Advertisements

Generasi Milenial dibalik kesuksesan Disney

FilmAnimasi paling hot dalam liburan musim panas di China, “哪吒”di baca Nezha, atau lebih di kenal sebagai “Nacha” di Indonesia. Dalampenayangan 10 hari telah mencetak prestasi RMB2.3Miliar atau sekitar USD35juta.Melampaui prestasi film Disney “Zootopia” menjadi film animasi pertama terlarisdalam sejarah film Tiongkok.

Banyak analisis mengatakan teknologi produksi animasi yang semakin baik. Mulai menyaingi Hollywood. Seperti special effects yang sudah setara dengan Disney Movies. Tetapi, Yang paling mengesankan saya adalah alur ceritanya yang dirancang dengan baik. Sangat menarik dan penuh humor sepanjang film. Seperti Taiyi, salah satu Dewa kebaikan yang berbicara dengan logat atau dialek Sichuan. Membuat para penonton untuk menahan tidak ketawa.

Dewa Nacha adalah film terlaris dalam sejarah Animasi Tiongkok

Ada jugakomentar bahwa keberhasilan “Nacha” telah diuntungkan dari IP klasikbudaya tradisional China. Seperti “Gatotkaca” nya Indonesia.

Baru-baruini, saya melihat artikel majalah Fortune menganalisis keberhasilan Disney Moviesdan membandingkan keberhasilan animasi Nacha ini. Memberikan saya perspektifbaru tentang kemajuan pencapaian film Animasi Tiongkok.

Disney adalahmaster dalam bermain IP. Disney tahu bagaimana mencari keuntungan dari karakterfavorit penonton. Dalam beberapa tahun terakhir, Disney juga memicu gelombangpenggunaan ulang IP klasik. Membuat ulang kartun klasik menjadi film kehidupannyata. Misalnya “Dumbo” dan “Aladdin.” Atau versi nyata”The Lion King”. Demikian juga, “Mulan” cerita rakyatklasik dari Tiongkok yang akan ditayangkan pada tahun 2020, telah menjadi fokusbisnis Disney saat ini.

MajalahFortune mengulas alasan penggunaan ulang IP klasik adalah: “nostalgia”.  Lebihtepatnya, “nostalgia” generasi milenial, yang memiliki nilaikomersial yang sangat besar.

Dimulaipada tahun 2010, film versi kehidupan nyata Tim Burton dari Alice inWonderland. Box office film dan panen ganda dari mulut ke mulut karenakeberhasilan, membuat Disney merasakan enaknya. Sejak itu, Disney meluncurkanserangkaian film seperti “Sleeping Curse”, “Cinderella”,”Beauty and the Beast” dan “Little Flying Elephant”.

Darikeseluruhan statistik box office, total pendapatan box office global DisneyFilm nyata telah melampaui $ 5,3 miliar. Pembuatan ulang film nyata animasi,dari sudut pandang bisnis, adalah suatu bisnis profit yang besar dan stabil.

“Milenial” adalah nama umum di Eropa dan Amerika Serikat. Yang setara dengan apa yang sering kita sebut “pasca-80-an” dan “pasca-90-an.” Nostalgia generasi milenial adalah rahasia di balik keuntungan besar bagi Disney.

Pada tahun2017, pembuatan ulang film Disney “Beauty and the Beast” ditayangkan.Pada saat itu, kekuatan utama audiensi adalah anak-anak milenial. Yang berusia26 hingga 34 tahun.  Dengan kata lain, sebagian besar orang yang membelitiket untuk film ini adalah kaum milenial atau anak-anak mereka. Anggaran pembuatanfilm sekitar 160 juta dolar AS. Dan box office global terakhir mencapai 1,26miliar dolar AS.

Jadimengapa milenial sangat menyukai film ini?  

Di erapertumbuhan mereka, dari akhir 1980-an hingga 1990-an, film animasi Disneymemasuki Era terbaik. Setiap film yang dirilis selalu berhasil. Seperti,”Beauty and the Beast”, “Aladdin”, “Lion King”dan “Little Mermaid”.

Padamasa itu, generasi milenial masih anak-anak. Film animasi klasik ini menjadikenangan indah dimasa kecil mereka. Sekarang, pembuatan ulang film Disneymemungkinkan mereka menyatukan anak-anak mereka untuk mengenang dan menghidupkankembali cerita yang mereka sukai. Perasaan nostalgia inilah yang telah menjadijaminan kesuksesan box office Disney.

Initerkait dengan munculnya terknologi baru saat itu, yaitu rekaman video. Yang tidakhanya ditampilkan di bioskop, tetapi juga di rumah. Banyak kartun yang dirilis dibioskop juga dirilis dalam kaset video. Memungkinkan generasi milenial menontonfilm klasik ini berulang-ulang di rumah. Menyanyikan lagu-lagu dan menghafal sloganatau perkataan klasik di dalam film. Dengan penayangan berulang-ulang ini,karya-karya klasik ini dicetak dengan jelas dalam ingatan mereka.

Dalamhal ini, Ricky secara pribadi merasakan hal yang sama. Walaupun Ricky bukangenerasi Milenial, tetapi ketika Ricky masih anak-anak, Ricky berulang kali mendengarkankaset cerita yang berhubungan dengan Disney. Seperti kisah Aladdin. SampaiRicky dapat melafalkan dialog sampai sekarang. “Your wish is my command!”

Pembuatanulang film Disney klasik bukan karena mereka kekurangan inovasi. Melainkan, merekasangat mengerti di mana tambang emas itu berada.

“Ekonomi Nostalgia”

Dalam beberapa tahun terakhir, “ekonomi nostalgia” telah menjadi konsep yang sangat panas. Faktanya, tidak hanya industri film dan televisi, tetapi industry Game, fashion, dan FMCG semua mencari cara nostalgia milenial untuk menemukan peluang bisnis.

Beauty and the beast adalah salah satu IP klasik terlaris dari Disney

Metode pertama,me-reproduksi pengalaman masa lalu ke zaman now. Pembuatan ulang film-filmversi nyata Disney adalah contoh terbaik. Mereka menggunakan bintang film terpopulersaat ini dibantu teknologi produksi 3D paling canggih untuk mereproduksikisah-kisah klasik masa lalu. Ini setara dengan mengulangi penayangan waktu itudengan elemen-elemen terbaru. Demikian halnya, “Pokemon Go”. Sebuah gameseluler paling popular beberapa tahun yang lalu. Juga Menggunakan metode ini. Merekamenggunakan smartphone dan teknologi VR untuk membangkitkan kembali pengalamanMillennial mengumpulkan kartu Pokemon di masa kecil.

Carakedua adalah menggunakan desain lama dalam barang-barang baru.  Praktekini sangat populer di industri fashion. Misalnya, barang-barang mewah brandingkelas atas, menggunakan elemen antik, atau vintage elements. Mereka menggunakanperasaan nostalgia ini untuk menciptakan model baru.

Justlike grandma says, Generasi milenial adalah generasi yang menghubungkanmasa lalu dan masa kini. Lingkungan pertumbuhan khusus merekalah yangmelahirkan ekonomi nostalgia saat ini. Generasi Milenial adalah Era yang mudahdibuat klasik. Justru karena perasaan nostalgia generasi ini menjadikan”jendela” peluang bagi para pengusaha bisnis.

Advertisements
Categories: Disney Movies, Film Animasi Terbaik 2019Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: