Gambaran Kota Masa depan

Gambaran Kota Masa depan. Masa Depan adalah misteri. Begitu juga dalam hal penataan suatu kota. Tak bisa instan. Kayak bikin kopi. Kota-kota di Indonesia perlu mengejar ketinggalan. Dari Negara-negara lain dalam hal pembangunan. Langkah pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur sangat tepat. Dan pemerintah perlu merancangnya untuk kebutuhan jangka panjang. Yah, Gambaran Kota Masa depan.

Gambaran Kota Masa depan-Mega City

Belum lama ini, Google bekerjasama dengan Kanada. Meluncurkan produk baru. Bukan teknologi Hitam. Tetapi kota cerdas. Kota Masa Depan. Yang akan menjadi contoh teladan dunia. Yang akan dikembangkan oleh perusahaan inovasi perkotaan, Alphabet. Namanya Sidewalks labs. Dan pemerintah Kanada tentunya.

Fase pertama di mulai di Quayside. Area tepi laut baru seluas 12 hektar. Di sebelah tenggara pusat kota Toronto. Berdasarkan teknologi canggih, Google berharap menjelajah masa depan lingkungan dan teknologi perkotaan. Dan kemudian diperluas ke 800hektar seluruh daerah perairan Toronto. Terbesar di Amerika Utara. Tanah perkotaan yang belum dikembangkan. Ini sangat penting bagi Google . dan tentu saja, bagi pengembangan urban masa depan Toronto.

Konsep kota cerdas atau smart city telah ada sejak lama. Terutama yang bergerak di sector komunikasi. Energy. Dan transportasi. Seperti IBM. AT&T. Intel. Yang telah meluncurkan standard dan solusi mereka sendiri. BMW bekerjasama dengan Urban X meluncurkan akselerator inovasi perkotaan. Untuk menyediakan infrastruktur kota cerdas di masa depan.

Mantan walikota New York, Michael Bloomberg mendirikan Urban innovation center semasa jabatannya. Dan terus aktif dalam konferensi dan acara terkait kota cerdas. Walikota ini pernah meluncurkan One NYC Plan. Dan institusi pendidikan untuk inovasi dan teknologi perkotaan khusus kaum muda. Dengan mensponsori Urban Tech Hub. Sebuah kolaborasi antara beberapa institusi yang bertujuan merintis teknologi perkotaan. Ekosistem inovasi wirausaha yang memberikan dukungan dan bantuan untuk bisnis.

Tetapi kadang perencanaan tidak terlaksana secepat perubahan. Karena Banyak pihak berkepentingan didalamnya. Sehingga banyak rintangan dalam pelaksanaan. Semua pihak ingin menjadi penyetel standar industry.

Sidewalk labs telah berinvestasi usd 50juta. Dan setelah fase pertama selesai, Google akan menjadi penyewa utama. Google akan memindahkan lebih dari 300 karyawan untuk kerja ke lokasi baru ini. Termasuk tim perintis AI dan Google Brain, Geoffrey Hinton. Menjadikan seluruh wilayah menjadi kota baru dengan pendapatan dan pertumbuhan tinggi.

Misalnya, Teknologi kendaraan tanpa pengemudi, perlu mendeteksi dan menganalisa lingkungan kompleks permukaan jalan secara real time. Sehingga mobil harus dilengkapi dengan berbagai sensor laser. Dan mesin komputasi yang kuat.

Tetapi dalam pembangunan kota, perlu mempertimbangkan lampu lalu lintas. dengan sensor yang ditanamkan sebagai jaringan penghubung. Dan mengintegrasikan system sinyal lalu lintas dengan system kendaraan tanpa pengemudi sebagai jaringan yang responsive. Yang sangat mengurangi intensitas komputasi seluruh system. Tidak perlu memasang sensor. Ataupun unit aritmatika yang mahal. Dan rumit di setiap mobil. Yang secara fundamental mengatasi masalah kemacetan.

Jaringan sensor yang sama, selain memberikan panduan untuk kendaraan tanpa pengemudi, dapat juga memandu robot distribusi system logistic. Membantu pejalan kaki menemukan posisi dan informasi. Dapat menghemat biaya pengoperasian kota dengan berbagai cara. Inilah pemikiran desain tingkat atas dari perencana.

Privasi dan keamanan data

Sebagai kerajaan besar di dunia maya, dunia bisnis Google tersebar di semua aspek. Dengan keunggulan data yang kuat. Yang merupakan titik terang untuk kota masa depan tersebut.

Pada tingkat macro, konsep Sidewalk Labs menggabungkan lapisan digital dengan lapisan fisik. Lapisan fisik terdiri dari bangunan, mobilitas, public realm, dan infrastruktur.

Konstruksi lapisan digital bergantung pada system sensor. Membangun jaringan data. Yang mendirikan jaringan dimana-mana, dengan konektivitas informasi di seluruh wilayah. Setiap penduduk akan memiliki akun terpisah. Yang telah disahkan untuk menggunakan berbagai layanan kota. Seperti medis, infrastruktur, dan layanan social lainnya. Rumah hemat energy pasif, energy bersih micro grid, yang dikombinasikan dengan regulasi energy aktif dari Alphabet Nest. System pintar pengolahan limbah, dan sebagainya. Untuk mengendalikan emisi karbon dioksida, membuat lingkungan perkotaan lebih hijau dan hemat energy.

Bangunan ini mengadopsi bangunan perakitan modular. Kayu ramah lingkungan baru. Atap fotovoltaik dan tata ruang fungsional perkotaan yang fleksibel. Inovasi kode bangunan, kepemilikan perumahan dan keuangan. Dengan tujuan meningkatkan keterjangkauan penduduk. Keadilan den peningkatan social.

Dalam hal transportasi, Taxibot network dengan sharing robot taxi nya. Bis antar jemput tanpa pengemudi. Dan jalur sepeda yang dapat dipanaskan di musim dingin dengan system sinyal lalu lintas cerdas untuk pejalan kaki. Ataupun robot pengangkut barang. Maupun system transportasi khusus fasilitas saluran pipa bawah tanah.

Ini adalah hasil pemikiran tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan kehidupan masyarakat dalam 10 tahun terakhir.

Sekarang, di setiap jarak tertentu, orang-orang bisa mengakses jaringan nirkabel gratis LinkNYC. Mengakses internet setiap saat.

Meskipun program diatas terlihat sangat baik. Tetapi mereka juga mengandung banyak tantangan dan kekhawatiran.

Dalam sejarah arsitektur dan perencanaan, konsep dan ide serupa telah lama muncul di abad lalu. Dengan kegagalan yang tidak sedikit.

Pada awal abad lalu, Kota Agung Le Corbusier, semua struktur bangunan dasar dihilangkan. Hanya Khusus digunakan untuk pejalan kaki dan ruangan hijau. Ataupun pantai rekreasi.

Dengan semakin berkembangnya sains dan teknologi, konsep ini semakin ditingkatkan. Dan banyak bertepatan dengan ide-ide Google.

Google, sebagai designer tingkat atas, dengan hanya gen teknologinya, apakah akan jatuh kedalam nasib Utopia perkotaan seperti kota agung di atas. Terutama mereka yang di Silicon Valley, yang mengejar supremasi teknologi tinggi. Yang Seringkali terlalu percaya diri tanpa dasar. Bahwa revolusi teknologi mereka akan menyelesaikan semua masalah.

Gambaran Kota Masa depan
Salah satu bentuk mega city kota masa depan

Tetapi sayangnya, kota adalah organisme yang sangat kompleks. Permainan yang sangat komprehensif dalam politik, ekonomi, budaya, maupun seni dan teknologi. Karena teknologi yang kuat belum tentu menjamin kemakmuran suatu kota.

Privasi dan keamanan data adalah sudut kekhawatiran lain. System sensor dimana-mana akan mengaktifkan kota. Berinteraksi dengan orang-orang secara cepat. Mengatasi masalah perkotaan yang kompleks. Tetapi akan juga menjadi jaringan pemantauan dan control privasi orang. Bagaimana melindungi privasi pribadi dan keamanan data akan menjadi masalah yang penting.

Just like my grandma says, akan seperti apakah gambaran kota masa depan Indonesia.

Advertisements
Categories: Gambaran Kota Masa depan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: