Huawei di blacklist Amerika Serikat

Huawei di blacklist Amerika Serikat. Pada tanggal 17 Mei yang lalu, Huawei secara resmi dimasukkan dalam daftar entitas oleh Departemen Perdagangan AS. Yang melarang perusahaan AS untuk berbisnis dan menjual produk ke Huawei tanpa izin khusus. Termasuk Google yang akan menghentikan sebagian dari kerjasamanya dengan Huawei.

Huawei di blacklist Amerika Serikat

Dalam wawancara pers 3 hari yang lalu, pendiri Huawei Ren zhengfei menjelaskan Plan B atau Ban Cadangannya. Walaupun serangan bertubi-tubi dari Trump, Beliau menekankan Huawei akan tetap terbuka, dan terus belajar dari perusahaan-perusahaan Amerika. Meskipun pemerintah AS kemudian memberikan masa penangguhan 90 hari. 90 hari tersebut tidak ada artinya bagi Huawei. Karena Huawei telah siap. Bagi Huawei, “hal terpenting adalah terus bekerja keras meningkatkan mutu dan kualitas Huawei. Apa yang dilakukan pemerintah AS bukanlah sesuatu yang bisa mereka kendalikan.

Ren zhengfei adalah orang yang sangat tahu berterima kasih. Beliau dilahirkan di masa revolusi Cina. Dan sudah terbiasa dengan hidup susah. Dia menyatakan rasa terima kasihnya kepada perusahaan Amerika. Yang selama 30 tahun terakhir, telah memberikan banyak kontribusi untuk pertumbuhan Huawei. Mereka telah mengajari Huawei cara berjalan dan berinovasi. Sebagian besar konsultan Huawei adalah perusahaan Amerika seperti IBM, McKinsey dan Accenture.

Dan sejumlah besar produsen suku cadang dan perangkat dalam rantai pasokan Huawei berasal dari AS. Dua hari setelah larangan dikeluarkan, para produsen ini berusaha membujuk Trump untuk tetap menjual ke Huawei. Mendengar hal ini, membuat Ren zhengfei menangis.

Beliau bahkan tidak mempunyai keluhan terhadap Google. Google adalah perusahaan yang bagus dan sangat bertanggung jawab. Google juga berusaha meyakinkan Trump untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih menguntungkan dua belah pihak. Huawei di blacklist Amerika Serikat tidak akan membawa keuntungan bagi AS maupun China.

Ren Zhengfei mengimbau media China untuk tidak menyalahi perusahaan-perusahaan Amerika. Karena dalam keadaan kurang jelas, yang terbalas cuma orang-orang dibawah. Tetapi bukan orang-orang tertentu diatas. Media harus memahami bahwa perusahaan-perusahaan Amerika dan Huawei berada dalam nasib yang sama. Mereka semua adalah pemain ekonomi pasar.

Huawei telah mengembangkan dan memproduksi chip sendiri. Jika ada kekurangan pun tidak akan mengakibatkan kesulitan. Huawei akan “selalu membutuhkan chip AS.” “Meskipun biaya chip buatan sendiri mempunyai kualitas yang sama dan jauh lebih murah. Huawei masih mau membeli chip Amerika dengan harga tinggi. Karena Huawei tidak boleh terisolasi dari dunia. Melainkan harus berintegrasi dengan dunia.

Ren Zhengfei mengibaratkan serangan dari pemerintah AS dengan “mandi air dingin.” Pada saat ini, “yang paling penting adalah bersikap tenang. Karena dengan Darah mendidih, atau slogan dimana-mana, tetapi akhirnya tidak bisa bertarung. Yang paling penting adalah bisa memenangkan peperangan.

Filosofi ban cadangan Huawei berasal dari penindasan berturut-turut dari pemerintah AS. Karena telah sering dipukul, menjadikan Huawei selalu merasa ada krisis. Artinya, kesinambungan bisnis dan “ban cadangan” adalah konsisten. Ban cadangan dapat memastikan ketika mobil mogok, mobil masih tetap bisa berjalan dengan ban cadangan. Apalagi, ban serep juga bisa melatih keuletan tim.

“Ban cadangan terbesar di dunia adalah bom atom.” Setelah Perang Dunia Kedua, bom atom tidak pernah digunakan lagi. Di Cina, banyak pejabat penting memiliki dua latar belakang. Karena sejarah membuktikan “teknologi sendiri dapat diandalkan dan berkemampuan mengatasi masalah.”

Yang namanya “ban cadangan” itu harus bermanfaat. Karena ban serep dirancang dalam kombinasi dengan solusi perusahaan, misalnya ponsel Huawei. Telepon seluler Huawei mengalami kemajuan sangat cepat, karena ia mendapat manfaat dari ban cadangan strategis. Karena ban cadangan strategis yang dibuat oleh jaringan tidak berguna, lalu diserahkan ke bagian terminal. Dan ternyata sangat bermanfaat. Dan diiterasi setiap tiga bulan sekali.

Misalnya, teknologi kamera pada ponsel P30. Gambar saat ini bukan diambil lewat foto biasa. Melainkan dihitung secara matematis. Ponsel Huawei, masuk melalui lensa titik fotosensitif. Secara matematika terurai menjadi puluhan juta lensa visual. Dan kemudian dikembalikan lagi menjadi foto. Teknik matematika dan fisika yang membuat foto berkualitas tinggi, adalah hasil dari investasi berkelanjutan Huawei.

Pemikiran strategis Huawei adalah bukan menjadi suatu keluarga yang kesepian. Tetapi dengan teman-teman di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada masa-masa awal, Huawei memberikan hasil riset dan pengalaman pengembangan chip kepada pemasok. Huawei tidak memproduksinya sendiri. Melainkan dikasihkan ke pihak ketiga untuk diproduksi. “Ban cadangan, ban cadangan, kalau bannya tidak rusak, mengapa perlu menggunakannya?”

Artinya, Huawei bersedia membina pemasok untuk menghasilkan keuntungan bersama. Berbisnis bersama. Berbisnis sambil berteman. Inilah salah satu faktor yang membuat saya kagum terhadap Huawei. Bukannya, memonopoli semua bisnis.

Sebenarnya, pendiri Huawei yang berumur 75 tahun ini pernah berpikir untuk menjual ke perusahaan AS. Ketika Huawei di blacklist Amerika Serikat, beliau telah meramalkan bahwa suatu saat pasti “ada konflik dengan AS cepat atau lambat.”

Huawei di blacklist Amerika Serikat
Huawei di blacklist Amerika Serikat karena produk kualitasnya jauh lebih baik daripada AS

Oleh karena itu, pada awal tahun 2000, Huawei telah bersiap untuk menjual perusahaan kepada perusahaan AS senilai 10 miliar dolar. Lalu, mengenakan “topi koboi”. Dan kemudian, “sekelompok orang Cina mengenakan topi koboi Amerika mendominasi pasar dunia.”

Pada saat itu, kontrak telah ditandatangani. Semua prosedur sudah selesai dijalani. Tinggal menunggu persetujuan dari dewan direksi. Semua tim negosiator di hotel telah mempersiapkan baju berwarna warni. Berlomba lari di pantai. Bermain tenis meja. Dan menunggu persetujuan. Namun, dalam prosesnya, Dewan direksi perusahaan ini tiba-tiba berubah. Dan direktur barunya menolak akuisisi.

Just like grandma says, setelah transaksi gagal, Ren Zhengfei bersepakat dengan anak-anak muda timnya untuk tidak menjual Huawei lagi. Dan dengan suara berat mengatakan suatu saat, cepat atau lambat kita akan berhadapan dengan AS. Maka kita harus mempersiapkan segalanya untuk “Tit for tat” dengan Paman Sam. Mungkin, Huawei telah ditakdirkan Tuhan untuk menciptakan kekuatan multipolarisasi dunia, bukannya monopoli oleh AS sendiri.

Advertisements
Categories: Huawei di blacklist Amerika SerikatTags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: