Advertisements

Harmony vs Fuchsia

Seiring dengan datangnya Jaringan 5G, apakah system operasi Huawei “Hongmeng OS” atau HarmonyOS maupun Google Fuchsia dapat berhasil di Era 5G? Pada awalnya system operasi Harmony khusus dirancang untuk IoT, bukannya menggantikan Android seperti yang terpikir oleh kebanyakan orang. Lalu, Bagaimana halnya dengan Sistem operasi Google “Fuchsia OS” ? Harmony OS vs Fuchsia, bagaimana perkembangan terkini dua system ini?

Status quo Harmony dan Fuchsia

Sederhananya, baik Huawei Harmony OS maupun Google Fuchsia, sistem operasi seperti ini masih belum matang.  Bila kita menganalisis dari segi teknologi, terlepas dari favorit pribadi kita terhadap mereka atau keunggulan mereka hasil dari gorengan media dan sebagainya.

Sebenarnya, Harmony OS diposisikan sebagai alternatif system operasi seluler Android sebelum tahun 2019. Tetapi dalam sistem operasi ponsel yang telah matang hari ini, pasar ini telah jenuh. Sistem operasi seluler lainnya samasekali tidak memiliki kesempatan lagi. Karena system Android cukup matang dan bagus. Ataupun system Apple ios. Sama artinya ketika Windows 3.1 diluncurkan, system operasi lainnya tidak memiliki peluang sama sekali.

Yang Lebih mengerikan dari Windows 3.1 adalah, pada saat desain prosesor ARM secara serempak dikoordinasikan dengan system Android. Sehingga kecocokannya sangat tinggi. Sistem operasi lain yang berjalan pada prosesor ARM tidak dapat mencapai efisiensi setara Android. 

Seperti halnya, Microsoft Windows yang digabungkan dengan prosesor Intel hari ini. Namun, pada awalnya mereka sangat independen satu sama lain. Jadi, jika Harmony OS mau menggantikan Google Android, Huawei memerlukan ekosistem Internet seluler baru. Yang paralel dengan Android saat ini. 

Daripada mengambil jalan yang tidak mungkin berhasil, Huawei lebih baik melakukan keunggulan mereka. Dan membuat seluruh ekosistem bergantung pada Huawei sendiri.

Perangkat iot

Di sisi lain, jika Harmony OS digunakan untuk IoT akan sangat bermasalah. Karena pada awalnya tidak dirancang untuk perangkat IoT.  Walaupun Saat ini, banyak interpretasi yang dimainkan oleh media, bahwa HarmonyOS adalah khusus rancangan untuk IoT. Mumpung lagi menjadi hot topic.

Banyak orang berpikir bahwa Harmony OS menggunakan apa yang disebut microkernel, yang secara teknis pasti lebih maju daripada Android. Ini sebenarnya suatu konsep yang tidak terverifikasi. Yang kurang professional.

Sistem operasi Android dan iOS saat ini didasarkan pada varian Unix yang berbeda. Untuk membuat perangkat keras cocok dengan sistem operasi, sistem operasi memuat driver perangkat keras ke dalam kernel. Kenyataannya, memang lebih efisien. Tetapi masalahnya semua produsen perangkat keras sangat bergantung pada sistem operasi. Suatu perusahaan tidak mungkin menciptakan sesuatu yang baru tersendiri.

Agar adil, Google kemudian membuka system Android. Supaya berbagai produsen perangkat keras dapat berpartisipasi dalam pengembangannya. Dan dapat memasukkan kode mereka sendiri ke dalam sistem operasi Android. 

Dibandingkan dengan Android, Microkernel Huawei sangatlah kecil. Huawei mengeluarkan semua drivers untuk berbagai perangkat keras. Tentu saja, ini membawa beberapa fleksibilitas potensial. Tetapi ada kelemahannya juga. Menciptakan Satu set perangkat yang tidak sesuai dengan “drivers penggerak” perangkat vendor yang lain, tentu saja akan berdampak pada effisiensinya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi, Huawei menghentikan mesin virtual Java yang digunakan dalam platform Android. Dan beralih ke metode kompilasi pada era Microsoft sebelumnya. Hasilnya, memang meningkatkan efisiensi kembali. Tetapi pengembangan perangkat lunak aplikasi telah menjadi sangat merepotkan. 

Propaganda Media

Bandingkan seberapa sulit pengembangan perangkat lunak di era PC. Berapa banyak aplikasi yang tersedia di dunia. Dibandingkan saat ini, betapa mudahnya mengembangkan suatu aplikasi. Sudah Berapa banyak aplikasi seluler yang tersedia. Perbedaan yang sangat jelas.

Banyaknya propaganda media, yang menyebutkan Harmony vs Fuchsia dapat diterapkan di banyak tempat seperti ponsel, IoT, ataupun mobil otonom. Adalah suatu hal yang tidak dapat diandalkan. Karena upaya seperti itu dalam sejarah pengembangan komputer tidak pernah berhasil. 

Ini seperti halnya dengan Microsoft Windows yang tidak dapat kompatibel dengan PC dan perangkat seluler. Huawei perlu melakukan beberapa iterasi untuk melakukan sistem operasi. Seperti Microsoft mulai dari Windows 1.0. Dan memodifikasi solusi teknis beberapa kali. Untungnya, hari ini IoT baru saja dimulai dan baik Google maupun Huawei masih memiliki cukup waktu.

Jaringan 5G adalah kunci dunia memasuki Era IoT, dan Google Fuchsia telah dalam perjalananan menyambut kedatangan Era yang akan mengubah segalanya

Adapun Harmony vs Fuchsia, hanya tersedia untuk sistem operasi IoT Google sendiri. Yang masih belum memenuhi syarat sebagai sistem operasi. Google belum membuat aliansi seperti Android di IoT. Sehingga, Tidak mudah bagi developers aplikasi untuk menerima Fuchsia yang belum sempurna.

Just like grandma says, Secara obyektif, masih terlalu dini untuk membahas tentang sistem operasi IOT hari ini.  Karena keberhasilan atau kegagalan suatu produk, di samping faktor teknis, ada banyak faktor lain yang pada akhirnya akan memainkan peran yang menentukan.  Kegagalan dan keberhasilan.

Advertisements
Categories: Harmony vs Fuchsia

1 thought on “Harmony vs Fuchsia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: