dolar. Muncullah Banyak desain dan pemikiran hebat yang terlahir dari perlombaan ini. Beberapa tim membuat toilet yang terpisah dari sistem sewer. Semua kotoran buangan langsung diolah di tempat. Tidak memerlukan air banyak untuk dikirim ke pabrik pengolahan jarak jauh.

Sehingga, teknologi toilet tanpa saluran pembuangan telah terpilih sebagai salah satu dari sepuluh teknologi terobosan teratas pada tahun 2019. Termasuk Daging sintetis buatan yang saya tulis beberapa hari yang lalu.

Pada episode kedua, menceritakan bagaimana Bill Gates menyelesaikan masalah polio. Walaupun vaksin oral polio yang aman dan efektif telah diperkenalkan pada awal tahun 1955. Namun sayangnya, masih ada sekitar 350.000 kasus polio di seluruh dunia dalam 30 tahun ini. Hal ini dikarenakan, banyak negara berkembang menganggap vaksin sebagai konspirasi dunia Barat. Yang digunakan untuk mencacatkan anak-anak mereka, sehingga mereka menolak penggunaan vaksin. Di sisi lain, obat vaksin ini tidak bisa menjangkau banyak daerah terpencil.

Bill Gates mengunjungi para pemimpin negara-negara di Afrika. Kemudian meningkatkan pengiriman vaksin melalui Gates Foundation. Namun sayangnya, di Nigeria misalnya, pembasmian polio ini seperti permainan kucing menangkap tikus. Ketika Penyakit berhasil ditekan dan dibasmi di satu lokasi, namun tempat lainnya mulai bermunculan lagi. Sepertinya penyakit ini tidak bisa dibasmi. Pada tahun 2008 saja, kasus polio meningkat tiga kali lipat dalam setahun.

Sampai Bill Gates sendiri merasa ragu dan bertanya apakah dia benar-benar tidak dapat menyelesaikan masalah ini. Tetapi dia tidak memilih untuk menyerah. Namun, mulai memikirkan akar masalahnya. Melalui pembacaan dan analisis yang luas, dan penggunaan gambar-gambar satelit resolusi tinggi, algoritma, dan peningkatan daya komputasi, Bill Gates menemukan bahwa wilayah-wilayah dengan insiden tertinggi di Nigeria terkonsentrasi di berbagai wilayah perbatasan. Para Relawan sering berpikir bahwa relawan di sekitarnya akan menangani bagian perbatasan. Tetapi pada kenyataannya, bagian ini adalah zona “yang terabaikan”.

Setelah mengidentifikasi masalah, pada tahun 2013, Yayasan Bill dan Melinda Gates meluncurkan “rencana strategis akhir”, mengumumkan mereka akan menginvestasikan 6 miliar dolar dengan konsorsium kelembagaan memberantas penyakit polio dalam waktu enam tahun.

Kisah episode terakhir adalah tentang masalah energi. Energi adalah salah satu pilar masyarakat modern. Tanpa energi, masyarakat kita berada dalam kekacauan. Sayangnya, sumber energi arus utama yang tersedia tidak cukup bersih atau environment friendly. Sumber energi bersih seperti tenaga angin dan energi matahari belum cukup stabil. Sehingga, Bill Gates memikirkan energi nuklir sebagai pengganti.

Banyak orang langsung berasosiasi negatif ketika berbicara tentang nuklir. Insiden nuklir Chernobyl di Rusia, atau kebocoran nuklir akibat gempa bumi di Fukushima, Jepang. Sebaliknya, secara statistik energi nuklir sebenarnya jauh lebih aman daripada yang kita ketahui.

Saat ini, sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di seluruh dunia didasarkan pada skema tahun 1940. Pembangkit listrik tenaga nuklir dari AS dan Tiongkok relatif lebih maju. Pembangkit listrik tenaga nuklir yang paling maju masih didasarkan pada skema tahun 1970-an. Karena masalah kontroversial pembangkit listrik tenaga nuklir, penelitian dan pengembangan teknologi di banyak negara mengalami stagnasi.

Oleh karena itu, Bill Gates membuat perubahan dan akhirnya merancang reaktor tenaga nuklir kecil yang lebih bersih dan lebih aman.

Sayangnya, pembangkit listrik tenaga nuklir adalah industri berskala besar yang membutuhkan aplikasi pasar dengan skala besar untuk menurunkan biaya produk. Akibatnya, kerja sama Bill Gates dengan pemerintah China harus ditunda karena faktor-faktor tertentu.

Masalah nuklir belum memiliki solusi yang terbaik. Sutradara Davis Guggenheim bertanya: Ketika Anda menghadapi kegagalan, apakah Anda pernah berpikir bahwa Anda maunya terlalu banyak? Pernahkah Anda berpikir untuk menyerah?

Bill Gates dan kegiatan amalnya
Bill Gates dan kegiatan amalnya, Inside Bill’s Brain: Decoding Bill Gates

Jawaban Gates adalah: work harder!

Walaupun Bill Gates dan kegiatan amalnya tidak seasyik dan menggairahkan dibanding Proyek imigrasi Elon Musk ke planet Mars, namun Bill Gates telah berusaha menjadikan dunia ini sebagai tempat yang enak untuk tinggal.

Just like Bill Gates’ Mom says di akhir filmnya, “Pertama-tama, Setiap orang harus mencari definisi kesuksesan sendiri. Dengan harapan khusus ini, kemungkinan berhasil lebih tinggi. Sebenarnya, pada akhirnya bukan apa yang Anda dapatkan, atau apa yang Anda kontribusikan, melainkan Anda telah menjadi orang yang bagaimana.”

Advertisements
Categories: Bill Gates dan kegiatan amalnya-inside bill's brain:decoding bill gates

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: