Daya baterai mobil listrik

Daya baterai mobil listrik merupakan masalah paling utama bagi pemilik mobil energi baru ini. Bagi yang mengerti tentang pasar mobil, pasti mengerti peribahasa “Gold Nine Silver Ten”. Artinya, pada bulan September dan Oktober setiap tahunnya, penjualan mobil akan mencapai puncaknya. Tapi tahun ini, penjualan untuk mobil listrik kurang memuaskan. China, sebagai pasar mobil listrik terbesar di dunia telah mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut. Penurunan tahun ini telah mencapai 45,65%. Pertumbuhan negatif tahunan pertamanya ditahun 2019.

Penyebab utamanya, pemerintah Beijing tidak lagi memberikan subsidi. Pada awalnya,  pengembangan pasar kendaraan listrik China selalu mendapat manfaat dari kebijakan subsidi pemerintah. Namun, setelah 2017 pemerintah mulai mengurangi subsidi. Pada bulan Juni tahun ini, kebijakan baru mulai diperkenalkan. Subsidi lokal langsung dibatalkan.

Daya baterai mobil listrik

Banyak perusahaan mobil listrik kehilangan keunggulan kompetitifnya karena pemerintah tidak lagi memberikan subsidi. Demikian pula halnya, dengan industri baterai. Data menunjukkan, dalam mobil listrik baterai mencapai 30% hingga 40% dari biaya sebuah mobil listrik.

Di bidang Daya baterai mobil listrik, China adalah pemimpin di dunia. Dari 10 besar perusahaan baterai otomotif global ditahun 2018, tujuh diantaranya berasal dari China. Perusahaan baterai dari China yang menempati nomor satu di dunia, hampir tidak pernah dikenali oleh orang China sendiri. Namanya, Contemporary Amperex Technology Co Ltd atau di singkat menjadi CATL Battery.

CATL didirikan di Kota Ningde, sebuah kota kecil di Provinsi Fujian pada 2011. Dalam waktu singkat, 8 tahun CATL telah menjadi perusahaan baterai listrik terbesar di dunia. Masuk dalam daftar Fortune 50. Lingkaran pertemanan-nya mencakup hampir semua perusahaan mobil kelas kakap global seperti BMW, Volkswagen, dan GM.

Tidak mudah bagi CATL, sebuah bisnis kecil yang tidak terkenal tetapi telah menguasai kerajaan baterai global dalam waktu singkat. Namun, sekarang CATL juga mulai mengalami penurunan. Kesuksesannya yang dulu berhasil bertaruh pada teknologi Baterai lithium ternary.

Baterai lithium sudah tidak asing lagi bagi kita. Pada dasarnya, baterai yang digunakan di ponsel dan kamera kita adalah baterai lithium. Kendaraan energi baru saat ini menggunakan baterai lithium, tetapi dengan proses yang berbeda. Ada dua teknologi utama, baterai lithium besi fosfat, dan baterai lithium ternary.

Sebelum CATL, BYD adalah pemimpin industri baterai di China. Tetapi, BYD bertaruh pada produksi baterai lithium besi fosfat. Keuntungan terbesar dari jenis baterai lithium ini adalah keamanannya yang sangat tinggi. Tidak mudah terbakar atau meledak. Dan tahan lama. Pasar taksi Shenzhen pernah berinvestasi sebanyak 850 unit BYD E6 dalam operasi pada 2010. Total jarak tempuh kumulatif telah melampaui 300 juta kilometer sejauh ini. Dan baterainya masih berfungsi dengan baik.

Namun, kelemahan baterai lithium iron phosphate memiliki kepadatan energi yang rendah. Dengan kata lain, jarak jelajahnya kurang cukup. Ketika mengendarai mobil, konsumen selalu kuatir kehabisan baterai. Sehingga, menurunkan kenyamanan dalam berkendara.

Teknologi yang dipilih CATL adalah baterai lithium ternary. Yang bukan merupakan arus utama saat itu. Ternary artinya, bahan katoda baterai selain lithium, masih mengandung tiga jenis logam. Yaitu nikel-kobalt-mangan atau nikel-kobalt-aluminium. Baterai jenis ini sebenarnya kurang aman dibanding baterai lithium iron phosphate. Mudah terbakar bila bertemu suhu tinggi atau tabrakan. Tetapi keuntungan terbesar adalah kepadatan energi yang tinggi, yang berarti daya tahan dan jelajahnya sangat baik.

Karena kapasitas daya tahan dan jelajah yang tinggilah, yang akhirnya menjadi kunci  kemenangan untuk baterai lithium ternary. Untuk mendorong pengembangan kendaraan energi baru, Beijing memperkenalkan kebijakan subsidi besar-besaran untuk perusahaan mobil listrik. Dan kebijakan subsidi cenderung untuk model jarak tempuh lebih panjang. Sebagai hasilnya, baterai lithium ternary akhirnya mendominasi pasar kendaraan energi baru.

Tesla juga menggunakan baterai lithium ternary yang bekerja sama dengan Matsushita dari Jepang. Selain itu, baterai LG dan Samsung juga sangat kuat. Sebagai bintang yang baru bangkit, bagaimana CATL mengalahkan kompetitor kelas dunia ini?

Faktor kuncinya adalah subsidi pemerintah. Pada bulan Maret 2015, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengeluarkan “Peraturan tentang Standar Industri Baterai Tenaga Otomotif”. Untuk mendapatkan subsidi, kendaraan listrik energi baru harus menggunakan baterai yang diproduksi oleh perusahaan yang masuk daftar putih. Dalam daftar putih ini, semuanya adalah perusahaan baterai China.

Dengan kata lain, jika perusahaan-perusahaan mobil listrik menggunakan baterai yang diproduksi oleh perusahaan Jepang atau Korea, mereka tidak akan mendapatkan subsidi. Didorong oleh dividen kebijakan ini, perusahaan-perusahaan baterai China dengan cepat memakan pangsa pasar mereka di seluruh dunia. Menjadikan CATL battery sebagai unicorn di pasar daya baterai global.

Pemerintah Jepang juga mulai mendukung Toyota, Nissan dan Panasonic untuk mengembangkan baterai all-solid-state atau baterai padat. Ketika teknologi baterai padat telah matang, kartu baterai lithium ternary di tangan CATL mungkin tidak akan lagi favorit.

Untuk mengatasi hambatan diatas, CATL tidak hanya memproduksi baterai. Mereka juga telah membangun usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan mobil atau bundling mendalam dalam bentuk investasi ekuitas. Di tahun 2018, CATL telah membentuk perusahaan patungan dengan SAIC, GAC, Geely, Dongfeng, dan merek-merek besar lainnya seperti BMW, Volkswagen dan Daimler.  

daya baterai mobil listrik
Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL)  adalah produsen terbesar untuk daya baterai mobil listrik di dunia

Di sisi lain, dalam menghadapi ancaman teknologi baru seperti baterai solid-state, CATL terlebih dahulu berinvestasi di industri hulu. yaitu pertambangan. Karena Biaya baterai lithium ternary dibatasi oleh harga mineral seperti nikel, kobalt, mangan, dan lithium.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga logam kobalt telah melonjak. Membuat perusahaan-perusahaan baterai listrik berteriak. Bahkan Elon Musk pernah mengeluh untuk mendapatkan bahan baku baterai yang cukup. Tesla akan memasuki industri pertambangan.  

CATL telah menginvestasikan $ 55 juta, dan menjadi pemegang saham di perusahaan sumber daya tambang lithium Australia Pilbara. Jelas, CATL ingin memperkuat kontrol atas sumber daya lithium. Ketika teknologi baterainya tidak lagi menjadi kekuatan, sebaliknya harus berusaha membuat biaya menjadi keuntungannya.

Just like grandma says, CATL memang sangat beruntung. Namun, kesuksesan yang datang  terlalu mudah, pasti ada krisis tersembunyi di baliknya. Teknologi terkemuka tidak selamanya selalu unggul, dan tidak bisa mengandalkan subsidi pemerintah selamanya. Saat ini, dengan munculnya teknologi baru dan penghapusan subsidi kebijakan, kerajaan baterai yang mudah terbangun oleh CATL akan mengalami perombakan besar dan ujian berat.

Perusahaan-perusahaan China yang telah menikmati dividen kebijakan, Suatu hari harus  keluar dari “cangkang pelindung pemerintah”. Bersiap-siap menghadapi pasar internasional yang dikelilingi oleh serigala buas. CATL sangat mengerti situasi ini. Mereka telah membangun jaringan pelindung ketika musim dingin tiba. Menjadikan tembok pertahanan mereka melawan badai.

Advertisements
Categories: daya baterai mobil listrik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: