Daging Buatan Burger King

Daging Buatan Burger King diproduksi oleh Impossible Foods menjadi sorotan Dunia. Pada awal bulan April, berita besar ini tersebar di kalangan teknologi dan makanan dunia. Burger King mengumumkan untuk merilis burger daging buatan di 57 toko di St. Louis, kota bagian timur AS. Jika daging buatan ini diminati, Burger King akan meluncurkan lagi di 7.200 restorannya di seluruh AS.

Burger King adalah rangkaian rumah makan siap saji internasional yang menjual burger, kentang goreng dan minuman lebih dari 10.000 restoran di seluruh dunia. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari 10 juta miliar.

Action Burger King begitu penting, Karena menandai titik balik dalam teknologi daging buatan. Yang mungkin akan memasuki tahap komersialisasi skala besar.

Daging Buatan Burger King

Teknologi burger daging buatan, salah satu dari sepuluh teknologi terobosan terbaik tahun 2018 oleh MIT Technology Review. Teknologi ini sangatlah penting untuk keberlanjutan manusia. Kebiasaan makan manusia dalam memproduksi daging, telah menempati sejumlah besar lahan sumber daya lingkungan.

Secara khusus, emisi gas rumah kaca dari akun ternak manusia telah menyebabkan 15% dari emisi gas rumah kaca global. Seperempat tanah yang tidak tertutup oleh es di permukaan Bumi, digunakan untuk menggembalakan ternak. Sepertiga dari lahan pertanian digunakan untuk menanam pakan tanaman untuk ternak. Selain itu, peningkatan populasi dunia, dan perubahan taraf kualitas hidup semakin banyak orang.

Produksi daging mengkonsumsi lebih banyak sumber daya daripada produksi makanan lainnya. Tergantung pada jenis hewan, satu pound protein daging yang diproduksi dengan metode industri, akan mengkonsumsi 4 hingga 25 kali lipat air. 6 hingga 17 kali lipat lahan tanah. 6 hingga 20 kali lipat banyaknya bahan bakar fosil.

Dari perspektif bisnis, memberi sapi makan, dan kemudian mengubahnya menjadi daging, terlalu tidak efisien. Dari perspektif kesehatan, burger daging buatan saat ini 15% lebih sedikit lemaknya, dan 90% kolesterol lebih rendah daripada burger daging sapi. Karena itu, daging buatan akan menjadi teknologi penting dan sorotan dalam bidang makanan.

Burger daging buatan pertama kali muncul pada tahun 2013. Burger daging buatan langsung dimakan di tempat pada saat konperensi pers. Yang Didanai salah satu pendiri Google, Sergey Brin. Biaya pembuatan burger tersebut mencapai 330.000 dollar.

Prinsip teknik ini, mengekstraksi sejumlah kecil sel dari hewan, kemudian membiakkannya di laboratorium. Dan memberinya nutrisi. Dengan larutan nutrisi khusus untuk menghasilkan jaringan otot. Sederhananya, sel-sel hewan tumbuh langsung menjadi daging di laboratorium.

Saat ini, Ada dua perusahaan yang telah mengadopsi teknologi baru ini. “Impossible Foods (IF), dan Beyond Meat (BM).”

Di antara mereka, IF telah menerima investasi modal skala besar dari Google, Bill Gates dan Li Ka-shing (orang paling kaya di Hongkong, yang sering dipanggil sebagai Superman Lee). Produk ini telah dijual di lebih dari 5.000 restoran.

Daging Buatan Burger King
Daging Buatan Impossible Foods telah mulai banyak dijual di pasaran Negeri Paman Sam (Image: Market Watch)

Teknologi baru ini tidak lagi menghasilkan daging dengan cara membiakkan sel di laboratorium, tetapi memproduksi daging berdasarkan tanaman. IF menggunakan hemoglobin yang diproduksi oleh ragi, dan dimodifikasi secara genetik untuk membuat burger daging buatan. Heme dapat menciptakan warna dan rasa daging.

Sedangkan, BM menggunakan protein kacang polong untuk membuat daging sapi giling. Produk-produk BM telah dijual di toko chain stores seperti Whole Foods di Amerika Serikat. Selanjutnya, perusahaan-perusahaan ini juga telah memulai penelitian dan pengembangan steak daging buatan.

Burger daging buatan yang dijual Burger King, dibuat oleh perusahaan IF. Para pelanggan dan karyawan Burger King sendiri tidak dapat merasakan perbedaan antara burger tradisional dan burger daging buatan.

Just like grandma says Pendiri Microsoft, Bill Gates mempunyai harapan yang sangat tinggi untuk daging buatan. Karena daging buatan memungkinkan manusia mendapatkan lebih banyak daging tanpa harus merusak hutan, atmosfer, atau membunuh hewan.

Jika teknologi ini benar-benar diterapkan dalam skala besar, maka manusia dapat menghemat banyak sumber daya alam yang pada awalnya digunakan untuk memelihara ternak. Dan pada saat yang sama dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging yang semakin meningkat. Thanks to the new technology.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.