Advertisements

Cara menggunakan Big Data

Oleh: Ricky Suwarno

18 april 2019

Big data di era digital telah berkembang pesat dalam beberapa tahun ini. Teknologi ini dapat mengelola berbagai jenis data dengan volume tak terbatas. Sehingga jelas menjadi solusi dan favorit bagi perusahaan. Tetapi dari segi pengguna atau konsumen, bagaimana menggunakan big data supaya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, menjadi tantangan bagi semua orang.

Dari perspektif konsumen, perubahan mendasar yang dibawa oleh big data adalah mengubah hak antara konsumen dan pebisnis. Sebagai contoh, konsumen mungkin mengetahui produk lebih baik daripada pebisnis. Karena konsumen tahu bagaimana produk digunakan secara baik. Ketika membeli barang, konsumen sangat memperhatikan evaluasi informasi komentar dari konsumen lain.

Demikian halnya dengan Pendidikan saat ini, telah banyak mengalami perubahan. Jika ada siswa yang merasa bahwa pengajaran guru ada kesalahan, mereka langsung mengambil telepon untuk memperoleh konfirmasi di internet. Dan menemukan jawabannya dalam beberapa detik.

Begitu Juga halnya di dalam pekerjaan sehari-hari. Sebuah perusahaan Amerika, karyawannya mengunggah informasi mereka secara anonim. Sehingga orang luar yang berniat masuk ke perusahaan ini dapat mengetahui pendapat para karyawan tentang karakter CEO lewat Internet. Mengetahui struktur gaji perusahaan mereka. Dan apakah suasana kerja di dalam perusahaan nyaman atau tidak.

Semua ini menunjukkan bahwa kekuatan secara bertahap bergeser dari institusi ke konsumen. Sebagai institusi atau perusahaan, jika Anda tidak menyambut perubahan, Anda mungkin akan drop out dari persaingan.

Saya rasa, Penggunaan data yang benar bukan dimulai dengan penambangan data. Tetapi dimulai dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Misalnya, Alibaba memiliki skor kredit, namanya Kredit Sesame. Kredit Sesame dikaitkan dengan platform belanja Alipay. Dan akan mengevaluasi nilai kredit konsumen melalui catatan konsumsi onlinenya.

Kredit sesame menilai perilaku konsumen, bukan dari berapa Rupiah yang dibelanjakan. Tetapi apa yang konsumen belanjakan. Jika untuk membeli video game online, ini mungkin kurang baik untuk akumulasi kredit. Tetapi jika untuk membeli popok alias diapers, itu akan dianggap bagus untuk skor kredit.

Mengapa membeli popok mendapat kredit yang lebih baik daripada membeli game online? Karena konsumsi popok menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab dan peduli terhadap keluarga.

Pada awal analisis pasar, orang yang membeli popok juga akan sekalian membeli bir. Anda mungkin bertanya kok bisa?

Sangat berkemungkinan, sang istri meminta suaminya untuk membeli popok di malam hari. Dan si suami akan sekaligus membeli bir. Sebagai hadiah buat dirinya harus keluar di malam hari. Jadi, yang harus kita lakukan adalah mengajukan pertanyaan terlebih dahulu, kemudian menggunakan data untuk menemukan jawabannya.

Nilai data bukan terletak pada berapa banyak data yang dimiliki. Melainkan, pada cara berpikir yang benar. Bagaimana cara supaya big data bisa sepenuhnya melayani kita sebagai konsumen?

Yang pertama, hak untuk melihat data dan mendapatkan data. Misalnya, pengguna Taobao atau gojek dapat melihat semua catatan transaksinya. Dan tren belanja untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Kedua, melihat proses pengolahan data. Perusahaan seperti Baidu dan Google akan mengumpulkan banyak data untuk diproses. Dan pengguna harus memiliki hak untuk melihat proses pengelolahan. Sebagai pengguna, kita harus dapat melihat data apa yang telah dikumpulkan mereka. Sehingga, kita tahu bagaimana data digunakan. Seperti halnya, bagaimana Kredit Sesame menghitung poin konsumen. Jadi, konsumen bisa memutuskan apakah membeli popok atau membeli video game.

Ketiga, hak memodifikasi data. Artinya, konsumen memiliki hak untuk menambah dan menghapus semua data.

Keempat, hak untuk mengaburkan data. Konsumen memiliki hak untuk memutuskan apakah mereka ingin orang lain mengetahui lokasi mereka berada. Misalnya, ketika memesan takeaway, mereka perlu mengirim orang takeaway untuk mengambil pengiriman ke rumahnya. Bukan ke rumah tetangga. Oleh karena itu, pengguna harus memiliki hak untuk meminta agar data mereka dikaburkan.

Kelima, hak untuk bereksperimen dengan data.

Keenam, hak untuk mengimpor dan mengekspor data. Pengguna dapat meminta perusahaan pengolah data seperti google atau baidu untuk mengirim datanya ke orang lain. Singkatnya, just like grandma says, ketika kita memiliki kemampuan untuk menambang semua data di dunia, dan secara aktif menggunakan hak kita tentang data, data kita akan memberikan kita pelayanan yang lebih baik.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, big dataTags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: