Gaya dan keindahan Sains

Menurut sebuah makalah di majalah “People,” Professor Yang Chen Ning sangat mementingkan selera dan gaya. Atau singkatnya, gaya dan keindahan sains. Professor Yang, seorang ahli fisika teori Tiongkok yang sangat terkemuka. Beliau memberikan kontribusi signifikan pada mekanika statistik, teori ukur, dan fisika partikel termasuk fisika benda terkondensasi. Beliau menerima Penghargaan Nobel Fisika di tahun 1957, atas kontribusi tentang kesetaraan nonkonservasi dari interaksi lemah.

Beliau suka menggambarkan karya fisikawan dengan kata-kata seperti kecantikan, keindahan dan keanggunan. Professor Yang membagi pengalamannya waktu mengajar di Universitas Negeri New York Stony Brook. Pernah ada seorang mahasiswa muda berusia 15 tahun ingin memasuki lembaganya.  

Ketika berbicara beberapa saat, Beliau bisa memastikan anak tersebut sangat cerdas. Bahkan dapat menjawab hampir semua pertanyaannya tentang mekanika kuantum.

Mekanika Kuantum

Namun, ada satu pertanyaan Professor Yang tidak dapat dijawab. “Manakah dari masalah mekanika kuantum yang menarik dan luar biasa menurut Anda?”

Professor Yang berkata dalam ingatannya: “Setelah seseorang mempelajari mekanika kuantum, bilamana dia tidak merasa ada sesuatu yang penting di dalamnya, Atau bahkan tidak ada hal yang indah dan luar biasa. Atau juga tidak ada hal yang layak diperdebatkan, maka orang tersebut masih belum benar-benar memahami mekanika kuantum.

Professor Yang menggunakan tiga pelajaran untuk menjelaskan tentang monopole magnetik partikel yang belum ditemukan. Dia menjelaskan: “Jika semua orang hanya ingin cepat sukses, maka semua orang akan selalu mencari topik yang bisa langsung mendatangkan profit. Dan Hal ini tidak akan ada gunanya.

Namun, struktur matematikanya sangat indah. Sangat mencerminkan kesatuan fisika teoritis dan matematika. Hal ini tidak dapat dipelajari di tempat lain.

Gaya dan selera

Just like grandma says, Pandangan Professor Yang tentang seseorang yang berpendidikan Jika ingin mencapai prestasi besar, maka Dia harus memiliki selera yang cukup jelas. Sama seperti halnya dengan ahli sastra, setiap penyair pasti memiliki gayanya sendiri. Termasuk setiap ilmuwan yang juga memiliki gayanya sendiri.

“Prinsip fisika memiliki strukturnya tersendiri.” Struktur ini juga memiliki gaya dan keindahannya tersendiri. Para pakar fisika memiliki perasaan berbeda tentang gaya dan keindahan terhadap struktur ini. Sehingga, setiap pakar akan mengembangkan arah penelitian dan metode penelitiannya yang unik.

Demikian pula halnya, setiap orang perlu memiliki gaya dan seleranya tersendiri

Artinya, ia akan membentuk gayanya tersendiri. Mereka tidak suka mempelajari topik-topik fashion yang lagi Hot. Tetapi lebih berminat meneliti ke arah yang menarik perhatiannya. Karena itu, Professor Yang tidak menyarankan “belajar mati-matian.” Karena Jika Anda tidak tertarik terhadap apa yang Anda telusuri, tetapi masih terus dipaksakan, maka bisa dipastikan Anda akan sulit berhasil.

Advertisements
Categories: Mekanika Kuantum

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: