Huawei menjual teknologi 5G

Huawei menjual teknologi 5G mulai bermunculan di media halaman pertama di China. Proposal tersebut diusulkan minggu lalu. Membuat banyak orang menyengat dagunya. Huawei bersedia mempertimbangkan untuk menjual teknologi 5Gnya ke perusahaan Barat demi menciptakan lawan pesaing untuk teknologi 5G. Apa tidak salah dengar? Atau hoax?

Kepercayaan adalah kunci paling penting untuk memecahkan berbagai gesekan dalam perdagangan. Huawei telah melakukan berbagai upaya untuk membangun kepercayaan Dunia. Dan dengan penuh keyakinan diri mengatasi segala tuduhan Trump yang tidak ada buktinya.

Huawei menjual teknologi 5G

Berita ini awalnya berasal dari kolumnis Thomas Friedman, penulis buku terkenal “The World Is Flat” beberapa tahun lalu. Pada saat ia berpartisipasi dalam Forum Pembangunan China pada tanggal 6 September. 4 hari kemudian, dia mengunjungi markas besar Huawei dan mewawancarai pendirinya, Ren Zhengfei.

Pada bulan Mei tahun ini, Departemen Perdagangan AS memasukkan Huawei dan 70 anak perusahaannya dalam “daftar entitas”. Yang berarti begitu daftar tersebut berlaku, dan tanpa persetujuan, perusahaan-perusahaan AS tidak boleh melayani atau menjual segala perangkat keras dan lunak termasuk chip kepada Huawei.

Akibatnya, sistem Android Google tidak akan tersedia dalam ponsel Huawei. Sistem Microsoft Windows tidak dapat digunakan dalam komputer Huawei. Chip Intel tidak dapat mendukung jaringan 5G Huawei.

Ibaratnya setara dengan Pemerintah Beijing mengatakan, “Hey, Apple, mulai sekarang Anda tidak boleh memanufaktur dan menjual ponsel Anda lagi di China.

Pemerintah AS bisa semaunya menekan anak buahnya Jerman, Inggris, Perancis dan Jepang melarang menggunakan peralatan 5G Huawei. Untuk mengatasi masalah ini, Huawei mengusulkan untuk menandatangani perjanjian “tidak ada pintu belakang” dengan Inggris, Jerman, India dan sekutu AS lainnya. Sebaliknya, apakah perusahaan AS seperti Google, Facebook, Apple atau Microsoft yang terekspos memonitor dan mencuri data pengguna dunia berani dan berbuat hal yang sama seperti Huawei.  

Huawei bersedia menjual chip 5G untuk Apple. Dan membantu Apple mengembangkan smartphone 5G supaya bisa menyaingi Huawei. Selain itu, Huawei juga meningkatkan investasinya di lembaga pendidikan internasional. Saat ini, investasi tahunannya telah mencapai 300 juta dolar AS. 80% di antaranya diinvestasikan dalam riset ilmiah dasar.

Dibandingkan dengan langkah-langkah tersebut, penjualan teknologi 5G dapat dikatakan sebagai ide paling gila dan berani yang diajukan oleh Huawei.

Ren Zhengfei menyarankan jika Huawei tidak dapat memperoleh kepercayaan dari pemerintah AS supaya Huawei boleh menginstal segala peralatan 5G di Amerika Serikat, maka Huawei siap mengotorisasi seluruh platform 5G Huawei. Maksudnya, setiap perusahaan internasional yang ingin memproduksi, menginstal, dan mengoperasikan teknologi 5G Huawei akan sepenuhnya independen dari Huawei. Perusahaan yang telah memperoleh teknologi Huawei dapat memodifikasi kode teknologinya untuk memenuhi kebutuhan keamanan dalam negaranya masing-masing.

Suatu proposal yang sangat berani

Tentu saja, Huawei akan terus melanjutkan bisnis teknologi 5G. Huawei hanya bermaksud menciptakan pesaing untuk dirinya sendiri. Dan menghindari kecurigaan membentuk monopoli Dunia di bidang 5G. Suatu pikiran yang cukup gila memang. Semua perusahaan AS dan dunia berusaha membentuk monopoli dan memblokir pesaingnya. Namun sebaliknya, Huawei bermaksud menciptakan pesaing 5G yang setara dengan kekuatannya.

Majalah AS The Economist bertanya kepada Ren Zhengfei, kepada siapa teknologi ini akan ditransfer?  Perusahaan mana yang dipertimbangkan? berapa harga teknologi transfer ini? Tentang pertanyaan, apakah Huawei akan menjual ke perusahaan AS, perusahaan Eropa atau Jepang? Ren Zhengfei menjawab tergantung pada seberapa besar skala pasar dominasi perusahaan tersebut. Jika perusahaan tersebut hanya menempati pasaran kecil, penjualan 5G Huawei tidak akan ada artinya.

Menurut Saya, Setelah melihat perbandingan wawancara Thomas Friedman dan The Economist dengan Ren Zhengfei, ini hanya pernyataan ramah Huawei. Ini bukan rencananya  yang sebenarnya.

Namun ada beberapa pakar yang melihat dari perspektif lain. Dari sudut pandang strategis, penjualan teknologi 5G sebenarnya dapat meningkatkan daya saing Huawei. Tidak seperti perusahaan lain, Huawei tidak takut bahwa pesaing akan menggunakan teknologi yang sama untuk mengalahkannya. Karena Huawei memiliki keunggulan manufaktur dan rekayasa sendiri, sehingga dapat secara efektif mengendalikan segala biaya produksi.

Dalam pengembangan 5G, selain pabrikan peralatan komunikasi, juga membutuhkan operator, pabrikan komponen, pabrikan ponsel dan ekosistem lainnya.  Jika Huawei menjual teknologi 5G, maka berdasarkan kesempatan ini Huawei dapat membangun rantai ekologinya yang kondusif untuk promosi 5G. Keuntungannya akan jauh lebih besar daripada kerugiannya.

Huawei menjual teknologi 5G
Majalah The Economist memperdalami lebih lanjut tentang proposal Huawei menjual teknologi 5G nya ke perusahaan Barat

Sebenarnya, sampai saat ini masih ada banyak ketidakpastian dalam teknologi 5G. Dengan Teknologi terbuka juga kondusif bagi lebih banyak perusahaan yang bergabung dengan kemah Huawei.

Oleh karena itu, dari sudut pandang ini Huawei menjual teknologi 5G bukanlah obat penyembuh, namun juga bukan “fantasi”. Melainkan, suatu konsep strategis yang dapat mempercepat tata letak 5G Dunia.

Just like grandma says, Huawei menjual teknologi 5G meskipun masih hanya sebuah ide saat ini, tetapi ini juga menunjukkan Huawei memiliki tekad yang kuat untuk mempromosikan kerja sama internasional. Dan bersedia untuk terus menerobos perbatasan dan mencari solusi baru untuk kehidupan teknologi manusia yang lebih baik.

Advertisements
Categories: Huawei menjual teknologi 5G

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: