Ekologi ikan hiu dan ikan paus

Ekologi ikan hiu dan ikan paus selalu menarik perhatian saya Sejak kecil. Demikian pula, Saya selalu tertarik untuk Mengamati ekologi hubungan manusia dengan alam atau lingkungan. Kata “Eco” berasal dari bahasa Yunani kuno, yang berarti rumah atau lingkungan.

Sederhananya, ekologi mengacu pada keadaan semua makhluk hidup. Dan hubungannya dengan lingkungan. Saat ini, ekologi telah merambah ke berbagai bidang. Istilah “ekologi” juga semakin luas. “Ekologi” bisa didefinisikan tentang banyak hal yang indah. Seperti sehat, indah, harmonis dan sebagainya. Tentu saja, latar belakang dan budaya yang berbeda akan memiliki definisi “ekologi” yang berbeda.

Ekologi ikan hiu dan ikan paus

Dunia yang beraneka ragam membutuhkan budaya yang beragam juga. Seperti halnya keanekaragaman spesies yang didukung oleh “ekologi” alam, untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Ibarat Ekologi ikan hiu dan ikan paus.

Kali ini, hubungan ekologi yang saya maksudkan adalah hubungan dinamika internasional antara dua raksasa di dunia ini. Amerika Serikat dengan China. Jika yang terlihat cuma perang dagang China-AS, atau bagaimana Amerika memprovokasi masalah keamanan di jalur Laut CHina Selatan. Berarti anda hanya melihat cabang pohon. Tetapi, bila anda dapat melihat titik balik dalam hubungan AS-China, berarti anda telah dapat melihat pohon secara keseluruhan.

Karena wawasan Anda, baru dapat benar-benar memahami faktor politik dalam negeri yang mempengaruhi kebijakan politik luar negeri antar dua adidaya. Faktor antara mereka yang ingin turun dari bus, dan mereka yang terjepit ke dalam bus.

Saya selalu mengumpamakan hubungan Cina-AS sebagai hubungan antara ekologi ikan hiu dan ikan paus. Memang, Akan lebih banyak perbedaan dan konflik antara Cina dan Amerika Serikat di masa depan. Dan banyak orang mudah melihat momentum konfrontasi yang serius antara Cina dan Amerika Serikat.

China dan AS bukan dua perusahaan yang saling bersaing. Melainkan, dua spesies yang berbeda. Ekosistem tempat mereka hidup dan tinggal jauh lebih rumit.

Dahulu kala, ada ikan hiu raksasa. Namanya, Megalodon. Seperti yang ditayangkan dalam film hollywood di liburan musim panas tahun lalu. Yang dibintangi oleh Jason Statham dan Li Bing Bing. Meg raksasa ini sekitar tiga kali lipat dari hiu putih. Makanan kesukaan Meg adalah ikan paus kecil. Tetapi, Ketika ikan paus kecil bertumbuh besar, ia berevolusi menjadi paus raksasa. Sehingga, Sulit bagi Meg menangkap ikan paus kecil lagi. Kurangnya makanan membuat Megalodon yang dulunya kuat dan hebat, menjadi punah.

Dari cerita diatas, memberikan saya beberapa inspirasi. Pertama, meskipun ikan paus dan ikan hiu adalah raksasa adidaya di lautan, mereka sebenarnya adalah dua spesies yang sama sekali berbeda. Ikan Hiu adalah ikan tulang rawan. Dan ikan paus adalah binatang mamalia. Meskipun morfologi mereka serupa, karena berada di lingkungan yang sama. Yang disebut “evolusi konvergensi” dalam biologi.

Ikan Hiu tidak bisa berubah menjadi ikan paus. Dan ikan paus tidak bisa berubah menjadi hiu. Sama sepertinya, karakter suatu negara ditentukan oleh sejarah dan budayanya. Meskipun Cina dan Amerika Serikat adalah dua ekonomi terbesar di dunia. Cina tidak akan menjadi AS. Sama seperti Amerika Serikat tidak bisa menjadi Cina. Ini adalah kenyataan.

Inspirasi kedua, setiap spesies akan berevolusi terus-menerus. Sesuai dengan perubahan lingkungan eksternal. Yang pandai beradapsi akan bertahan. Menjadi kuat dan menang.

Kepunahan Megalodon, bukan karena ikan paus tumbuh lebih besar dan cepat. Tetapi karena tidak beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Jika kekuatan Amerika Serikat menurun, masalah utamanya terletak pada orang Amerika Serikat sendiri. Demikian pula, jika perekonomian China tidak berhasil mencapai kenaikannya, masalah utama juga ada di Cina sendiri. Dan tidak ada yang bisa disalahkan.

Inspirasi ketiga, spesies teratas dalam ekosistem sulit untuk saling memusnahkan. Saat ini, paus dan hiu hidup berdampingan. Seganas apapun Hiu putih, tidak dapat memusnahkan ikan paus. Walau mereka hanyalah paus biru yang sangat jinak.

Oleh karena itu, kekuatan negara raksasa ini, pada akhirnya akan mencapai keseimbangan. Tentu saja, keseimbangan ini datang dari perjuangan keras. Persaingan antara dua adidaya Amerika Serikat-China bisa diibaratkan, Seperti kutipan teori The Red Queen hypothesis yang dinamai Lewis Carrol dalam karakternya “Alice in wonderland”.

“My dear, here we must run as fast as we can, just to stay in place. And if you wish to go anywhere, you must run twice as fast as that.”

Singkatnya, untuk bisa berkompetitif dan bertahan hidup, anda harus terus berlari untuk mempertahankan kedudukan dan kekuatan yang sama seperti sekarang.

Untuk mendorong analogi ini lebih jauh, supaya Paus dan hiu, atau singa dan gajah dapat membentuk keseimbangan ekologis, perlu prasyarat apa? Apa Tantangan bersama mereka? yaitu tekanan besar untuk mempertahankan hidup di laut, atau di dataran padang rumput.

Lalu, apa tantangan yang akan dihadapi Cina dan Amerika Serikat di masa depan?

Martin Wolf, wartawan inggris, penulis dunia, dan redaktur komentator ekonomi di financial times bergurau, “Hanya ketika alien Mars menyerbu bumi, Cina dan Amerika Serikat baru bisa bersatu dan bekerja sama.”

Hanya ketika Cina dan Amerika Serikat menghadapi tantangan bersama, mereka baru memiliki dasar yang kuat untuk kolaborasi. Tantangan ini harus datang dari luar ras manusia. Dan harus cukup besar. Sehingga mereka perlu bergabung untuk mengatasinya.

Resiko geopolitik sulit menjadi tantangan bersama. Misalnya, tantangan suatu rezim atau organisasi teroris baik dari Asia Timur, Laut Cina Selatan, atau di Timur Tengah maupun Afrika. Tidak memungkinkan ada lawan yang cukup kuat untuk menyatukan mereka berdua.

Atau masalah Perubahan iklim? Yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia, termasuk Cina dan Amerika Serikat. Namun, tantangan ini tampaknya masih jauh, dengan kontroversi yang terlalu sengit. Masih belum ada konsensus. Dan sulit untuk memobilisasi kekuatan politik antar dua negara.

Jadi, menurut saya, tantangan yang paling memungkinkan adalah masalah AI. Kecerdasan buatan.

Dalam sejarah umat manusia, dampak revolusi AI dan revolusi industri membawa dampak skala besar. Seperti yang dikatakan Karl Marx: “Semua tingkatan dan hal-hal yang tetap akan hilang.” Tetapi pada akhirnya, kita akan keluar dari “lembah kematian”. Memasuki keseimbangan baru. Dan akan membawa kekayaan bagi seluruh masyarakat.

Selama periode transisi ini, sebelumnya telah terjadi pergerakan buruh. Krisis ekonomi. Dua kali perang dunia. Reshuffle. Dan eliminasi rezim demi rezim. Yang telah membawa kepedihan transformasional yang luar biasa pada semua negara.

Demikian pula, kecerdasan buatan akan membawa lompatan besar dalam produktivitas. Membawa dampak sejumlah besar pekerja kehilangan pekerjaan dalam sesaat. Menurut laporan McKinsey, mungkin ada 400 juta pekerjaan di masa depan yang akan digantikan oleh AI. AI memang akan membawa peluang dan kekayaan. Tetapi manfaat kemajuan teknologi ini akan lebih banyak mengalir ke dompet minoritas. Dan kebanyakan orang tidak akan kebagian.

Kita tidak bisa mengtransformasi tenaga kerja dalam waktu singkat. Atau meminta satu generasi untuk berkorban demi pengadopsian teknologi ini. Jika kita dapat melintasi tantangan “Lembah AI” ini, maka kita akan dapat mencapai puncak gunung yang lebih tinggi. Dan melihat prospek yang lebih indah. Sebaliknya, “lembah AI” ini akan menjadi “Lembah Kematian” .

Saat ini, Amerika Serikat dan Cina telah bersama-sama berdiri di garis paling awal. Ketika berhadapan dengan tantangan AI. Karena sama-sama kurang pengalaman.

Sistem ekonomi AS terlalu banyak mengejar kepentingan jangka pendek. Terlalu mementingkan kepentingan pemegang saham. Dan orang awam sulit berkesempatan untuk berbagi hasil ekonomi. Hal ini membawa kesenjangan pendapatan yang menonjol.

Sistem politiknya terlalu mengutamakan pandangan kaum elit. Terlalu liberal. Sulit bagi orang biasa untuk mengekspresikan suara mereka. Semua kekurangan ini mempersulit Amerika Serikat untuk menghadapi tantangan AI.

Cina juga menghadapi tantangan teknologi baru di masa depan. Sekelompok orang Cina yang terjepit dalam mobil (yang lahir tahun 1960-70an) memang telah menikmati manfaat kemajuan teknologi. Tetapi mereka juga mudah mengabaikan risiko kemajuan teknologi.

Pada akhir tahun 2018, peristiwa pengeditan genetik di Cina, yang melahirkan bayi kembar yang bisa melawan penyakit aids. Telah menjadi alarm bagi dunia. Penyalahgunaan data besar akan mempengaruhi masalah privasi. Dan keamanan publik. Kecerdasan buatan dapat mempercepat polarisasi antara si kaya dan si miskin di Cina. Bangkitnya teknologi baru akan menghancurkan sejumlah industri lama. Bisnis model yang dipimpin oleh kapital akan menghadapi pengujian masalah moral atau etika.

Jika kita tidak menyelesaikan masalah ini, walaupun Cina akan menjadi negara yang merealisasikan teknologi AI paling awal. Yang berarti Cina akan menjadi tempat uji coba bagi AI. Dan tentu saja, tidak ada yang bersedia menjadi kelinci percobaan. Atau yang makan kepiting duluan.

Jadi, Tidak peduli suka atau tidak, manusia pada akhirnya akan memasuki komunitas AI. Apakah komunitas AI ini berdasar baik atau jahat, Apakah suatu kabar baik bagi umat manusia, atau akhir dari umat manusia. Ini bukan cerita sains fiksi. Ini adalah tantangan yang mungkin dihadapi dalam masa hidup kita.

Tantangan ini membutuhkan upaya bersama dari Cina, Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Apa risiko yang paling mungkin terjadi di masa depan? Bagaimana cara menilai risiko ini? Apa yang perlu dilakukan pemerintah? Apa yang harus dilakukan perusahaan? Apa batas yang tidak boleh kita sentuh?

Kalau Anda masih ingat serial TV “Game of Thrones” tentang “the winter is coming” atau Musim dingin telah tiba”

Kalimat ini sebenarnya menjelaskan situasi internasional saat ini. Kita telah memasuki musim dingin. Ancaman terbesar datang dari Tembok Besar Utara. Tetapi bahaya terbesar berasal dari internal. Perebutan kekuasaan dan peperangan antara berbagai negara bagian di dalam Tembok Besar.

Ekologi ikan hiu dan ikan
Ekologi ikan hiu dan ikan paus melukiskan hubungan dinamika internasional AS-China

Just like grandma says, “Ekologi ikan Hiu dan ikan Paus.”

Ikan Paus tidak dapat membunuh hiu. Dan ikan hiu tidak dapat memusnahkan ikan paus. Tetapi, baik ikan paus atau hiu, mereka harus lebih memperhatikan keberlanjutan ekosistem laut. Tempat tinggal di mana mereka berada.

Agar Cina dan Amerika Serikat membentuk keseimbangan ekologis yang stabil, kedua negara ini harus menemukan tantangan yang cukup besar. Yang harus dihadapi dua negara ini. Dan Tantangan ini kemungkinan besar adalah komunitas AI yang akan datang.

Dalam proses pengembangan, revolusi industri telah mengalami proses “lembah kematian”. Jika Cina dan AS termasuk negara lainnya, tidak bisa bergandengan tangan mencari solusi tantangan komunitas AI ini, revolusi AI juga akan mengalami proses “lembah kematian” dari awal hingga akhir. Atau dari weak AI sampai General AI. Singularity.

Cina dan Amerika Serikat saat ini, seperti Inggris dan Prancis pada abad ke-19. Pada waktu itu, mereka saling memblok dan perang dagang. Dimana sebenarnya, perselisihan itu cuma sebuah episode dalam revolusi industri.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.