Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA

Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA dan menggelar Piala Dunia pertamanya di New York akhir tahun 2019. Pengaruh Game Fortnite tidak hanya di video game atau sektor olahraga saja. Game Fortnite telah memengaruhi tata letak perusahaan-perusahaan Silicon Valley di masa depan. Game Fortnite mobile ini telah menarik perhatian mereka untuk lebih memperhatikan industri Gaming.  

Sebagai contoh, Google mengumumkan platform game bernama “Stadia” di bulan Maret 2018 yang lalu. Pada hari pengumuman, harga saham Nintendo langsung anjlok 3%.

Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA

Tidak hanya itu saja. Di awal tahun ini, CEO Netflix menulis surat untuk para pemegang sahamnya. “Fortnite” adalah tantangan terbesarnya. Pesaing kami yang lebih berbahaya daripada HBO. Atau Disney. Karena “Fortnite” dari Epic Games telah menghisap semakin banyak penonton kami, kata Wilmot Reed Hastings Jr.

“Loh, kok bisa?” 

Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA
Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA (Image: Netflix)

Pesaing and ancaman terbesar bagi Netflix bukan HBO atau Disney, melainkan Game Fortnite Mobile.

Game “Fortnite” adalah video game. Kedua perusahaan ini tidak berada dalam satu bidang. Mengapa bisa “merebut”pengguna Netflix?

Saat ini, Game bukan sekadar Game lagi.Melainkan, telah menjadi suatu media. Media yang menarik banyak penonton. Misalnya,setiap hari dalam perjalanan ke tempat kerja. Di dalam mobil, bus atau Metro atau MRT, kita mungkin membaca berita. Ber-sosialisasi sebentar di WeChat, WA atau Facebook. Ataupun bermain Game.

Para raksasa internet termasuk Netflix,berusaha merebut perhatian netizens. Waktu yang dipakai pengguna. Namanya, “waktu penggunaan layar”.

Pada tahun 2018, pengguna rata-rata menghabiskan 71 menit setiap hari menonton video di Netflix. Sedangkan, fans Games “Fortnite” menghabiskan sekitar 85 menit sehari bermain Game. Waktu yang lebih banyak dibandingkan Netflix. Industri Game bukan hanya tambang emas bagi Raksasa Internet Silicon Valley. Tetapi, juga suatu tantangan besar.

Ada beberapa alasan Perusahaan teknologi Silicon Valley semakin memperhatikan bisnis Game. Yaitu, model bisnis “Paid Subscription” atau “berlangganan berbayar”. Yang merupakan titik pertumbuhan yang sangat besar.

Sebagai contohnya, Apple. Apple merilis layanan berlangganan Game “Apple Arcade” pada musim semi tahun ini. Karena, penjualan Hardware Apple telah menurun drastis. Sebaliknya, pendapatan berlangganannya masih terus meningkat.

Pada kuartal pertama 2019, penjualan iPhone turun drastis 15% dibanding tahun lalu. Alasannya, daya tarik perangkat keras Apple tidak sebagus dulu. Atau singkatnya, daya inovasi Apple menurun sejak meninggalnya Steve jobs. Apple sendiri sadar akan hal ini. Makanya, Pada konferensi pers musim semi lalu, Apple tidak merilis produk perangkat keras apapun. Sebaliknya, menekankan layanan berlangganan yang berkinerja sangat baik.

Bulan lalu, pengguna berbayar Apple Music telah mencapai 60 juta orang. Meningkat 4 juta dalam setengah tahun. Tingkat pertumbuhan yang sangat luar biasa.  Di AS, pengguna yang membayar Apple Music bahkan melampaui streaming music, Spotify.

Namun, apabila dibandingkan dengan langganan berbayar musik atau video, langganan berbayar Game barulah “Tambang Emas aslinya”. Kemampuan membayar pengguna Game sangat luar biasa.

Ambil contoh, “Fortnite”. Walaupun, free download, tetapi hampir 70% pengguna menghabiskan uang untuk Game. Seperti membeli peralatan senjata maupun pakaian untuk karakter Game. Lebih menariknya lagi, banyak pengguna pertama kali membayar untuk Fortnite. Rata-rata per orang $84.

Pada tahun 2018, total pasar industri Game Global mencapai $140 Miliar. Sebaliknya, total pasar industry Film secara global baru mencapai $96,8 miliar. Apple telah melihat potensi pengguna dalam membayar Game. Sehingga, Apple semakin meningkatkan investasinya di bidang Game. 

Belakangan ini, Apple telah menawarkan jutaan dolar uang muka kepada para Games Developers. Demi memastikan mereka dapat menyediakan konten eksklusif untuk platform Apple Arcade.

“Sebenarnya, industri game bukanlah hal baru. Lalu, mengapa teknologi raksasa semua terkonsentrasi pada tahun ini? Lebih memperhatikan bidang ini?”

Mereka bukan hanya ingin mengambil bagian, tetapi juga menjadi “spoiler”.   Membentuk kembali bisnis dan ekosistem seluruh industry Game. Dengan senjata rahasianya, kekuatan“Cloud Computing atau komputasi awan” yang sangat kuat.

Bayangkan, Jika Anda adalah seorang Gamer. Jika ingin memainkan Game Console, Game harus terhubung ke layar TV. Harus Dimainkan dengan pegangan. Anda harus membeli peralatan Console Game dulu. Seperti Microsoft, Sony, maupun Nintendo.

Untuk meyakinkan potensi pengguna membeli perangkat mereka, setiap vendor akan meluncurkan game eksklusif di platform mereka. Misalnya, Game “The Legend of Zelda: Breath of the Wild” yang hanya tersedia di Switch Nintendo. Pengguna harus membeli peralatan Nintendo jika ingin bermain Game ini.

Google meluncurkan platform Game “Stadia”tahun ini. Platform Game tanpa  perlu membeli konsol game apapun.

Google memiliki teknologi komputasi awan yang sangat kuat. Memungkinkan data Game diproses secara langsung di cloud. Dengan kata lain, kita dapat memakai layar TV, komputer, maupun ponsel untuk memainkan game ini di online. Dan, jika ada masalah mengharuskan kita keluar rumah, kita masih dapat meneruskan permainan di ponsel dijalanan.

Platform “Stadia” akan membuat terobosan dalam bermain game. “Fortnite” saat ini hanya dapat dimainkan 100 orang per game. Bukan karena desain, tetapi karena Masalah transmisi data.

Jika semua data Game pengguna diproses diserver cloud, ada kemungkinan sebuah game dapat menampung ribuan pemain pergame. Stadia adalah terobosan dan ancaman terbesar konsol game. Karena pemain dapat bermain game dimana saja. Atau kapan saja dimana mereka berada. Tanpa harus terbatas pada peralatan konsol game. Di layar TV.

Just like grandma says, Download Game Fortnite yang sama penting dengan Live NBA ini. Tahun 2019 merupakan tahun di mana Raksasa teknologi mengerahkan kekuatan di bidang Game.

Karena Godaan kepentingan komersial. Raksasa teknologi ingin menggunakan “model berlangganan” untuk membawa pertumbuhan pendapatan baru. Langganan game adalah tambang emas. Memberikan raksasa teknologi kekuatan untuk membangun platform Game yang lebih besar.

Lapisan lainnya, Teknologi cloud computing yang sangat matang. Membuat Game menjadi semacam pengalaman yang bisa terjadi kapan saja. Atau di mana saja. Di layar apa saja. Platform cloud game telah mengambil keuntungan dari tren. Misalnya, dampak keluhan dari Netflix.

Dalam pertumbuhan generasi muda saat ini, mereka menganggap game sebagai konten hiburan yang setara dengan buku, film, dan drama TV. Di masa depan, identitas Gamer mungkin tidak akan ada lagi. Sama seperti sekarang, orang yang menonton TV tidak akan disebut pemirsa TV lagi. Karena menonton TV adalah sesuatu yang akan dilakukan setiap orang.

Perusahaan teknologi Raksasa seperti Google, Apple dan Tencent akan mendorong game ke arah ini. Bagi Netflix, pesaing sebenarnya bukan lagi sekadar platform tradisional kayak Disney. HBO. Yang selalu mendominasi waktu TV dan video kita. Perusahaan teknologi selanjutnya akan membawa Game ke sektor visi publik.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.