Hubungan 5G dan IoT

Ketika berbicara tentang 5G, selalu tidak terlepas dari hubungan 5G dan IoT. Bagi Telkom operator, mereka akan menekankan standar komunikasi baru. Menekankan kecepatannya. Mereka setara dengan melihat sisi fluktuasi, sehingga terbentuklah 5G. Sedangkan, bagi sektor komputer atau internet, mereka akan menekankan sifat meluasnya. Keberadaannya di mana-mana. Dan jumlah node yang terhubung. Mereka setara dengan melihat sisi partikel dan, muncullah IoT.

Hubungan 5G dan IoT yang tak terpisahkan

Kira-kira begitulah hubungan 5G dan IoT, hubungan yang tak terpisahkan. Kalau kita  menafsirkan IoT dari perspektif orang computer, komunikasi pada masa-masa awal adalah komunikasi antara komputer dan komputer. Secara jarak jauh, komunikasi antar komputer di berbagai wilayah dan bahkan negara terhubung oleh Internet, sehingga terbentuklah  Internet.

Internet pertama kali lahir pada tahun 1969. Dengan hanya empat server di suatu universitas yang terhubung ke Internet. Yang dipandu oleh Departemen Pertahanan AS (DARPA). Internet Awalnya dirancang untuk memungkinkan para peneliti menggunakan superkomputer untuk saling menghubungkan informasi dan pengontrolan.

Ketika Pertama kalinya dunia memasuki 1G hingga ke 4G, transmisi informasi pada dasarnya meningkat satu hingga dua kali lipat untuk setiap generasi. Komunikasi telah berubah dari hanya sekedar menelpon hingga ke transmisi data dari Internet. Akhirnya, komunikasi seluler mulai berintegrasi dengan Internet.

Demikian pula halnya dari 1G ke 2G, dan kemudian ke 3G, setiap revolusi dalam teknologi komunikasi telah mengalami perubahan secara revolusioner. Tetapi ketika kita memasuki 3G, atau kemudian ke 4G, efisiensi transmisi sudah mendekati batas.  

Oleh karena itu, jika ingin menerobos, kita hanya dapat berkonsentrasi pada peningkatan bandwidth komunikasi. Dengan mengurangi jumlah node di jalur komunikasi. Ibaratnya, efisiensi mesin pembakaran internal mobil yang digerakkan sampai batas tertentu. Ketika ingin meningkatkan daya dorong, kita harus menggunakan mesin pembakaran internal yang lebih besar. Demikian kiranya dari 3G ke 4G. Selain kecepatan Internet, kita tidak dapat merasakan perbedaan lainnya.

Namun, ketika jaringan telepon fixed-line dan jaringan komunikasi seluler digabungkan, kita tidak lagi memerlukan telepon kabel tetap seperti yang dipasang di rumah. Dan di era 4G, Internet dan internet seluler sebenarnya menyelesaikan masalah yang sama. Dengan kata lain, Di era 1G dan 2G, peranan mereka agak berbeda. Internet berfungsi untuk mencari informasi. Sedangkan, ponsel berguna untuk mencari atau berkomunikasi dengan orang.

Perbedaan Wifi dan 4G atau 5G

Di era 3G dan 4G, Internet dan jaringan komunikasi masih belum terhubung secara fisik. Keduanya adalah sistem yang sangat berbeda dan dikendalikan oleh dua jenis perusahaan. Bagi para pengguna pada saat berada di luar rumah, waktu kita mau berposting ke Facebook, menonton video dan sebagainya kita harus menggunakan sinyal 4G. Akan tetapi, ketika  tiba di rumah,  kita akan cepat beralih ke Wi-Fi. Karena Wi-Fi tidak membebankan biaya online. Sebaliknya, 4G perlu memungut biaya. Inilah artinya, kedua jaringan tidak terintegrasi.

Atau lebih spesifiknya, Wifi pada dasarnya dikendalikan oleh perusahaan Internet. Mereka selalu menekankan netralisasi jaringan. Artinya tidak peduli seberapa banyak jaringan digunakan harus tetap diperlakukan sama.

Sebaliknya, 4G atau nantinya 5G itu dioperasikan oleh perusahaan komunikasi atau Telkom.  Yang menekankan penggunaan jaringan komunikasi internet harus berdasarkan cara pungutan biaya telpon berbasis waktu. Karena inilah model bisnis mereka selama seratus tahun ini.

Itulah sebabnya, sektor computer bermaksud menghubungkan segala sesuatu di dunia ini ke Internet. Makanya, Muncullah istilah “Internet of Things (IoT)”. Bagi mereka yang di bidang komunikasi atau Telkom, lebih menginginkan kecepatan jaringan yang lebih cepat dan dapat mendukung lebih banyak perangkat saat menelusuri Internet. Dan muncullah, jaringan 4G atau jaringan baru nantinya bernama 5G.

Integrasi kedua industri ini, yaitu penggabungan Wi-Fi rumah dan stasiun basis 5G di luar rumah telah menjadi tren pengembangan utama di masa depan.

Pertanyaan sekarang, mungkinkah kita mencapai konvergensi Wifi dan 5G dengan meningkatkan daya dan bandwidth stasiun pangkalan di atas fondasi 4G?  

Jawabannya, belum memungkinkan. Karena standar komunikasi seluler 4G memiliki tiga masalah yang belum dapat diselesaikan. Pertama, ketika ada terlalu banyak perangkat mengakses ke Internet pada saat bersamaan menyebabkan bandwidth-nya tidak cukup.

Contohnya, ketika kita menginap di sebuah hotel kecil. Ketika kita melihat sinyal Wi-Fi hotel sangat kuat, tetapi setelah kita akses ternyata kecepatan jaringan sangat lambat. Atau kadang tidak bisa mengakses sama sekali. Ini disebabkan oleh total bandwidth dan konkurensi yang terlalu rendah. Jaringan 4G akan menghadapi masalah ini di era IoT. Karena ketika standar 4G dirumuskan, para penentu peraturan tidak ada rencana untuk banyak perangkat mengakses Internet secara bersamaan.

Masalah 4G saat ini

Masalah Kedua, cara perangkat IoT jaringan saat ini masih kurang nyaman, dan sangat tidak aman.

Saat ini, kita menggunakan perangkat IoT melalui Bluetooth atau jaringan WIFI di rumah, barulah menghubungkan kita ke Internet. Singkatnya, kita masih tidak dapat terhubung langsung ke Internet.  10 tahun kemudian, Jika kita melihat kembali metode jaringan semacam ini akan merasa sangat aneh. Ibaratnya, kita memiliki ponsel tetapi tidak dapat menggunakannya secara langsung. Kita harus kembali ke telepon di rumah, melalui gelombang radio yang terhubung dengan telepon rumah baru bisa melakukan panggilan telpon.

Atau misalnya lagi, jam tangan pintar kita sulit bisa beroperasi tanpa ponsel. Kamera pengintai rumah atau CCTV tidak bisa berfungsi tanpa Wi-Fi.  Inilah Masalah-masalah yang  belum dapat diselesaikan lewat 4G.

Karena masalah fatal 4G diatas, dan untuk memastikan kelancaran komunikasi di era IoT di masa depan, kita harus membuat jaringan seluler baru. Standar jaringan yang disebut 5G. Selain meningkatkan total bandwidth, juga memungkinkan banyak perangkat bisa mengakses Internet secara bersamaan. Itulah hubungan 5G dan IoT yang selalu tidak bisa terhindarkan.

Di era 5G, kecepatan jaringan dapat ditingkatkan satu hingga dua kali lipat. Jadi tidak hanya cukup untuk digunakan oleh IoT, tetapi bagi kebanyakan orang tidak perlu lagi menginstal Wi-Fi.

hubungan 5G dan IoT
Datangnya jaringan 5G akan menggerakkan banyak sektor, salah satunya adalah mobil otonom

Dengan cara ini, jaringan internet dan komunikasi benar-benar dapat terintegrasikan. Hal Ini  dapat memacu integrasi kedua industri ini, seperti standar pungutan biaya terpadu. Bahkan di beberapa negara, perusahaan kedua industri mulai bergabung satu sama lain. Di era 4G, Yahoo telah diakuisisi oleh perusahaan telekomunikasi.

Just like grandma says, Konvergensi jaringan adalah tren pengembangan computer dan komunikasi atau telkom. Segala upaya yang terkait dengan tren ini akan maju dan berkembang cepat. Sebaliknya, Setiap rangkaian praktik yang bertentangan dengan tren akan hilang dan drop out dari persaingan.

Advertisements
Categories: hubungan 5G dan iot

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: