Dampak AI terhadap investasi

Dampak AI terhadap investasi, kelebihan dan kekurangan serta manfaat dan risikonya merupakan masalah menonjol dalam teknologi baru ini. Di Era Big data, mesin yang bekerja tanpa lelah dapat menggali banyak peluang dari data. Pada dasarnya mesin tidak memiliki emosi, sehingga dapat menyerap kebijaksanaan manusia. Di sisi lain mesin tidak punya Ketakutan dan keserakahan seperti manusia, sehingga dalam hal investasi terasa akan jauh lebih baik daripada kita manusia. Benarkah demikian?

Misalnya, perusahaan Knight Capital yang didirikan pada tahun 1995. Perusahaan Ini merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan sistem transaksi online paling awal didunia. Mereka melakukan transaksi terprogram. Dan sangat sukses pada awalnya.

Dampak AI terhadap investasi

Namun pada tahun 2012, seorang programmer dari Knight Capital membuat kesalahan fatal ketika meng-upgrade server. Programmer ini melalaikan satu server. Akibatnya, server mogok pada hari berikutnya. Karena masalah kecil Bug ini menyebabkan Knight Capital mengalami kerugian 460 juta dolar.Knight Capital kemudian berada di ambang kebangkrutan. Dan, Akhirnya diakuisisi oleh perusahaan lain. Jadi secara keseluruhan, keberhasilan Knigh Capital berkat sistem proseduralnya, demikian pula kegagalannya juga akibat sistem prosedural juga.

Hal ini menunjukkan transaksi terprogram memerlukan stabilitas yang sangat tinggi. Jika timbul kesalahan, konsekuensinya tidak bisa terbayangkan.

Transaksi terprogram, maksudnya membuat aturan transaksi berdasarkan hasil penambangan data sebelumnya, dan melalui uji coba kestabilan untuk mengkonfirmasi bahwa program bisa dijalankan secara otomatis lewat komputer nantinya.  

Kesalahan fatal dari programmer diatas terletak pada operasi otomatis. Ketika pasar transaksi dibuka pada hari berikutnya, data baru secara otomatis dimuat ke dalam komputer. Ketika program mulai berjalan dan menemukan sinyal untuk bertransaksi, komputer akan langsung melakukan transaksi.

Karena program ini semuanya dikendalikan oleh mesin komputer, jadi Jika ada kesalahan dalam programnya, konsekuensinya sangat fatal. Inilah yang menyebabkan Knight Capital diambang kebangkrutan. Sebenarnya, sistem komputer jauh kurang stabil daripada yang kita bayangkan. Setidaknya ada dua jenis kesalahan yang sulit dihindari.

Pertama, kesalahan prosedural. Ketika kita menggunakan komputer dimana sebagian besar waktu, tidak muncul masalah apapun. Namun, ketika komputer tiba-tiba crash berarti kesalahan yang terkandung di dalamnya mulai terpicu.

Meskipun setiap program itu tidak ada masalah pada sebagian besar waktu, itu tidak berarti mereka tidak ada masalah. Atau, juga tidak berarti tidak akan masalah di masa depan. Ini hanya Karena masalah yang terkandung di dalamnya belum terpicu di masa lalu. Tetapi,  tidak berarti masalah tersebut tidak akan terpicu di masa depan.  

Umpamanya, seperti asteroid yang menghantam bumi. Insiden ini tidak terjadi di masa lalu, tidak berarti tidak akan terjadi di masa depan. Kemungkinan munculnya masalah dalam program cukuplah tinggi. Seperti halnya, seberapa sering komputer kita mogok.

Kedua, masalah atau kesalahan stabilitas. Artinya, hukum transaksi data mining mungkin benar di masa lalu, tetapi belum tentu benar di masa depan. Karena hukum pasar keuangan cendrung berubah, dan mereka bahkan bisa menghancurkan diri sendiri.

Misalnya, suatu hari kita menemukan aturan baru dimana bila kita membeli saham A, dan menjual saham B akan mendapatkan keuntungan. Setelah diuji coba berulang kali dan berhasil. Namun, kemudian ketika kita mulai bertransaksi ternyata tidak berhasil. Transaksi semacam ini disebut sistem menghancurkan diri sendiri. Karena ketika banyak orang mulai menemukan dan mengerti hukum aturan ini, semakin banyak orang akan bertransaksi dengan cara ini menyebabkan aturan sistem berubah. Akibatnya, banyak orang gagal.

Dampak AI terhadap investasi
Dampak AI terhadap investasi (Sumber: social hays)

Kesalahan stabilitas semacam ini sering terjadi. Lihat saja pengalaman historisnya. Setiap kali terjadi krisis keuangan, jenis dana yang dikuantifikasi paling mudah bangkrut. Seperti krisis yang terjadi pada tahun 1998, 2000 dan 2008. Karena mereka terlalu mengandalkan hukum historis ini. Selama ada perubahan dalam hukum historis, semua strategi mereka tidak akan efektif pada akhirnya.

Berinvestasi adalah analisis tren masa depan. Kita perlu menilai dan menganalisa masa depan. Masa depan adalah masa yang penuh ketidakpastian. Bukan sekedar pengulangan sederhana dari masa lalu.

Berdasarkan Data besar, AI atau kecerdasan buatan tidak mungkin bisa memprediksi hukum nilai dan harga di masa depan. Karena tidak peduli seberapa besarnya data, mereka tetap  data historis. Aturan hukum sebelumnya adalah hukum historis. Mereka tidak termasuk hukum baru di masa depan. Inti dari investasi adalah penilaian terhadap masa depan. Dengan demikian, apa yang dilakukan AI sebenarnya sangatlah terbatas. Inilah salah satu dampak AI terhadap investasi.

Just like grandma says, Investasi membutuhkan manusia untuk menganalisis dan meramalkan masa depan. Tidak ada aturan baku untuk analisis dan prediksi semacam ini. Daripada melihat investasi sebagai sains, sebaliknya ada baiknya kita menganggapnya sebagai seni. Sehingga kegunaan serta manfaat data besar dan kecerdasan buatan dalam hal ini sangatlah terbatas.

Advertisements
Categories: Dampak AI terhadap investasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: