Advertisements

Goldman Sachs

Oleh: Ricky Suwarno

21 April 2019

Pada tahun 2000, Microsoft adalah perusahaan paling berharga di dunia. Dan hampir dalam semua kompetisi, selalu menang. Bahkan sampai di pengadilan pun hampir tidak pernah kalah. Sehingga semua orang menjadi heran siapa sebenarnya lawan dan kompetitor Microsoft.

Suatu hari, seorang reporter bertanya kepada pendirinya, Bill Gates tentang pertanyaan diatas. Gates berkata” Goldman Sachs.”

Bank investasi yang sama sekali tidak memiliki hubungan bisnis baik langsung maupun tidak langsung dengan dirinya, adalah kompetitornya? Kok bisa? Bill Gates percaya bahwa persaingan antar perusahaan, dan negara pada akhirnya adalah persaingan talenta. Sumber Daya Manusia.

Beberapa saat yang lalu, ketika Microsoft tidak sejaya dulu, seluruh bisnis industri IT pada turun. Tetapi, Goldman Sachs masih tetap kuat.

Saya masih ingat pada saat ketika dunia internet memasuki bubble di tahun 2000, Suatu hari orang dari Goldman Sachs mencari teman baik saya yang pas bekerja di suatu bank investasi terkenal di China. Mereka tertarik dengan stock Google yang ada di tangan mereka.

Saat itu, Google belum masih belum go public. Dan Google sama sekali masih tidak berharga waktu itu. Teman saya bertanya, apanya yang menarik dari Google. Teman Goldman Sachs bilang, seluruh dunia menggunakan layanan Google.

Di antara semua bank investasi, Goldman Sachs adalah yang paling hebat menurut saya. Kualitas personelnya relatif tinggi. Dan sangat professional.

Prinsip merekrut orang di Goldman Sachs agak mirip dengan pendaftaran untuk masuk Harvard. Yang sangat ketat seperti biasanya. Orang dengan kualitas tinggi. Ekstrovert. memiliki kepemimpinan tertentu dan pandai berkomunikasi dengan orang lain.

Orang yang bekerja di Goldman Sachs memiliki latar belakang yang beraneka ragam. Artinya, Goldman Sachs tidak mementingkan jurusan tertentu. Asalkan memiliki pengetahuan dasar tentang keuangan.

Namun, Goldman Sachs sangat mementingkan soft power manusianya. Dan sangat mementingkan cara berpikir seseorang. Dan cara memecahkan masalah.

Misalnya, pertanyaan dan wawancara mereka yang sangat terkenal dikalangan orang finansial, ketika seorang sedang direkrut.

Ada berapa jumlah pesawat terbang di atas langit New York pada setiap saat?

Ini jelas merupakan pertanyaan tentang bagaimana cara kandidat mengumpulkan informasi. Dan kemudian memecahkan masalah. Tentang seberapa tepat jawabannya, sebenarnya bukan masalah. Tentu saja, tidak boleh sembarang menebak juga.

Biasanya, orang dengan sedikit akal sehat pasti tahu bahwa ada tiga bandara internasional di dekat kota New York. Jika dalam setiap tiga menit, ada satu pesawat yang terbang di setiap bandara, dan satu pesawat mendarat pada waktu yang sama, maka bisa diketahui bahwa tiga bandara akan ada dua pesawat yang lepas landas dan mendarat dalam waktu sekitar satu menit.

Seandainya, Kecepatan pesawat sebelum dan sesudah lepas landas dihitung pada 300km per jam, sedangkan diameter kota New York adalah sekitar 30km, yang berarti bahwa dalam 6 menit ada satu pesawat terbang di atas langit New York yang lepas landas dan mendarat. Karena itu, rata-rata ada 2×6 = 12 pesawat di atas New York setiap saat.

Tentu saja, jika interval antara tinggal landas dan mendarat pesawat adalah dua menit, atau empat menit, hasilnya juga akan berbeda. Tetapi ini bukan masalah utama dan tidak akan mempengaruhi hasil wawancara.

Selain itu, dari sumber yang berbeda, bisa menggunakan jalur yang lain untuk menyelesaikan masalah ini.

Misalnya, Bandara John F. Kennedy yang memiliki sekitar 420.000 penerbangan per tahun. Dan seandainya jam sibuk bandara selama 18 jam sehari. Hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan cara yang dipakai sebelumnya. Untuk masalah sejenis ini, Goldman Sachs lebih mementingkan cara logika menyelesaikan masalah, dan bukan pada jawabannya sendiri.

Just like grandma says, Goldman Sachs mengajukan pertanyaan seperti ini Karena untuk mengestimasikan ukuran pasar, atau ukuran pendapatan potensial suatu perusahaan adalah dengan menggunakan proses pengumpulan informasi dan melakukan penalaran logis seperti ini.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, goldman sachsTags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: