Decoupling Ekonomi China Amerika

Decoupling Ekonomi China Amerika menjadi ketegangan terbesar Dunia. Trump meluncurkan Perang Dagang untuk memblokir pertumbuhan Ekonomi dan teknologi China yang sangat pesat. Seperti yang Amerika Serikat lakukan terhadap Negara perekonomian kedua terbesar dunia 100 tahun yang lalu seperti Inggris, Jerman dan Jepang. Sebagai peringatan kepada para Elit AS bahwa pertumbuhan China sebagai satu-satunya kekuatan Dunia baru yang bisa menyaingi Amerika.

Perang dagang oleh Trump telah menimbulkan kebisingan anti-globalisasi di seluruh dunia. Penurunan perdagangan bilateral dan investasi antara China dan Amerika Serikat di Dunia. Decoupling Ekonomi China Amerika satu sama lain menjadi dua sistem ekonomi Global. Decoupling, “keterlepasan” antara kebutuhan dan permintaan Dua Negara Raksasa.

Decoupling Ekonomi China Amerika

Jika kemungkinan ini menjadi kenyataan, bakalan menjadi sebuah tragedi bagi Dunia. Nasib generasi kita saat ini kemungkinan besar akan berubah secara dramatis. Namun, dari segi visi industri 100 tahun yang lalu, kemungkinan diatas rada minim.

Alasannya Sekitar 100 tahun yang lalu, munculnya perusahaan teknologi Raksasa pertama dalam sejarah manusia seperti Ford, Carnegie, maupun Rockefeller. Perusahaan-perusahaan ini tumbuh besar pada saat itu, karena mereka memperbesar kapasitas melalui modal.

Misalnya, Seorang insinyur menciptakan produk teknologi baru seperti mesin uap Watt, mobil Ford, atau bola lampu Edison. Ketika teknologi baru diciptakan, mereka perlu kapitalis untuk menghasilkan profit besar. Kemudian mereka mendirikan perusahaan. Ketika bisnis berkembang, membawa kapasitas produksi semakin diperbesar. Biaya produksi jadi menurun. Sehingga, produk bisa cepat dipopulerkan ke seluruh dunia. Dengan cara ini, perusahaan Amerika menjadi raksasa Dunia seperti meniup gelembung.

Perusahaan Amerika pada tahap ini memiliki dua karakteristik. Pertama, produk dan sains seringkali tidak ada hubungannya satu sama lain. Produk-produk ini hanyalah produk dari inovasi teknologi. Pemimpinnya sering kali berlatarbelakang seorang insinyur. Seperti Ford dan Edison. Karakteristik kedua, pada dasarnya ada produk dulu dan kemudian intervensi modal, lalu pada akhirnya muncullah bisnis.

Era seperti ini dinamakan “Perusahaan Teknologi versi 1.0.”

Tetapi dalam 20 tahun terakhir, perusahaan teknologi yang kita lihat di generasi sekarang tidak seperti demikian. Perusahaan teknologi zaman Now sering kali mengumpulkan dana terlebih dahulu. Kemudian baru mulai membuat produk yang melibatkan siklus R&D yang sangat panjang. Inilah cara kerja perusahaan Internet besar yang kita kenal hari ini.

Mengapa ada perubahan seperti itu? 

Karena perusahaan teknologi generasi sekarang seringkali berupa perangkat lunak. Bentuk produknya dalam “Bytes”, bukan atom. Biaya litbang sangat tinggi. Tetapi begitu selesai dikembangkan, biaya marjinal replikasi berskala besar mendekati nol. Dalam proses industrialisasi, Kita tidak perlu menginvestasikan dana besar untuk mempromosikannya. Perusahaan Teknologi Raksasa yang kita lihat dalam generasi sekarang, namanya “Perusahaan teknologi versi 2.0”

Peter Thiel, salah satu pendiri Paypal dan VC asal Jerman pernah mengatakan: ” Orang-orang berharap memperoleh mobil yang bisa terbang, namun akhirnya hanya mendapatkan 140 karakter. ” 

Maksud Peter Thiel adalah Twitter nya negeri Paman Sam dan Weibo nya Negeri Tirai Bambu. Bila Diterjemahkan ke dalam konteks kita hari ini, artinya: “orang-orang selalu berharap memasukkan Sayap Sains dan Teknologi ke dalam produk fisik mereka, namun kenyataannya hanya ada perusahaan teknologi yang berkibar 2.0.” 

Misalnya, perusahaan manufaktur produk fisik yang berkembang menjadi Raksasa Dunia seperti Apple, Tesla, dan Huawei. Perusahaan-perusahaan ini, dari End to End, namanya “Perusahaan Teknologi 3.0.”

“Apa hubungannya Perusahaan Teknologi versi 1.0, 2.0, 3.0 dengan Decoupling Ekonomi China Amerika hari ini?”

Kunci Elemen perusahaan teknologi 1.0 dan 2.0 adalah “pengusaha dan modal.” Artinya, Meskipun metode kerja sama mereka berbeda, Namun hanya dua faktor inilah yang menentukan seluruh rantai pasokannya.

Tetapi jika kita melihat ke masa depan, karena rantai nilainya sangat panjang menyebabkan Faktor penentu rantai nilai perusahaan teknologi versi 3.0 telah berubah. Ia bukan lagi sekadar wirausaha, dimana peran modal juga telah menurun tajam.

“Lalu Apa faktor Utama sekarang ini?” 

Kunci pertama, bagaimana mengubah hasil penelitian ilmiah di lab universitas menjadi produk riil. Ini adalah proses dari 0 hingga 1 yang tidak lagi dapat dilakukan oleh satu atau dua orang genius seperti Watt, Ford, Edison, ataupun Bill Gates. Proses ini harus bergantung pada sistem transformasi pencapaian ilmiah. 

Jadi, Negara mana di Alam Semesta ini yang memiliki teknologi paling menonjol dalam hal ini?

“Harus diakui, Amerika Serikat.”

Pertanyaan selanjutnya, “Bagaimana mencapai produksi massal setelah produk baru berhasil diciptakan? Apa kunci terobosan dalam Hal ini?”

Jawabannya, “Amerika Serikat harus mengandalkan kemampuan manufaktur yang hebat dan Efisiensi. Berbicara tentang sistem manufaktur industri kelas dunia, “China” adalah jawabannya.

Coba bayangkan mengapa Tim Cook, Bossnya Apple membuat OEM ponsel dan komputernya di China? Bukannya, memilih Jerman atau Jepang? Apakah Anda pikir hanya karena biaya buruh yang leibh rendah? Bila masalah buruh yang rendah, negara ASEAN lainnya seperti Indonesia atau Vietnam justru jauh lebih rendah.

Decoupling Ekonomi China Amerika
Bila terjadi Decoupling Ekonomi China Amerika akan menjadi malapetaka bagi dunia (Image:CKGSB)

Fokus persaingan manufaktur global sekarang bukanlah pada siapa yang bisa memproduksi peralatan presisi. Melainkan, apakah sistem manufaktur Anda cukup terbuka atau tidak. “Dapatkah Anda melakukan manufaktur presisi untuk perusahaan inovatif pihak ketiga.” Dalam hal ini, kemampuan China tidak hanya “Nomor Satu”, tetapi juga satu-satunya di dunia. Tidak ada perusahaan kedua yang bisa menandingi. Dan para perusahaan Raksasa Amerika sangat memahami hal ini.

Contoh paling khas adalah Foxconn China, perusahaan Manufaktur OEM khusus ponsel iPhone. Foxconn memiliki lebih dari 5.000 insinyur yang berspesialisasi dalam satu hal, yakni membantu pelanggan mencari solusi untuk produksi massal setelah desain produk selesai. Harap diingat “ Sesudah desain produk selesai untuk mencapai tingkat produksi massal, Apple paling tidak harus mempersiapkan 5.000 insinyur untuk mencapai ambang pintu ini.

Kemampuan manufaktur ini hanya terletak didaerah Tiongkok. Khususnya, Daerah Delta Sungai Mutiara dan Delta Sungai Yangtze China.

Jadi kesimpulannya, Kapabilitas pembuatan sistem bukanlah kapabilitas yang dapat dipindah-pindahkan atau dimigrasikan kapan saja. Hambatan ambang pintu ini adalah pengalaman manufaktur presisi yang sangat panjang dan tinggi.

Oleh karena itu, ketika Dunia memasuki Era Perusahaan Teknologi 3.0, baik Amerika Serikat dan China memiliki kemampuan terobosan Teknologi masing-masing. Amerika Serikat memiliki kemampuan terkemuka dalam industrialisasi teknologi. Sedangkan, China memiliki kemampuan terkemuka dalam Teknologi Manufaktur yang kompleks dan rumit. 

Hanya dengan kombinasi mereka berdua baru bisa mencapai rantai industri Global yang lengkap dan sempurna. Ini bukan masalah satu pihak. Jadi, menurut saya Decoupling Ekonomi China Amerika tidak akan terpisahkan, bahkan sebaliknya akan menjadi semakin erat.

Sebagai buktinya, pada awalnya Elon Musk tidak percaya dengan kemampuan manufaktur China. Ketika pada kenyataannya, hasil produksi mobil Tesla yang dibuat di Giga Factory Amerika Serikat tertunda terus. Tesla tidak bisa menyerahkan mobil pesanan sesuai jadwal yang telah dijanjikan. Dimana akhirnya, Elon Musk terpaksa harus membangun Pabrik supernya di Shanghai, China. Karena memang, China adalah negara satu-satunya yang bisa membantu produksi massal Tesla seperti halnya iPhone.

Just like grandma says, bukanlah keinginan seorang presiden seperti Trump yang dapat menentukan nasib Decoupling Ekonomi China Amerika Dua penggerak Ekonomi Dunia, melainkan logika perkembangan industri China, Amerika dan Dunia itu sendiri.

1 thought on “Decoupling Ekonomi China Amerika

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.