Hanya satu pemenang 5G

Hanya satu pemenang 5G Huawei vendor ponsel dari China. Nomor dua terbesar di dunia. Sudah cukup lama tidak akur dengan otoritas Amerika. Dan menjadi jarum menusuk di mata Amerika. Puncaknya, dengan ditangkapnya Sabrina Meng, CFO Huawei atau putrinya Boss besar Huawei Ren Zhengfei.

Di saat perusahaan Cina tumbuh semakin kuat, mereka menghadapi banyak halangan di pasar mancanegara. Terutama dari Amerika dengan hegemoninya. Yang tidak akan membiarkan ada manusia di sudut bumi ini melampaui mereka. Sehingga Huawei dianggap sebagai ancaman. Dan Amerika akan menggunakan segala macam cara untuk mencegah Huawei sebagai pemimpin dalam Teknologi 5G.

Belum lama ini, the New York times dengan artikelnya, in 5G race with China, US pushes Allies to fight Huawei. Dalam persaingan era 5G, Amerika memaksa sekutunya untuk melawan Huawei. Berusaha mencegah Huawei menjadi perusahaan penguasa dunia dalam era 5G. Karena di tangan Amerika, tidak mempunyai kartu yang bisa menandingi. Selain Qualcomm.

Mengapa 5G begitu penting?

Sejak manusia memasuki dunia digital, 5G adalah generasi yang paling menarik sorotan mata dunia. Di bandingkan dengan peningkatan era sebelumnya, transisi ke 5G cendrung ke tahap revolusioner. Yang akan mengubah segalanya. Selain pengunduhan data yang lebih cepat, 5Gjuga menyediakan layanan jaringan untuk sensor. Robot. Autonomous car. Dan kecerdasan buatan lainnya. Yang mengintegrasikan pabrik, situs konstruksi dan bahkan seluruh kota untuk beroperasi lebih cepat. Dan lebih efisiensi.

Hanya satu pemenang 5G

Tahun 2019, adalah awal bangkitnya Revolusi industry 4.0. Drum pembuka adalah 5G. Diikuti oleh internet of things (IoT), kecerdasan buatan AI, mengemudi otonom, dan aplikasi VR.

Jadi sangat jelas, siapa yang menguasai teknologi inti 5G dapat memimpin dunia revolusi industry ke empat. Paling tidak dalam setengah abad mendatang.

Sejak 1 desember 2018, Korea membawa dunia memasuki 5G. membuka persaingan dan revolusi secara global. Diikuti Cina, Amerika, Jepang dan Uni Eropa. Dan tentu saja, Amerika merasa kelabakan.

Tetapi, mengapa Amerika tidak takut terhadap Samsung? Melainkan terhadap Huawei?

Amerika memperingatkan sekutunya dengan operasi mengancam. Untuk berdiri dan memilih pihak ke Amerika. Sehingga adik-adik kecilnya, yang terkenal dengan Aliansi “Lima Mata” (bertugas memata-matai semua kegiatan Negara yang di anggap akan mengancam hegemoni mereka), seperti Inggris. Australia. Kanada. Dan Selandia Baru. Untuk mencegah dan menghentikan perkembangan perusahaan Cina di dunia. Terutama Barat dan Eropa.

Dunia ini sedang memasuki perlombaan senjata baru, dan pemerintahan Trump percaya, hanya boleh ada satu pemenang dalam perlombaan ini.

Bayangkan, di era ketika jaringan computer mengendalikan senjata paling kuat (kecuali senjata nuklir). Negara mana yang mendominasi teknologi 5G akan menguasai keuntungan bidang ekonomi. Intelijen. Dan militer. Untuk sebagian besar abad mendatang. Sehingga Trump hanya memperbolehkan mereka sendiri yang menang.

Secara historis, Amerika telah mendominasi gelombang revolusi informasi pada tahun 1950. Dan menyatakan dunia memasuki era informasi di tahun 1957. Dan merealisasikan industrial informasi di tahun 80an.

Amerika menganggap pembangunan informasi sebagai strategi nasional utama. Dan membangun jaringan interaktif pada tahun 1969. Oleh departemen pertahanan AS. Mereka berhasil menghubungkan dunia melalui satelit dan saluran telpon. Termasuk internet.

Banyak perusahaan gede seperti chip manufaktur, dan system operasi yang berkembang pesat di Amerika Serikat. Yang menyebabkan semua Negara lain di dunia harus menggantungkan diri terhadap perusahaan Amerika.

Industry informasi telah menjadikan Amerika Serikat sebagai pilar utama ekonomi dunia. Termasuk pemain dominan dalam industry informasi global.

Di bidang komunikasi seluler, daya saing Amerika lebih lemah dibanding Eropa. Dan Amerika menyaksikan Eropa akan merebut kue besar ini. Tetapi, yang tidak terpikir oleh amerika, di abad 21, Cina telah mengejar ketinggalannya. Dan berkembang cepat dalam industry informasi. Bahkan sampai tahap melampaui. Ketika banyak Negara di dunia memutuskan untuk menggunakan peralatan telekom Cina untuk membangun jaringan 5G mereka. Amerika Serikat mulai panik.

Hanya satu pemenang 5G
Di mata Amerika Hanya boleh ada satu pemenang 5G yaitu Amerika sendiri (Image:NBC)

Perilaku Amerika dengan segala macam cara menghalangi Huawei, benar-benar untuk keamanan nasional? Atau hanya untuk mencegah Cina memperoleh keunggulan kompetitif?

Seperti yang diungkapkan the New York Times, kekhawatiran Amerika dan sekutu cuma bersifat teoritis. Dan alasan belaka tanpa bukti nyata.

Just like grandma says, peristiwa ini memberikan inspirasi kepada kita bangsa Indonesia. Roda dunia terus berputar. Tidak ada yang abadi di alam semesta ini. Pertama, tujuan akhir dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah untuk memberi manfaat dan kesejahteraan bagi semua umat manusia. Karena kita semua hidup dalam global village ini. Bukannya, harus mengikuti aturan lama seperti Amerika dengan hegemoninya. Yang hanya memperbolehkan penduduk Amerika hidup makmur. Dan mengabaikan manusia Negara lain.

Kedua, tidak ada kekuatan di dunia, yang bisa menghentikan langkah globalisasi Perusahaan Cina ikut memainkan peranan penting dalam kontribusi ekonomi global. Untuk saling menguntungkan satu sama lain. Dengan pembangunan bersama. Amerika dengan unilateralisme dan proteksionisme Hanya satu pemenang 5G bertentangan dengan tren globalisasi. Dan tidak ada masa depan untuk dunia global. Karena dunia bisnis harus saling mengungtungkan. Bukannya untung sendiri.

Ketiga, sebagai Negara berdaulat, kita harus memiliki penilaian dan pendapat sendiri. Bukannya harus mendengar perintah dari suatu Negara tertentu. Karena tidak ada Negara di dunia ini yang bersedia menjadi Negara bawahan orang lain.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.