Fakta kunci pemakzulan Trump

Fakta kunci pemakzulan Trump menjadi perdebatan para konggres AS dalam dua hari terakhir. Mungkin masih banyak netizen belum mengetahui apa itu impeachment atau detail faktual pemakzulan ini. Kasus Trump membuat kita menyadari betapa sulitnya berbicara dengan fakta.

Awal mula pemakzulan dimulai pada bulan Agustus tahun ini. Kongres AS menerima laporan anonim tentang perbincangan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump mengancam presiden Ukraina ini untuk menyelidiki calon Pilpres Partai Demokrat Joe Biden dan putranya. Pembekuan bantuan militer sebagai tekanan pada Ukraina bila mereka tidak membantunya. Insiden perbincangan inilah Fakta kunci pemakzulan Trump sebenarnya.

Fakta kunci pemakzulan Trump

Investigasi impeachment diprakarsai oleh Partai Demokrat. Alasannya, presiden Trump menyalahgunakan kekuasaan dan campur tangan dalam pilpres 2020. Apakah nantinya Trump berhasil dimakzulkan merupakan suatu hal yang menguntungkan Partai Demokrat.

Namun, Partai Demokrat harus menunjukkan bukti kuat dulu.

Gedung Putih telah merilis telepon komunikasi Trump dan Presiden Ukraina. Tentu saja, tidak mengandung informasi apapun tentang penyelidikan calon kandidat Joe Biden. Setelah penyelidikan pemakzulan diluncurkan, juru bicara Gedung Putih mengatakan Trump telah membekukan bantuan militer Ukraina. Alasannya, karena takut dana akan dikorupsi oleh pemerintah Ukraina.

Oleh karena itu, kunci kasus ini apakah pembekuan Trump atas bantuan militer Ukraina merupakan pertukaran untuk keuntungan pribadinya sendiri.

Menurut Konstitusi AS, pemakzulan Presiden tergantung pada apakah ia telah melakukan “pengkhianatan, penyuapan atau kejahatan serius dan pelanggaran lainnya.” Jika Trump berbicara ke Ukraina untuk keuntungan pribadi, maka tindakannya dapat dianggap sebagai suatu penyuapan.

Untuk mengklarifikasi fakta, Kongres AS telah menyelenggarakan lima audiensi dan mengundang serangkaian saksi kunci untuk memberikan kesaksian. Tetapi hanya ada satu kesaksian dari persidangan yang dianggap berpotensial untuk memenuhi pemakzulan Trump. Ini adalah sidang ke-4 pada 20 November. Saksi sidang itu adalah Gordon Sondland. Duta besar AS untuk Uni Eropa. Dia adalah titik kontak utama antara Amerika Serikat dan Ukraina selama insiden ini terjadi.

Sondland mulai bertugas sebagai Dubes AS untuk Uni Eropa pada Juli 2018. Salah satu prioritasnya adalah mempertahankan hubungan AS dengan Ukraina. Jangan mengira Ukraina sebagai negara kecil. Ukraina sangat penting artinya bagi Amerika Serikat. Ukraina merupakan batu loncatan penting bagi AS untuk melawan dan mengekang ekspansi Rusia di Eropa.

Pada bulan April tahun ini, Presiden baru Ukraina Zelensky terpilih. Sebagai duta besar AS untuk Uni Eropa, Sondland ingin mengatur pertemuan antara Zelensky dan Trump. Inilah awal insiden impeachment.

Kesaksian Sondland sangat panjang. Ada ratusan halaman catatan. Namun, ada beberapa poin yang mungkin kurang menguntungkan Trump. Misalnya Pada 25 Juli 2019, Trump berbicara dengan Presiden Ukraina di telepon. Tetapi Sondland sendiri tidak terlibat dalam telepon saat itu. Dia hanya mendengar bahwa perbincangan tersebut adalah memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Ukraina. Tidak tahu detail selanjutnya.

Pada bulan Juli, Sondland mengetahui bahwa Gedung Putih telah membekukan bantuan militer ke Ukraina. Dia menentang tindakan pembekuan. Tetapi tidak tahu mengapa  dibekukan. Tetapi ketika dia melirik kembali ke seluruh insiden, dia percaya pembekuan bantuan militer mungkin bagian dari pertukaran kepentingan pribadi Trump.

Suatu hari ketika Sondland ingin mengatur pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina. Gedung Putih mengajukan persyaratan yang jelas. Syaratnya pemerintah Ukraina harus mengumumkan kepada publik bahwa mereka akan berpartisipasi dalam kampanye anti-korupsi.

Ini memang bukan suatu masalah. Karena masalah korupsi di Ukraina memang sangat serius. Korupsi telah mempengaruhi kesediaan perusahaan-perusahaan Barat untuk berinvestasi di Ukraina. Terutama perusahaan AS untuk mengekang Rusia. Karena itu, Gedung Putih mengusulkan kondisi ini sebagai pertukaran penting tingkat kepentingan nasional.

Tetapi menariknya, Sondland mengatakan permintaan tersebut tidak dibuat secara langsung oleh Trump. Melainkan oleh pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani dan Sondland.

Yah Ini memang agak aneh. Kerjasama antara negara adalah urusan luar negeri. Yang harus ditangani oleh Departemen Luar Negeri. Tetapi mengapa ditangani oleh pengacara pribadi Trump. Tetapi, Trump secara khusus menunjuk Sondland dengan pengacara pribadinya untuk menangani masalah ini. Rudy Giuliani, ibaratnya orang terpercaya Trump.

Pengacara pribadi Trump ini mengatakan kepada Sondland bahwa Trump memberikan perhatian khusus pada dua masalah anti korupsi. Pertama, apakah Ukraina ikut campur dalam pemilihan presiden AS di tahun 2016. Kedua, apakah perusahaan gas swasta terbesar Ukraina, Burisma Holdings terlibat kasus korupsi.

Setelah penelitian lebih lanjut, Sondland baru mengetahui ada sesuatu yang istimewa tentang perusahaan gas Burisma. Ternyata putra kandidat Joe Biden adalah direktur dari Burisma Holdings.Tetapi pada saat itu, baik Rudy Giuliani maupun Trump tidak memberitahu lapisan informasi ini kepada Sondland. Jadi Sondland selalu mengira bahwa menyelidiki Burisma adalah murni bisnis-ke-bisnis.

“setelah sekian lama, saya baru menyadari bahwa Giuliani mungkin telah merencanakan agar Ukraina menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya. Atau melibatkan Ukraina secara langsung atau tidak langsung dalam pemilihan presiden AS pada tahun 2020 nanti,” kata Sondland dalam sidang pemakzulan Trump.

Namun, jika kita merenungkan kesaksian ini dengan cermat, kita akan menemukan banyak celah di dalamnya. Pertama, dari awal hingga akhir, semua diskusi tentang kondisi pertemuan dengan Presiden Ukraina berasal dari pengacara pribadi Trump, Giuliani. Bukan Trump sendiri. Ini memberikan Trump sebuah lapisan perlindungan. Sekalipun Giuliani bersalah, masih banyak bukti yang diperlukan untuk membuktikan bahwa Trump adalah dalang di balik semua ini.

Fakta kunci pemakzulan Trump
Fakta kunci pemakzulan Trump (Image: NY post)

Kedua, dari awal hingga akhir Trump tidak pernah berkata, “Sondland, kecuali Ukraina berhasil memenuhi permintaan untuk bla..bla….bla…, Kalau tidak, saya tidak akan memberikan bantuan militer.” Sebagai ganti bantuan militer, itu hanya alasan logis Sondland. Saat ini, masih tidak ada palu nyata untuk hubungan ini.

Ketiga, Sondland sendiri mengakui pertukaran kepentingan antara Trump dan Ukraina adalah dugaannya sendiri. Dalam bahasa Inggris menggunakan “presuming” artinya asumsi atau “menganggap”.

Karena alasan ini, anggota parlemen Republik melancarkan serangan keras terhadap kesaksian Sondland. Dalam persidangan, seorang Republikan berkata kepada Sondland, “Di planet ini, tidak ada yang pernah memberi tahu Anda bahwa Presiden Trump  menghubungkan masalah bantuan militer dan menyelidiki Joe Biden, Betul atau tidak?”

“betul”, jawab Sondland.

Just like grandma says, Fakta kunci pemakzulan Trump dalam sejarah Amerika Serikat, pernah tercatat ada tiga presiden yang dimakzulkan juga. Sayangnya, tidak ada satupun yang berhasil. Karena impeachment atau pemakzulan merupakan masalah dukungan partai. Bukan perdebatan tentang fakta.

1 thought on “Fakta kunci pemakzulan Trump

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.