Dibalik konflik Amerika Iran

Dibalik konflik Amerika Iran adalah Berita internasional paling menghebohkan beberapa hari ini. Pekan lalu, Amerika Serikat melancarkan serangan udara drone di Bandara Internasional Baghdad, Irak dan menewaskan komandan militer Senior Iran Qasem Soleimani.

Ada Pepatah lama Tiongkok mengatakan pertarungan antara dua kerang dengan kekalahan antara dua-duanya, sehingga menguntungkan nelayan atau pihak ketiga. Siapa yang memperoleh keuntungan dibalik konflik Amerika Iran.

Majalah The New Yorker dan New York Times menganalisa siapa nelayan atau pihak ketiga yang beruntung itu.

Dibalik konflik Amerika Iran

“Siapakah sebenarnya Qasem Soleimani?”

Saya yakin Banyak diantara kita pasti pernah mendengar tentang Pusat Komando Amerika. Pusat Komando ini setara dengan Lembaga komando untuk operasi Di Luar Negeri seperti di Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah dan wilayah lain semuanya yang melibatkan partisipasi Pusat Komando AS.  Secara singkatnya, Mereka adalah Otak atau kekuatan utama dibalik Perang Teluk, Perang Afghanistan, Perang Irak, Perang Suriah dan semua perang di dunia.

Peran Qasem Soleimani di Iran adalah Panglima Komando Pusat versi Iran. Dia yang memimpin dan mengarahkan semua operasi militer Iran. Dari serangan militer sampai ke pengumpulan intelijen hingga strategi keamanan. Sepanjang karirnya, ia telah berurusan dengan banyak pemimpin militer dan para pemimpin negara-negara  di Timur Tengah. Misalnya, Presiden Suriah Bashar Hafez al-Assad atau Perdana Menteri Irak dan sebagainya memiliki hubungan dekat dengan Soleimani.

Meskipun Soleimani adalah orang Iran, namun pengaruhnya memancar sampai ke inti seluruh Negara Timur Tengah. Dia tidak hanya memimpin angkatan bersenjata Iran, tetapi juga jaringan transnasional Iran di Timur Tengah.

Jaringan ini, selain melindungi kepentingan Iran sendiri, juga memainkan peran penting dalam melawan organisasi teroris ISIS.

Majalah The New Yorker mewawancarai seorang pakar Timur Tengah, namanya Profesor Vali Nasr dari Universitas John Hopkins. Profesor Vali Nasr, keturunan Iran di Amerika dianggap sebagai sarjana kelas dunia di Timur Tengah dan dunia Islam. Selama pemerintahan Obama, ia adalah anggota Komite Kebijakan Luar Negeri Departemen Luar Negeri AS.

Menurutnya, orang Amerika menganggap Soleimani adalah musuh bebuyutan yang membantai tentara Amerika. Menyerang Drone AS yang menyelinap kedalam teritory Iran. Atau mengusir Amerika Serikat keluar dari Irak. Tetapi di mata orang Iran dan Irak, Soleimani memainkan peran penting dalam melawan ISIS. Karena, jika tidak ada Soleimani dan Iran, ISIS telah menguasai Irak.

Salah satu alasan penting mengapa militer AS ditempatkan di Irak adalah untuk melawan ISIS. Selain itu, kekuatan penting lain melawan ISIS adalah Iran. Pada saat kritis ketika ISIS melancarkan serangan besar-besaran ke Irak, Soleimani secara pribadi memimpin pasukan dan menghancurkan serangan ISIS saat itu.

Sebagai contoh pada tahun 2014, setelah ISIS mengambil kendali atas kota Mosul di Irak utara, ISIS mulai menyerang ke Utara wilayah otonomi Kurdi. Pada saat itu, angkatan bersenjata wilayah otonomi Kurdi tidak ada pasukan AS. Untungnya, Soleimani muncul dan mengalahkan pasukan ISIS dengan serangan dua pesawat tempurnya. Sejak saat itu, Penduduk wilayah Otonomi Kurdi baru bisa bebas dari cengkeraman ISIS dan merasa berutang budi pada Soleimani.

Bahkan suatu saat, Soleimani pernah bergandengan tangan dengan musuh lamanya, AS menghadapi ISIS. Pasukan Iran yang dipimpinnya menyerang dari daratan, dan militer AS dengan pasukan udaranya membuka jalan operasi itu.

Jadi, meskipun Soleimani adalah orang yang penuh kontroversi, Amerika menganggapnya sebagai teroris karena menghalangi kepentingan AS di Timur Tengah, namun orang Iran menganggapnya sebagai pahlawan nasional. Sehingga, pengaruhnya sebagai tokoh kunci dalam membentuk Timur Tengah tidak diragukan.

Bisa dibayangkan, dibalik konflik Amerika Iran dengan kematian Soleimani sangat tidak menguntungkan untuk melawan ISIS. ISIS berkemungkinan menjadi pihak yang mendapat keuntungan terbesar Dibalik konflik Amerika Iran.

Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Kematian Soleimani bukan berarti akan melemahkan kekuatan Iran dalam memerangi ISIS dan Amerika.

Majalah The New York Times mengatakan, “Bagi militan ISIS, serangan udara tentara AS terhadap Soleimani adalah “kemenangan satu panah sekalian mendapatkan dua ekor burung”. Artinya, ISIS secara tidak langsung meminjam tangan Amerika untuk menghilangkan saingan mereka, Soleimani yang paling kuat di Timur Tengah.  

Di sisi lain, serangan itu menyebabkan kehebohan di Timur Tengah. Tentara Amerika Serikat diperkirakan tidak dapat menetap di Irak lagi. Ini jelas akan mengalihkan perhatian militer AS dari penghapusan ISIS.

Serangan militer AS, pada saat menghancurkan lawannya (Iran) juga sekaligus menghancurkan diri mereka sendiri. Dua kekuatan yang semulanya bisa menghentikan ISIS. Pada saat semua orang mengutuk kesewenangan Amerika Serikat terhadap Iran, ISIS secara tidak langsung telah diuntungkan.

ISIS dengan semboyan “Negara khalifah”, sebenarnya benteng pertahanan dan teritorial mereka telah berhasil dihancurkan. Sepertinya mereka telah luka parah dan tidak layak untuk dikhawatirkan.

Dibalik konflik Amerika Iran
Siapa yang memperoleh keuntungan terbesar dibalik konflik Amerika Iran (Image: CNN)

Meskipun ISIS telah menderita kehancuran di medan perang, namun mereka masih dapat beroperasi melalui organisasi dan media laten canggih untuk terus menyebarkan Pengaruh internasional mereka. Menurut prediksi pejabat senior pemerintah AS, ada sekitar 15.000 militan ISIS masih aktif di Irak dan Suriah.

Apabila konflik bersenjata Amerika Serikat dan Iran meletus nantinya, kekacauan yang bakalan terjadi akan menjadi sarang hangat bagi pertumbuhan teroris baru. Bagi Amerika Serikat, pengalaman historis telah berulang kali mengajarkan mereka pelajaran ini. Ketika sebuah pemerintahan yang dianggap sebagai “musuh” berhasil diratakan, reaksi berantai yang dibawanya sering kali lebih menyusahkan daripada musuh itu sendiri. Misalnya, pengungsi berskala besar. Atau Lawan saingan baru yang jauh lebih kuat. Bukankah itu yang terjadi di Irak dan Suriah?

Situasi politik internasional hanya dapat digambarkan sebagai “sepotong rambut yang membuat seluruh badan alergi”. Membahas siapa yang benar atau salah, tidak dapat menyelesaikan masalah. Bagaimana cara melihat dengan jelas semua kepentingan yang rumit dibalik jaringan laba-laba adalah yang terpenting.

Just like grandma says, kita Seringkali menggunakan “pemikiran satu titik atau satu garis” untuk melihat masalah. Tetapi situasi nyata dibalik konflik Amerika Iran yang kompleks membutuhkan pemikiran retikulasi. Ketika kita membuat pilihan, kita perlu melihat titik masuk kita berada di garis apa. Garis ini berada di permukaan mana. Dan permukaan ini berada pada peta keseluruhan mana.

Advertisements
Categories: Dibalik konflik Amerika Iran

1 thought on “Dibalik konflik Amerika Iran

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: