Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars

Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars lewat Starlink untuk berkomunikasi di Mars di masa depan. Hal ini tertulis dalam Whole Mars Catalog mengenai persyaratan layanan konsumen yang tersembunyi di dalam Starlink beta. Artikel ini berjudul “Governing Laws” berarti SpaceX tidak akan mematuhi hukum internasional diluar Bumi dan Bulan. Tetapi akan mengadopsi prinsip otonomi “berdasarkan itikad baik”. 

Sederhananya, Elon Musk menganggap Mars itu planet yang “bebas”. Dia akan membangun internet satelit berskala besar. Kota Mandiri Mars tidak akan mengakui kekuasaan peraturan hukum di Bumi. Namun, Layanan Starlink di Bumi dan Bulan akan mematuhi Undang-Undang yang ditetapkan oleh California.

Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars

Pada bulan Juni yang lalu, SpaceX telah mengumpulkan pengguna yang tertarik dengan Internet satelit Starlink. Telah ada 700.000 orang yang mendaftar di seluruh Amerika Serikat. Hanya dalam dua bulan. Minggu lalu, seorang pengguna Amerika yang berpartisipasi dalam pengujian internal skala kecil Starlink menerbitkan email undangan resmi kepadanya di Internet.

SpaceX memberi layanan pengujian ini nama yang rada aneh, “Better Than Nothing”. Artinya, “Lebih baik daripada tidak sama sekali.” Tampaknya Elon Musk ingin pengguna beta tertutup pertama menurunkan ekspektasi mereka. Menurut email tersebut, pengujian ini diharapkan dapat mencapai kecepatan transmisi data jaringan antara 50Mbps dan 150Mbps dalam beberapa bulan ke depan.

Penundaan jaringan dikontrol pada 20ms hingga 40ms. Bila Dikonversi dalam Mbps, pengujian “Better than Nothing” ini berkisar antara 400Mbps dan 1200Mbps. Dengan kecepatan maksimum dapat mencapai level puncak gigabit broadband saat ini.

Misalnya, sebagai perbandingan diperlukan waktu 1 jam untuk mengunduh satu film berdefinisi tinggi pada broadband 10M. Bila menggunakan broadband 200M hanya memerlukan 8 Menit. Namun, bila menggunakan Gigabit broadband hanya membutuhkan waktu 16 detik.

Penundaan jaringan 4G saat ini di atas 20ms. Sedangkan, penundaan jaringan teoretis jaringan 5G adalah 1ms. Tapi, menurut SpaceX “terkadang gagal untuk terhubungkan ke Internet.” Sebenarnya, layanan internet Starlink ini tidak gratis. Pengguna harus mengeluarkan US$ 499 untuk membeli antena dan router luar ruangan. Kemudian membayar biaya layanan bulanan sebesar US$ 99.

Beberapa pengguna pernah memposting di Twitter. Mereka bilang antenanya seperti UFO yang disangga. Rutenya mirip geometri polihedral.

Aplikasi pendukung Starlink tersedia di App Store dan Google Play. Pengguna dapat menginstalnya sesuai dengan instruksi pada aplikasi. Starlink mensyaratkan antena luar ruang harus dipasang di tempat terbuka seperti di atas atap. Antena harus menghadap ke arah tanpa halangan. 

Pada bulan Maret 2018, SpaceX mendapatkan persetujuan dari FCC untuk proyek Starlink.

Federal Communications Commission (FCC) adalah badan independen pemerintah Amerika Serikat yang mengatur komunikasi melalui radio, televisi, kabel, satelit, dan kabel di seluruh Amerika Serikat. SpaceX berencana pada tahun 2025 dapat menyebarkan 12.000 satelit dalam 3 jalur orbit.

Pertama, menyebarkan 1.600 satelit di ketinggian 550 km. Kemudian pada Lintasan 1150 km meluncurkan 2800 Ku / Ka band satelit. Terakhir, pada Lintasan 340 km meluncurkan 7500 V-band satelit. 

Menurut SpaceX, jaringan satelit mereka dapat mencapai sebagian besar daerah. Tidak ada halangan sinyal. Tidak seperti BTS elektromagnetik yang dapat diblokir oleh berbagai kendala. Di samping sinyal yang luas, teori jaringan satelit Kecepatannya juga lebih cepat dari jaringan tradisional. 

Di masa mendatang, setiap satelit di jaringan Starlink akan dihubungkan ke empat satelit lainnya dengan laser. Sehingga sinyal dapat dipancarkan dalam ruang hampa dengan kecepatan cahaya. Hampir 50% lebih cepat dari kecepatan serat optik tradisional. Keseluruhan rencana ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 10 miliar. 

Pada bulan Oktober tahun 2019, Elon Musk berhasil mengirim Twitter melalui Starlink, ” Woa, it worked!!” Artinya, Dia telah mampu menyediakan layanan Internet berbasis ruang angkasa. 

Sampai saat ini, SpaceX telah menyelesaikan 16 kali misi peluncuran satelit Starlink. Jumlah satelit yang kini berada di orbit telah mencapai 860 Satelit. Meskipun satelit ini jauh dari cukup untuk menjangkau dunia, namun mereka telah mampu menyediakan layanan jaringan untuk Amerika Serikat bagian Barat Laut. 

Saat ini SpaceX juga bekerja sama dengan organisasi di Negara Bagian Washington di daerah terpencil. SpaceX saat ini mampu memproduksi satelit dengan kecepatan 6 satelit per hari. Dapat menyebarkan konstelasi satelit dengan kecepatan 2-3 batch per bulan. 

Starlink mengatakan pada tahun 2021 akan menjadi pemasaran global. 

Saat ini, biaya operator broadband satelit lain di Amerika Serikat dibagi menjadi beberapa tingkat tarif. Pada umumnya terdapat pembatasan “traffic”. Ambil contoh, paket US Viasat Unlimited Silver 25. Biaya bulanan US$ 100. Batas Bandwidth hanya 25Mbps. Dan  batas data 60GB. 

Slogan Starlink “memungkinkan semua orang di seluruh dunia dapat mengakses Internet”, membuat banyak orang berpikir bahwa ini adalah proyek kesejahteraan publik. Tapi SpaceX, sebagai perusahaan komersial, menjadikan “profit” sebagai prioritas nomor satu. Skenario penggunaan awal Starlink terutama untuk melayani daerah terpencil. Daerah tertinggal dengan kepadatan penduduk yang relatif rendah. 

Karena biaya pemasangan Internet berbasis darat di tempat-tempat ini sangat tinggi. Demikian pula, hanya ada sedikit pengguna. Sehingga, solusi Internet satelit telah menjadi solusi tambahan. 

Menurut perkiraan Wall Street Journal sebelumnya, pada tahun 2025 , pengguna Starlink akan melebihi 40 juta orang. Dengan pendapatan hingga 30 miliar dolar AS. Pada bulan Juni tahun ini, SpaceX mengumumkan kontrak dengan militer AS untuk menggunakan layanan konstelasi satelit Starlink untuk uji komunikasi bagi Angkatan Darat AS.

Angkatan Udara dan Angkatan Darat AS sudah aktif menjajaki aplikasinya. Mungkin ada puluhan ribu satelit yang akan mendukung operasi di masa depan. Dalam sebuah wawancara Elon Musk berkata, “Kami dapat menggunakan pendapatan dari Starlink untuk mendanai proyek pesawat ruang angkasa antar Planet. Titik akhirnya adalah Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars ?

Presiden sekalian merangkap COO SpaceX, Gwynne Shotwell mengatakan Starlink adalah infrastruktur yang dibangun supaya orang-orang dapat berkomunikasi di Mars di masa depan. “Saat kami membawa orang-orang ke Mars, mereka membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain. Oleh karena itu, Saya pikir sangatlah penting membangun jaringan seperti Starlink di sekitar Mars .

Elon Musk juga memiliki program Starship ke Mars dan program luar angkasa berawak komersial. Program Starlink mungkin dapat Dilihat sebagai “infrastruktur” dari dua proyek terakhir. Dengan realisasinya Starlink, impian Elon Musk untuk mengirimkan penduduk bumi ke pariwisata luar angkasa dan penambangan luar angkasa dapat terwujud lebih cepat. 

Elon Musk baru-baru ini mengumumkan bahwa dia lagi mempersiapkan menu program makan dan tidur untuk perjalanan pertamanya ke Mars di tahun 2024. Pesawat luar angkasa berawak itu sekarang menjadi “tugas pertama” SpaceX. Dalam beberapa bulan terakhir, semua karyawan telah diminta untuk mempercepat kemajuannya. 

Tujuan Utama Elon Musk adalah mengirim 1 juta orang untuk hidup di Mars. Dia menetapkan untuk meluncurkan 3 penerbangan sehari. Atau 1.000 penerbangan setahun. Setiap penerbangan membawa 100 orang penumpang. 

Akan Tetapi saat ini, Starlink juga menghadapi beberapa tantangan. Diantaranya, komunitas astronomi mulai mempertanyakan keamanan satelit masif yang memasuki rantai tersebut. Awalnya, SpaceX berencana untuk menyebarkan 12.000 satelit. Namun, menurut International Telecommunication Union ( ITU ), SpaceX berencana untuk menambah 30.000 satelit. 

Sebagai perbandingan, saat ini telah ada 2.000 satelit yang bekerja di orbit Bumi. Menurut Ilmuwan Jonathan McDowell dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics, dari 800 satelit yang diluncurkan Starlink, 3% atau lebih dari 20 satelit telah gagal beroperasi.

Mereka tidak dapat dikendalikan dari bumi, atau bahkan telah mengubah orbitnya. Meskipun tingkat kegagalan 3% adalah normal, namun yang paling menakutkan adalah jumlah peluncuran yang direncanakan Starlink akan mencapai 42.000 satelit.

Menurut tingkat kegagalan seperti ini, jika semua peluncuran diselesaikan akan menghasilkan setidaknya 1.000 satelit mati. Akibatnya, para satelit mati ini akan mengelana di orbit dan akhirnya bertabrakan dengan satelit lain. 

Tapi SpaceX tampaknya bersikeras “untuk menang.” Sejak dimulainya proyek Starlink, SpaceX mendeklarasikan ribuan orbit setiap kali. Prinsip alokasi orbit untuk satelit internasional adalah “Siapa yang datang duluan, Dia yang lebih dulu menggunakannya.” Dengan kata lain, selama deklarasi orbit Starlink berhasil, meskipun satelitnya belum diluncurkan ke langit, pihak lain tidak akan memiliki hak untuk menggunakannya lagi. Proyek yang diumumkan kemudian tidak boleh bertentangan dengan proyek yang diumumkan sebelumnya. 

Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars
Elon Musk mau menjadi Presiden Planet Mars (Image: What if show)

Akibatnya, area orbit rendah hampir akan didominasi dengan orbit satelit Starlink. Ini tidak hanya berarti sumber daya orbit rendah semakin langka, tetapi juga akan semakin sulit untuk proyek serupa menghindari orbit Starlink. Akibat lainnya, mereka juga harus membayar lebih banyak biaya tambahan. 

Just like grandma says, menurut banyak sumber penelitian menunjukkan, Starlink bermaksud Mendominasi sebagian besar saluran Orbit ruang angkasa rendah untuk  mewujudkan monopoli antarbintang dan membangun negara baru di planet Mars. SpaceX Mengatakan Tidak Ada Hukum di Mars, Jadi Mungkin Elon Musk mau Menjadi Presiden Planet Mars.